Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Grammy 2022

Menebak Musisi yang Berjaya di Big Four Grammy Awards 2022

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 03 April 2022
Menebak Musisi yang Berjaya di Big Four Grammy Awards 2022

Billie Eilish dan Olivia Rodrigo yang masing-masing masuk dalam tiga dan empat nominasi dari kategori 'big four'. (Insider)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MALAM terbesar dalam industri musik AS akan menyoroti persaingan antara Billie Eilish, Lil Nas X, Jon Batiste, Olivia Rodrigo, dan Silk Sonic. Dalam prediksi big four Grammy Awards 2022 yang ditulis Ben Beaumont-Thomas di The Guardian (1/4), persaingan ketat terjadi di antara Billie Eilish dan Olivia Rodrigo yang masing-masing masuk dalam tiga dan empat nominasi dari kategori big four. Siapa yang akan menang?

BACA JUGA:

Dari Taylor Swift hingga BTS, ini Sejarah Baru yang Bisa Terjadi di Grammy Awards 2022

1. Nominasi rekaman tahun ini

silk sonic
Silk Sonic bisa memenangi kategori rekaman tahun ini dengan Leave the Door Open. (Foto: Los Angeles Times)

Grammy telah memperluas penghargaan 'empat besar' menjadi masing-masing 10 nominasi. Hal itu dilakukan untuk memberi ruang bagi lebih banyak artis dan genre dari lanskap musik yang luas dan beragam, dan untuk merangkul semangat inklusi.

Perubahan itu memungkinkan beberapa musisi di luar arus utama untuk bersaing memperebutkan hadiah utama, seperti Brandi Carlile dengan Right on Time dan Jon Batiste dengan Freedom. Namun, ada juga banyak musik pop arus utama yang masuk daftar nominasi dan layak untuk menang. Silk Sonic bisa memenangi kategori ini dengan Leave the Door Open yang membuat tersenyum dalam kegembiraan. Rekaman tersebut merupakan hit besar lintas generasi di AS yang akan menarik bagi seluruh Akademi.

Nomine: ABBA – I Still Have Faith in You, Jon Batiste – Freedom, Tony Bennett & Lady Gaga – I Get a Kick Out of You, Justin Bieber – Peaches (feat Daniel Caesar & Giveon), Brandi Carlile – Right on Time, Doja Cat – Kiss Me More (feat SZA), Billie Eilish – Happier Than Ever, Lil Nas X – Montero (Call Me By Your Name), Olivia Rodrigo – Drivers License, Silk Sonic – Leave the Door Open

Akan menang: Silk Sonic
Seharusnya menang: Silk Sonic

2. Album tahun ini

billie eillish
Billie Eilish dapat memenangi kategori album tahun ini untuk tahun ketiga berturut-turut. (Foto: Creative Disc)

Batiste ialah artis yang paling banyak dinominasikan dengan 11 nominasi dan tur musik Black American We Are merupakan rekaman paling ramah Grammy. Namun, kurangnya bobot budaya pop berarti dia mungkin harus puas dengan akan kemenangan yang lebih rendah.

Keberhasilan Evermore lebih rendah daripada saudara perempuannya, Folklore, pemenang tahun lalu dalam kategori ini. Donda bisa menjadi underdog, tetapi perilaku Kanye di Instagram baru-baru ini telah merusak peluangnya.

HER secara luas dicintai Akademi tetapi lirik yang agak sehari-hari menghambat kemenangan solid Back of My Mind. Bieber akan mendapatkan beberapa suara sentimental seperti halnya Tony Bennett, tetapi keduanya tidak akan mendapatkan cukup suara untuk menang.

Olivia Rodrigo ialah perempuan petarung terkuat tetapi ada lagu-lagu yang tidak dapat disangkal lemah dalam debutnya. Sementara, Doja Cat dan Lil Nas X yang sangat brilian mungkin belum terlalu matang untuk pemilih yang lebih kaku.

Jadi Billie Eilish, yang sangat diurapi Akademi, dapat memenangi kategori big four ini untuk tahun ketiga berturut-turut ini. Album Happier Than Ever mungkin yang terbaik dengan mengambil bentuk yang sangat tradisional (bossa nova, jazz ballads) tapi dengan tempaan mediasi digital. Hasilnya ialah salah satu karya seni terbaik sepanjang masa tentang kengerian terhadap ketenaran.

Nomine: Jon Batiste – We Are, Tony Bennett and Lady Gaga – Love for Sale, Justin Bieber – Justice, Doja Cat – Planet Her, Billie Eilish – Happier Than Ever, HER – Back of My Mind, Lil Nas X – Montero, Olivia Rodrigo – Sour, Taylor Swift – Evermore, Kanye West – Donda

Akan menang: Billie Eilish
Seharusnya menang: Billie Eilish

3. Lagu tahun ini

olivia rodrigo
'Drivers License' yang hanya ditulis dua orang bisa menangi kategori lagu tahun ini. (Foto: Billboard)


Kategori ini fokus lebih dekat pada hal-hal yang berhubungan dengan penulisan lagu, dari lirik dan komposisi. Di sinilah Rodrigo mungkin akan menang. Dari klik indikator mobil yang membuka Drivers License, hingga drone efek doppler yang menakutkan, single debut Rodrigo memunculkan suasana mengemudi tanpa tujuan akibat patah hati, seperti karya teater audio atau siniar true crime. Hampir tidak ada yang mengekspresikan remaja patah hati lebih baik daripada dia.

Beberapa pemilih mungkin mengagumi bahwa lagu itu hanya karya dua penulis lagu yang dicatatkan dalam kredit lagu, Rodrigo dan produser/penulis Daniel Nigro, melawan Peaches yang ditulis 11 orang atau delapan orang untuk A Beautiful Noise.

Nomine: Ed Sheeran – Bad Habits, Brandi Carlile & Alicia Keys – A Beautiful Noise, Olivia Rodrigo – Driver License, HER – Fight for You, Billie Eilish – Happier Than Ever, Doja Cat – Kiss Me More (feat SZA) , Silk Sonic – Leave the Door Open, Lil Nas X – Montero (Call Me By Your Name), Justin Bieber – Peaches (feat Daniel Caesar & Giveon), Brandi Carlile – Right on Time

Akan menang: Olivia Rodrigo
Seharusnya menang: Olivia Rodrigo

4. Pendatang baru terbaik

grammy 2022
Baby Keem seharusnya bisa menangi kategori pendatang baru terbaik jika tidak ada dominasi Olivia Rodrigo di "big four". (Variety)


Dalam kategori ini, keputusan Akademi untuk menambah daftar nominasi paling masuk akal. Dengan adanya 10 nomine, mereka memberikan dorongan kepada berbagai artis yang layak. Misalnya, Arooj Aftab, yang lagu balada rakyatnya yang gamblang menjadikannya salah satu pesaing hebat di kategori itu; Japanese Breakfast yang menunjukkan bagaimana 'indie' telah menjadi kata yang tidak berguna di dunia karena adanya musisi alternatif dengan squish pop; dan Baby Keem yang suara ekspresifnya berubah dari bingung menjadi sedih menjadi marah pada mahakarya rap baru The Melodic Blue.

Arlo Parks dan Glass Animals membuat Inggris bangga di tahun yang nominasi Inggris berkurang banyak. Adapun Glass Animals memiliki peluang lebih baik daripada nomine lain setelah "Heat Waves" menjadi hit besar mereka. Namun, sungguh tidak ada yang bisa mengalahkan Rodrigo dalam kategori ini.

Nomine: Arooj Aftab, Jimmie Allen, Baby Keem, Finneas, Glass Animals, Japanese Breakfast, The Kid Laroi, Arlo Parks, Olivia Rodrigo, Saweetie

Akan menang: Olivia Rodrigo
Seharusnya menang: Baby Keem. (aru)

#Musik #Grammy Award
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan