Mengenal Bubur Memek, Kudapan Khas Aceh dan Cara Membuatnya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 29 Juli 2024
Mengenal Bubur Memek, Kudapan Khas Aceh dan Cara Membuatnya

Bubur memek (Tangkapan layar youtube Acehkini.ID)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Bubur Memek salah satu khazanah kekayaan kuliner yang berasal dari Aceh. Makanan tersebut sangat memiliki nilai dan makna yang dekat dengan masyarakat setempat.

Bubur memek adalah bubur khas Kabupaten Simeulue di Provinsi Aceh, yang keberadaannya sudah ada bahkan sejak zaman kerajaan Aceh berdiri. Ia hadir di jamuan penting kerajaan hingga saat ini dalam lawatan pemerintahan daerah.

Praktik tersebut merupakan bagian upaya pemerintah daerah membuat bubur memek tetap eksis mengisi kekayaan kuliner Negeri Serambi Mekah itu.

Nama bubur ini mungkin cukup kontroversial. Namun pada dasarnya penamaan kuliner ini diambil dari bahasa Aceh. Di mana 'memek' diambil dari kata mamemek yang berarti mengunyah atau menggigit.

Bubur memek dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak lima tahun lalu. Tepatnya disahkan dalam sidang penetapan karya budaya yang digelar di Hotel Millenium Jakarta pada 13-16 Agustus 2019.

Baca juga:

Mengenal 12 Ragam Motif Batik Khas Banten

Kekhasan bubur memek terletak dari bahan utamanya, yakni dibuat dengan beras ketan dan pisang. Disebutkan, kalau Simeulue sendiri sejak dahulu kaya akan hasil pisangnya dan beras ketannya. Maka dari situlah mula mengapa kekhasan kuliner itu terletak di bahan tersebut.

Bicara soal rasa hingga tekstur, bubur memek adalah menu paling ramah untuk dikonsumsi berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, orang tua hingga orang lanjut usia, sebab cocok untuk lidah orang Indonesia.

Bubur memek sendiri punya ada dua variasi, yakni bubur memek kering dan bubur memek basah. Namun selama ini yang lebih tersohor namanya bubur memek basah.

Lebih mendetail lagi ihwal bahan-bahan yang ada di bubur memek, bubur ini diolah dari hasil beras ketan, pisang, kelapa parut, gula. Perbedaan signifikan antara bubur memek basah dan bubur memek kering adalah teksturnya.

Baca juga:

Jogja Noise Bombing Fest 2024 Hadirkan Penampil dari Aceh hingga Amsterdam



Disebutkan bubur memek basah menggunakan bahan tambahan berupa santan kelapa. Sedangkan bubur memek putih campuran kelapa parut dan gula. Terlepas dari teksturnya, hal yang paling membuat kuliner ini khas dan beda adalah kekuatan campuran pisang di dalamnya.

Masyarakat setempat biasanya menggunakan dua jenis pisang, ada pisang kepok maupun pisang raja. Kedua pisang ini mempengaruhi rasa manis hingga tekstur bubur memek. Pisang raja biasanya aromanya lebih manis, dan teksturnya lebih lembut. Sedangkan pisang kepok wanginya tidak terlalu kuat, serta banyak bijinya.

Cara pembuatan bubur memek

Pertama, sangrai beras ketan hingga warnanya jadi lebih kuning. Secara terpisah, pisang raja atau pisang ditumbuk hingga halus namun jangan terlalu lama, kemudian campurkan santan segar. Aduk hingga merata, tambahkan gula dan garam secukupnya. Setelah tercampur rata, baru panaskan di api hingga 1 jam lamanya.

Bagi yang ingin mencicipi makanan khas ini, biasanya paling mudah ditemukan saat penyambutan tamu, menyambut tradisi panen padi, tradisi pergi berkebun hingga bulan suci Ramadan.

Saat Ramadan, bubur memek ini jadi santapan paling populer di Aceh. Karena ia merupakan salah satu sajian strata tinggi. Hal ini terjadi, berangkat dari kebiasaan turun temurun. Di mana, orang Aceh dahulu merasa belum lengkap berbukanya jika tak menyantap bubur memek. Tak hanya itu, secara metode pembuatannya yang mudah juga berpengaruh mengapa bubur memek dan berbuka puasa begitu akrab.

Baca juga:

5 Tempat Makan Bubur Paling Enak di Tangerang

Menyantap bubur memek adalah pengalaman yang tidak terlupakan. Elaborasi rasa manis, gurih dari pisang dan santan tercampur sempurna, kejutan renyah dan garing dari beras ketan yang wangi di saat lidah menikmati lembutnya pisang yang ditumbuk.

Di luar momentum tersebut, memek sulit ditemukan. Makanan khas ini boleh dibuat kapan saja tetapi tidak dijual secara bebas, baik di pasar maupun di warung-warung, kecuali dipesan terlebih dahulu. (Tka)

#Aceh #Makanan #Makanan Aceh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Sinopsis Film Pasukan 1000 Janda, Kisah Perjuangan Berdarah Pahlawan Perempuan Aceh
Film Pasukan 1000 Janda memotret perjuangan berdarah Laksamana Malahayati dan laskar Inong Balee melawan penjajah. Tayang di bioskop 12 November 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 21 September 2026
Sinopsis Film Pasukan 1000 Janda, Kisah Perjuangan Berdarah Pahlawan Perempuan Aceh
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Indonesia
DPR Setujui Revisi UU Pemerintahan Aceh Jadi RUU Usul Inisiatif, 27 Ketentuan Diubah
DPR RI menyetujui revisi UU Pemerintahan Aceh. Ada 27 ketentuan yang bakal diubah dalam UU tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Revisi UU Pemerintahan Aceh Jadi RUU Usul Inisiatif, 27 Ketentuan Diubah
Indonesia
Banda Aceh Sempat Ricuh, Polisi Mulai Selidiki Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Polda Aceh menyelidiki kerusuhan di Banda Aceh setelah massa mengibarkan bendera bulan bintang saat rangkaian kegiatan zikir dan doa tolak bala.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Banda Aceh Sempat Ricuh, Polisi Mulai Selidiki Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Indonesia
Yusril Minta Situasi Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Peringatan Damai Aceh
Yusril Ihza Mahendra berharap situasi Aceh tetap kondusif setelah kericuhan dalam rangkaian peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Yusril Minta Situasi Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Peringatan Damai Aceh
Indonesia
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Kemenko Polkam juga mengoordinasikan langkah bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait untuk mencegah eskalasi
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Ada Kericuhan di Aceh dan Papua Tengah, Menko Polkam Ingatkan Simbol Negara Wajib Dihormati
Fun
Berusia 25 Tahun, Gery Garudafood Tembus Pasar Australia hingga Korea Selatan
Memasuki usia ke-25 tahun, Gery semakin memperluas jejaknya di pasar internasional. Dipasarkan di Australia, Korea Selatan, China, hingga India.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Berusia 25 Tahun, Gery Garudafood Tembus Pasar Australia hingga Korea Selatan
Indonesia
Jembatan Enang Enang Diperbaiki Warga Bakal Diperkuat Kementerian PUPR
Jembatan Enang-enang dapat dipakai masyarakat, dengan kendaraan kecil sembari menunggu proses perbaikan dan pembangunan jembatan permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Jembatan Enang Enang Diperbaiki Warga Bakal Diperkuat Kementerian PUPR
Indonesia
Taruna Poltek Malahayati Tewas Korban Ledakan Mesin Kapal ASDP Jadi 3 Orang
Korban terbaru, mahasiswa atas nama Muhammad Zulfikar akhirnya dinyatakan meninggal dunia hari ini setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh selama lebih dari tiga pekan
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Taruna Poltek Malahayati Tewas Korban Ledakan Mesin Kapal ASDP Jadi 3 Orang
Indonesia
Mesin Kapal ASDP Bersandar di Aceh Meledak, 2 Mahasiswa Praktik Poltek Pelayaran Malahayati Gugur
Akibatnya, 15 orang mengalami luka bakar, terdiri dari 14 mahasiswa Poltek Pelayaran Malahayati yang sedang praktik dan seorang anak buah kapal.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Mesin Kapal ASDP Bersandar di Aceh Meledak, 2 Mahasiswa Praktik Poltek Pelayaran Malahayati Gugur
Bagikan