Mengerikan, Setiap Jam Tiga Orang Indonesia Meninggal Akibat Kecelakaan
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
MerahPutih.Com - Kecelakaan lalu lintas tecatat sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Mirisnya lagi, penyebab kecelakaan justru paling banyak karena faktor manusia.
Berdasarkan catatan Dirjen Perhubungan Darat, kemampuan dan karakter pengemudi merupakan faktor paling besar dalam kecelakaan lalu lintas. Direktur Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar menyatakan sekitar 61 kecelakaan lalu lintas menyebabkan kematian.
"Faktor manusia yaitu yang terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi ternyata menjadi faktor yang berpengaruh dalam keselamatan di jalan raya," kata Pudji Hartanto Iskandar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (18/8).
Menurut data Kepolisian, di Indonesia, rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan.
Data tersebut juga menyatakan bahwa besarnya jumlah kecelakaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, yaitu 61 persen kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia yaitu yang terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi.
Sementara sembilan persen disebabkan karena faktor kendaraan (terkait dengan pemenuhan persyaratan teknik laik jalan) dan 30 persen disebabkan oleh faktor prasarana dan lingkungan.
Menurut dia, keselamatan di jalan akan terwujud jika setiap orang mau peduli keselamatan dan disiplin berlalu lintas.
"Data tersebut janganlah hanya sebagai angka statistik dan dianggap tidak mungkin terjadi pada diri kita," katanya.
Melalui kegiatan kampanye keselamatan, Pudji mengatakan berharap semua pihak pemangku kepentingan untuk lebih peduli terhadap keselamatan jalan.
"Saya berkeyakinan bahwa dengan campur tangan dari para pemangku kepentingan, diharapkan dapat menekan jumlah korban kecelakaan di jalan," kata Pudji Hartanto Iskandar.
Pada 2013 Pemerintah telah mengeluarkan Inpres Nomor 4 tahun 2013 tentang Dekade Aksi Keselamatan Jalan yang menjadi payung hukum gerakan kampanye keselamatan lalu lintas jalan di Indonesia.
Dalam Global Status Report on Road Safety (WHO, 2015) disebutkan bahwa setiap tahun, di seluruh dunia, lebih dari 1,25 juta korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang luka berat. Dari jumlah ini, 90 persen terjadi di negara berkembang di mana jumlah kendaraannya hanya 54 persen dari jumlah kendaraan yang terdaftar di dunia.
"Bila kita semua tidak melakukan apapun, 25 juta korban jiwa akan berjatuhan dalam kurun waktu 20 tahun ke depan," katanya.(*)
Bagikan
Berita Terkait
Bus Wisata Ziarah Makam Wali Songo Habis Terbakar di Tol Cikampek
Tragedi Berdarah Tol Krapyak: 16 Nyawa Melayang, DPR Semprot Kemenhub Agar Bus 'Zombie' Tak Gentayangan Saat Nataru
Laka PO Cahaya Trans Tewaskan 16 Orang, DPR Minta Investigasi Menyeluruh
Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans Tewaskan 16 Orang, Sopir Hilang Kendari saat Ngebut di Tikungan Tol Krapyak
Bus Maut Cahaya Semarang yang Tewaskan 16 Orang di Tol Krapyak tak Layak Jalan dan Ilegal
Horor Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Semarang Buat 16 Orang Meninggal, Kaca Berserakan Hingga Beton Jalan Bergeser
Jenguk Korban Kecelakaan Mobil SPPG, Prabowo Janji Traktir Makan Bubur Ayam
Dijenguk Prabowo, Begini Kondisi Guru dan Siswa SDN 01 Kalibaru yang Ditabrak Mobil SPPG
4 Orang Meninggal di Dalam Mobil Saat di Tol Tegal, Polisi Tunggu Hasil Forensik
Pemprov DKI Diminta Terapkan Aturan Mobil Masuk Sekolah Buntut Mobil MBG Seruduk Siswa SDN Kalibaru 01