Menteri Luar Negeri AS Diolok-olok Warganet Singapura dan Malaysia

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 13 Juni 2018
Menteri Luar Negeri AS Diolok-olok Warganet Singapura dan Malaysia

Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hotel Capella di Pulau Sentosa, SIngapura (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pertemuan puncak pemimpin Korea Utara dan Presiden Amerika Serikat di Singapura menyisakan olok-olokan kocak warganet negeri jiran. Sejumlah pengguna media sosial di Singapura dan Malaysia mengejek pernyataan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang keliru menyebut Singapura sebagai bagian dari negara Malaysia.

Sebagaimana diketahui, setelah pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump Selasa (12/6) kemarin, Kementerian Luar Negeri AS menyebut lokasi hotel JW Marriott Singapura, Malaysia dalam salinan resmi pemerintah.

Kesalahan itu muncul dalam salinan paparan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Senin. Salinan itu menyebut tempat tempat tersebut "JW Marriott, Singapura, Malaysia". Kesalahan itu kemudian diperbaiki dengan menghapus kata Malaysia.

Donald Trump dan Kim Jong Un
Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hotel Capella di Pulau Sentosa, SIngapura (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

"Yah, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat masih berpikir Singapura berada di Malaysia," kata pengguna Twitter @BrioS_BRxV.

"Baru 53 tahun dan perpisahan buruk," katanya.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Pulau Singapura pernah menjadi bagian dari Malaysia tapi kemudian berpisah secara sengit pada 1965, mengaburkan diplomatik dan perekonomian selama bertahun-tahun.

Trump dan Menlu Singapura
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan saat bersiap menaiki Air Force One di Singapura (ANTARA FOTO/Mandatory credit Ministry of Communications and Information, Singapore/Handout via REUTERS)

"Trump merencanakan memfasilitasi temu puncak penyatuan kembali Malaysia-Singapura segera?" kata pengguna Twitter lain, @boblskee.

Surat kabar "Star" Malaysia melaporkan kesalahan itu di Facebook-nya dengan judul "Bagaimana menyinggung orang Singapura dan warga Malaysia pada saat bersamaan".

Muatan itu dibagikan hampir 700 kali dan menarik hampir 300 tanggapan.

"Amerika Serikat harus kembali ke sekolah," kata pengguna Facebook Jimi Leong.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Risna Utami, Warga Indonesia Anggota Komite Penyandang Disabilitas PBB

#Kim Jong Un #Donald Trump #Amerika Serikat #Korea Utara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan