Mengenal FODA, Ketika Takut Berkencan karena Pandemi Terlalu Lama
Lebih memikirkan kesehatan daripada berkencan. (Foto: Unsplash/Maxwell Nelson)
SETELAH tren Fear of Missing Out (FOMO), kini ditemukan sebuah tren baru yang berkaitan dengan hubungan, khususnya kencan yang dikenal dengan nama Fear of Dating Again (FODA). Lalu, apa itu FODA?
Di masa pandemi COVID-19 yang berlangsung lebih dari satu tahun ini, membuat sebagian orang banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Apalagi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah diterapkan sejak awal Juli 2021. Akhirnya, tak sedikit yang mengalami kondisi takut untuk memulai interaksi sosial hingga sebuah hubungan romantis.
Misalnya saja seperti yang dialami Eric Buttelman (26). Pria asal New York itu menceritakan bahwa dirinya kehilangan semangat dan juga gairah untuk kembali berkencan setelah satu tahun pandemi yang memaksa dirinya untuk tidak berinteraksi dengan orang secara langsung di luar rumah.
“Saya terjebak dalam banyak fase pembicaraan daring dengan perempuan selama lockdown, tidak satu pun dari mereka akhirnya menjadi kencan yang nyata karena tidak ada perasaan dalamnya,” kata Eric mengutip New York Post.
Baca juga:
Sukses Dapat Jodoh via Aplikasi Kencan Online dengan Tips Ini
Seorang perempuan asal Astoria bernama Daniella Orellana (30) juga mengalami FODA akibat pandemi COVID-19. Ia berada di dalam tahap meragukan persona seseorang. Bahkan sebelum bertemu secara langsung, ia mempertanyakan dirinya sendiri apakah perlu melakukan kencan atau tidak.
“Teman saya bertanya, ‘Kamu tahu kan ada pria yang tertarik padamu?’, tapi sebenarnya saat ini saya tidak bisa memahami hal seperti itu. Padahal itu bukan masalah ketika pandemi berlangsung,” kata perempuan yang belum pernah berkencan sejak adanya pandemi COVID-19.
Menurut dating apps Hinge, lebih dari setengah pengguna layanannya mengalami FODA yang menyebabkan mereka tak yakin untuk memulai kegiatan berkencan. Dalam riset Hinge, beberapa hal yang menyebabkan FODA terjadi di antaranya orang lajang berpikir berlebihan untuk sesuatu terlalu rinci hingga penundaan kencan yang berkepanjangan.
Baca juga:
“Sebelum pandemi COVID-19 orang-orang memilih untuk berkencan karena hal itu terasa alami. Orang-orang bisa berkegiatan di luar rumahnya mencoba memulai sebuah relasi,” kata Kepala dan Ahli Kencan dari aplikasi pencarian jodoh Match, Rachel DeAlto, mengutip Mashable.
Tren FODA juga terjadi pada orang-orang yang memikirkan kesehatan sebagai prioritas utama akibat adanya pandemi. Misalnya dialami oleh Victoria Pla (24) yang menjadi takut berkencan pada orang yang belum menerima vaksin COVID-19.
“Itu menegangkan, apalagi berkencan dengan orang yang mungkin saja membuat saya sakit atau mereka ternyata penyebar virus,” tutupnya. (and)
Baca juga:
10 Aplikasi Kencan Diinstal, Bukti 'Menggila' Cari Jodoh di Tengah Pandemi
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Jangan Terbawa Arus Budaya Barat, Menag Minta Pasangan di Indonesia segera Menikah
Cegah Modus Love Scamming, Kenali Ciri-cirinya
4 Zodiak yang Paling Cocok Jadi Pasangan Gemini, Bakal Saling Menghargai
Kamu Clingy ke Pasangan? Bisa Jadi Itu Tanda Insecure dan Takut Ditinggalkan
Jangan Coba-Coba FWB, Risiko Negatif Membayangi
Si Doi Sungguh Cinta atau Sekadar Breadcrumbing? Ketahui Makna dan Tanda-tandanya
Tips Pertemanan Langgeng, Perlu Adanya 'Ekuitas Persahabatan'
Pasangan Posesif Bikin Hubungan Jadi Toksik, Begini 5 Cara Menghadapinya
Kena Silent Treatment Sama Pasangan? Ini yang Harus Kamu Lakukan
Punya Trust Issue dengan Pasangan, Begini Cara Menanganinya