MerahPutih.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto masih melakukan koordinasi tentang teknis pemulangan 238 WNI yang sedang diobservasi di Natuna, terkait virus corona, ke keluarga masing-masing. Terawan juga memastikan, 238 orang WNI yang diobservasi itu dalam kondisi sehat.
"Mereka sehat, kalau tidak sehat ya gimana. Kami yakin karena dia datang dengan sehat, ini posisinya adalah kondisi sehat," kata dia kepada wartawan, Selasa (11/2).
Baca Juga:
Ini Langkah Pemerintah Antisipasi Dampak Virus Corona terhadap Pariwisata
Ia lantas mengomentari ucapan seorang ilmuwan dari Universitas Harvard Marc Lipsitch yang menilai kalau seharusnya Indonesia sudah ada kasus virus corona. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menganggap penilaian Marc sebagai bentuk penghinaan.
Terawan menerangkan bahwa pencegahan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mencegah adanya virus novel corona sudah sesuai dengan standar internasional. Apalagi, Terawan menyebut kalau peralatan yang dimiliki Indonesia didatangkan dari Amerika Serikat.
"Itu namanya menghina itu. Wong peralatan kita kemarin di-fix-kan dengan Duta Besar AS. Kita menggunakan dari AS. Kit-nya dari Amerika," terang dia.
Penilaian Marc tersebut berdasarkan studi penelitian kemungkinan atau potensi menyebarnya virus corona ke negara lain di dunia berdasarkan jumlah perjalanan atau penerbangan dari Wuhan ke negara tersebut.
Menkes Terawan sangat terbuka apabila kemudian ada penelitian yang dilakukan terhadap prosedur pencegahan virus novel corona di Indonesia.
"Supaya enggak ada yang menyangsikan lagi, pemilik kita, sudah negara lain yang sudah terakreditasi sudah mengakui WHO juga sudah mengakui, alat juga dari sana," ujarnya.
"Kalau ada orang lain mau melakukan survei dan dugaan yo silakan saja, tapi jangan mendiskreditkan suatu negara," pungkasnya.
Baca Juga:
Pemerintah Inggris Naikkan Status Risiko Virus Corona, WNI Diminta Waspada
Virus Corona yang merebak dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok (2019-nCoV) seharusnya sudah ditemukan atau menyebar ke Indonesia, demikian hasil sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard, Amerika Serikat pekan ini.
Meski demikian, penting diingat bahwa penelitian yang terbit di jurnal medRxiv pada Rabu (5/2/2020) itu, belum ditinjau atau dievaluasi oleh para ilmuwan lain. Biasanya dalam proses yang disebut peer-review akan ditemukan kelemahan dalam sebuah penelitian.
Studi ini meneliti tentang kemungkinan atau potensi menyebarnya virus corona ke negara lain di dunia berdasarkan jumlah perjalanan atau penerbangan dari Wuhan ke negara tersebut. (Knu)
Baca Juga:
Pemerintah Dituntut Umumkan Bawang Putih tak Bisa Sebarkan Virus Corona