Mengenal Sate Lilit khas Bali, Kuliner Sakral Penuh Nilai Spiritual

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 26 September 2024
Mengenal Sate Lilit khas Bali, Kuliner Sakral Penuh Nilai Spiritual

Sate lilit umumnya tidak disajikan dengan bumbu kacang. (Foto: Instagram/eatsleepbali)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Membayangkan sate lilit yang kaya rempah-rempahan sangat menggiurkan lidah. Makanan tradisional otentik ini datang dari Pulau Dewata, Bali.

Kemunculan sate lilit di lingkungan masyarakat Bali cukup memiliki nilai spiritual. Ia disebut sebagai replikasi dari lambang senjata Dewa Brahma. Makanya bentuk kuliner sate-satean ini berbeda dengan kebanyak sate yang ada di Indonesia.

Jika dilihat seksama, sate ini dibuat dengan daging babi, ayam, hingga ikan yang digiling. Setelah itu digumpal dibentuk seperti besar di bagian ujungnya, sekilas seperti gada.

Dari situlah, disebut sate lilit menyerupai alat dewa Brahma. Gada sendiri termasuk dalam jenis senjata pemukul dengan bentuk ujung atas cembung bergelombang dan pangkal untuk sisi yang digenggam.

Baca juga:

Lawar, Sajian Wajib Hari Raya Galungan di Bali

Adapun makna sate lilit sendiri berarti senjata untuk melawan dan menghancurkan pengaruh jahat.

Dalam menyiapkan makanan tinggi kandungan proteinnya ini meliputi ritual. Dalam persiapan ritual keagamaan misalnya, sate lilit dibuat dan disusun secara khusus berdasarkan arah mata angin.

Pembuatan sate lilit di Bali hanya diperuntukan untuk laki-laki, di mana melibatkan banyak orang dengan pembagian kerja yang jelas. Ada yang tugasnya pemotong daging, bagian mencincang daging, bagian bumbu, bagian pelilitan, dan bagian pemanggangan.

Alasannya menurut keyakinan masyarakat Bali, sate lilit merupakan simbol kehidupan kejantanan seorang pria Bali. Konon, jika pria Bali tidak bisa membuat sate lilit kejantanan sang pria akan dipertanyakan.

Baca juga:

Rayakan Penampahan Galungan, Umat Hindu Bali Memasak Lawar nan Penuh Makna

Selain bentuk sate lilit yang berbeda dengan satai pada lazimnya, sate ini tidak menggunakan bumbu kacang atau bumbu kuah lainnya.

Sate lilit sudah memiliki rasa dan aroma yang khas sehingga tidak memerlukan bumbu kacang. Sebab dalam racikan cincang daging dicampurkan bumbuan seperti kunyit dan sereh. Sehingga ketika dibakar mengeluarkan aroma harum yang khas.

Baca juga:

5 Makanan Khas Bali yang Paling Diincar Wisatawan

Mulanya sate lilit berkembang hanya di wilayah kabupaten Klungkung. Menu ini termasuk daftar kuliner sakral sebab muncul di menu wajib perayaan Galungan.

Karena populer, berbagai daerah mengadopsi kuliner ini. Kini hidangan ini sudah banyak ditemukan di banyak lokasi di Bali, seperti Denpasar, Badung, Gianyar, dan lainnya. (Tka)

#Kuliner Bali #Sate Lilit #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Bagikan