Mensos: Bansos Nontunai Upaya Penuhi Prinsip Ketepatan
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri), menyalami Alfrel Matmey (kanan), lansia berusia 93 tahun penerima Kartu Keluarga Sejahtera, saat pemberian bantuan Paket Keluarga Harapan (PKH). (ANTARA
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan bantuan sosial nontunai merupakan upaya pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan dengan harapan memenuhi prinsip ketepatan yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu dan tepat administrasi.
"Ini juga merupakan langkah transformasi yang strategis karena sasaran program keuangan inklusi adalah kelas bawah yang kerap belum melek industri keuangan perbankan," kata Mensos dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (11/6).
Diungkapkan, efektivitas inilah yang mendorong Pemerintah menambah luas jangkauan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Bila di tahun 2017 hanya sekitar enam juta KPM, maka pada 2018 akan ditambah sehingga menyentuh angka 10 juta penerima.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyalurkan Bansos di Kabupaten Ciamis pada Sabtu (10/6). Pada 2017, Kabupaten Ciamis memperoleh kucuran dana bansos senilai Rp175,07 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari PKH Non Tunai, beras sejahtera (Rastra), Bansos UEP-KUBE, Bantuan Keserasian Sosial, Bansos Disabilitas, dan Bansos Lanjut Usia.
Melalui PKH, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp1.890.000 yang dapat diambil dalam empat tahap.
Sementara itu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengaku bersyukur dan bergembira atas cairnya dana PKH tersebut. Mengingat tidak lama lagi akan memasuki tahun ajaran baru.
"Uangnya mau saya pakai untuk beli baju sekolah, buku tulis, sama sepatu anak. Alhamdulillah, cairnya tepat saat kebutuhan anak sekolah banyak sekali," ungkap Titin (38) warga Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya.
Titin mengatakan, ini adalah kali pertama ia memiliki rekening bank sekaligus ATM. Menurut dia, meskipun membingungkan namun ia merasa penyaluran bansos ini jauh lebih mudah dan sederhana.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipersilahkan mengelola sendiri bansos yang diberikan. Apakah mau diambil semua atau ada yang ingin disisakan dalam rekening untuk ditabung.
Senada, Fitri (35) warga Kecamatan Sadananya menuturkan meskipun bantuan yang diberikan pemerintah nilainya kecil, namun dianggap sangat membantu. Utamanya dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Kabar Gembira BLT dan Bantuan Pangan Mulai Disalurkan Februari 2026
Maidi Resmi Tersangka OTT KPK, Khofifah Tunjuk F Bagus Jadi Plt Walkot Madiun
Bansos PKD Desember 2025 Cair, 213.789 Warga Jakarta Terima Bantuan Rp 300 Ribu
Walkot Solo Keluhkan Bansos Salah Sasaran, DPRD Desak Pemkot Pasang Stiker Gakin di Rumah
Mensos Janjikan Bantuan Khusus Bagi Disabilitas Terdampak Bencana Banjir di Sumatera
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Kasih Duit Rp 50 Juta untuk Masyarakat yang Butuh Bantuan Jelang Akhir Tahun
[HOAKS atau FAKTA]: Dana Bansos Rp 500 Triliun Dipakai untuk Bayar Buzzer Kampanye Buat Jokowi
Bermain Judol, Ribuan Penerima Bantuan di Yogyakarta Dihentikan
Asik! Kemensos Bagikan 16 Ribu Laptop ke Siswa Sekolah Rakyat
Strategi Jitu Khofifah dan Serikat Buruh Dukung Marsinah Dapatkan Gelar Pahlawan Nasional, Turun Gunung Cari Data Anti Hoaks ke Sumber Asli