MerahPutih Indonesia - Mendekati tahun baru 2017, Menteri Agama Kabinet Kerja, Lukman Hakim Saifuddin tidak menyarankan masyarakat untuk menggelar perayaan yang bersifat hura-hura saat pergantian tahun.
Menurut tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini sebaiknya pergantian tahun dipakai untuk introspeksi diri selama tahun 2016. Dengan begitu seseorang bisa menjaga diri di tahun berikutnya.
"Tahun baru sebagai ajang refleksi, ajang mawas diri, sebagai forum muhasabah, karenanya saya himbau seluruh umat beragama akhiri hura-hura menyonsong akhir tahun justru kita harus mawas diri," tegas Lukman di Masjid Al-Munir, Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/12).
Lebih lanjut, mawas diri juga dilakukan Lukman untuk Kementerian yang dipimpinnya. Lukman menjelaskan tahun 2016 dipakai Kementerian Agama untuk acuan agar bisa melakukan pembenahan.
"Internal kita terus melakukan pembenahan, beberapa pegawai masih ada yang melanggar peraturan sehingga terkena sanksi, ini jadi amunisi kita agar lebih baik di 2017," tutupnya.

