MerahPutih.Com - Sebagai wilayah penghasil ganja terbesar di Indonesia, provinsi Aceh menghadapi dilema.
Di satu sisi, selama ini para petani ganja hidup dan mendapat penghasilan dari tanaman ganja. Di tepi lain, ganja adalah jenis tanaman berbahaya dan masuk kategori narkotika. Sementara para petani ganja menjualnya dengan peruntukan bumbu dan obat-obatan. Namun tak sedikit yang melenceng dari peruntukan dasarnya.
Menghadapi kondisi dilematis seperti ini, Badan Narkotika Nasional dan pemerintah Aceh, khususnya kabupaten Bireuen mengambil langkah antisipatif. Sebagaimana diketahui, daerah Bireuen memiliki lahan ganja lumayan luas di Aceh.
Pemerintah kabupaten Bireuen dan BNN tengah membahas alih fungsi lahan ganja dalam program alternatif kultivasi.
Kepala BNNK Bireuen Saiful Fadhli di Lhokseumawe, Selasa (15/8) mengatakan telah berlangsung pertemuan intensif antara BNN dengan Bupati Bireun H. Saifannur beserta Wakil Bupati Muzakkar A.Gani, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Dr. Ir. Agus Wahyudi beserta jajarannya.
Dalam rapat koordinasi tersebut Bupati Bireuen sangat setuju dan siap berkolaborasi serta bersinergi secara komprehensif melalui seluruh jajarannya untuk mensukseskan program Alternatif Development (Kultivasi Tanaman Ganja).
Apalagi, ganja dan sabu sudah masuk sampai ke wilayah pedesaan. Bahkan Kabupaten Bireuen merupakan salah satu daerah penghasil Ganja.
Oleh karena itu, Bupati Bireuen mendukung penuh dan secara sinergis bersama BNN dan Kementerian terkait untuk menggarap program ini secara serius dan berkelanjutan, ujar Saiful meniru ucapan Bupati Bireuen.
Sementara itu, sambung Kepala BNNK Bireuen lagi, pihak BNN memberikan apresiasi atas dukungan dan respon cepat dari Bupati Bireuen bersama stakeholder terkait lainnya untuk menyukseskan program Alternative Development.
“Alternative Development menjadi program strategis terhadap pencegahan dan penurunan angka peredaran dan penyalahgunaan Narkoba dalam dimensi pembangunan manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, “jelas Saiful Fadhli Kepala BNNK Bireuen.(*)
Sumber: ANTARA