Hari Kesehatan Dunia

Menjaga Anak Tidak Kecanduan Gawai

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 07 April 2018
Menjaga Anak Tidak Kecanduan Gawai

Pegang gawai pada anak-anak tanpa pengawasan dapat berakibat buruk. (Foto: pixabay/StockSnap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI era digital seperti saat ini, gadget seolah tak terpisahkan dari masyarakat. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun seolah tak bisa lepas dari gadgetnya. Menurut psikolog, Rena Masri, gawai salah satu screen time (waktu kontak dengan layar) pada anak. "Anak anak biasa menghabiskan screen timenya untuk menonton TV, menggunakan komputer, ataupun bermain gadget," ucapnya saat ditemui di Klinik Medifa, Pondok Indah Mal, Jakarta Selatan, Sabtu (7/4).

Waktu yang digunakan anak-anak untuk menatap layar gawai mereka jauh lebih lama daripada menonton TV atau menggunakan komputer. Beberapa bahkan dapat dikategorikan kecanduan gawai.

Rena menilai jika saat ini anak-anak terlihat sangat sering menggunakan gawai. "Hal tersebut tentu dipengaruhi oleh aturan yang dimiliki oleh masing-masing keluarga perihal penggunaan gadget untuk anak," jelas Rena. Untuk kategori remaja, rata-rata menghabiskan screen time selama 6-7 jam sehari.

gawai
Gawai dapat membuat anak-anak enggan bersosialisasi. (Foto: pixabay/nicedude)

Kecanduan gawai akan membawa dampak buruk bagi anak-anak. Anak-anak yang sudah kecanduan gawai akan meningkatkan durasi bermain gawai dan membuat anak cenderung enggan bersosialisasi. Mereka akan terus mencari gawai mereka meski telah diberikan aktivitas lain.

Anak-anak usia sekolah yang aktif memainkan gawainya juga akan sulit berkonsentrasi dalam belajar dan tidak mau sekolah. Akibatnya, nilai mata pelajaran mereka akan menurun.

Gawai juga bisa menimbulkan perilaku agresif apabila anak sering menonton atau bermain gawai yang penuh adegan kekerasan.

"Dalam beberapa kasus, anak-anak yang kecanduan gadget tak segan untuk berbohong agar bisa memainkan gadgetnya," tutur Rena.

Dampak negatif tersebut bisa diminimalisir dengan beberapa cara misalnya membatasi penggunaan gawai. "Buat aturan tentang penggunaan gadget. Misalnya anak harus istirahat bermain gadget setiap 15 menit atau setiap setengah jam," ucapnya. Rena menghimbau para orang tua untuk tidak memberi akses penuh dalam berinternet.

Selain itu, orang tua juga perlu mendampingi anak ketika sedang bermain gawai dan secara aktif mengajak anak untuk membuka konten-konten yang mendidik.

"Hal yang paling penting adalah orang tua harus menjadi contoh teladan bagi anak dengan tidak terus bermain gadget di sekitar anak-anak," tukas Rena. (avia)

#Gawai
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Skema pembelajaran Ramadan 2026 yang ditelah ditetapkan pemerintah berlaku 18 Februari–27 Maret 2026.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Februari 2026
Pemerintah Berlakukan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bagi Siswa Selama Ramadan
Indonesia
Disdik Keluarkan SE, Penggunaan Gawai Siswa di Sekolah Dibatasi
Disdik DKI Jakarta menerbitkan surat edaran pembatasan penggunaan gawai di sekolah untuk menekan distraksi digital dan melindungi kesehatan mental murid.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
Disdik Keluarkan SE, Penggunaan Gawai Siswa di Sekolah Dibatasi
Lifestyle
Psikolog Anjurkan Orang Tua Beri Jadwal Pakai Gawai untuk Anak
Vera juga menyarankan agar orang tua lebih ketat mengontrol waktu layar anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 12 November 2024
Psikolog Anjurkan Orang Tua Beri Jadwal Pakai Gawai untuk Anak
Fun
Pendapatan Apple Kembali Menurun Meski Penjualan iPhone Mencapai Rekor
Pendapatan Apple masih menurun meski penjualan iPhone mencapai rekor.
Andrew Francois - Sabtu, 04 November 2023
Pendapatan Apple Kembali Menurun Meski Penjualan iPhone Mencapai Rekor
Bagikan