Hari Mencuci Tangan Sedunia

Mencuci Tangan Menyelamatkan Nyawa

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 15 Oktober 2021
Mencuci Tangan Menyelamatkan Nyawa

Mencuci tangan bisa menyelamatkan nyawa banyak orang. (foto Pexels Ketut Subiyanto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMASA pandemi ini, kita akui bahwa mencuci tangan telah menjadi salah satu kebiasaan manusia setiap harinya. Namun nyatanya, jauh sebelum adanya virus Corona, mencuci tangan telah terbukti dapat menyelamatkan nyawa manusia.

Healthy Newborn Network mengungkapkan, pada 1846, Dr Ignaz Semmelweis menemukan bahwa angka kematian ibu di klinik bersalin meningkat sebesar lima kali karena tidak diberlakukan praktik mencuci tangan. Tak hanya berpengaruh terhadap ibu, kondisi yang tidak higienis juga mengakibatkan setiap tahun setengah juta bayi meninggal di bulan pertama kehidupan mereka.

BACA JUGA:

Mencuci Tangan, dari Saran Medis Kontoversial ke Standar Kesehatan Umum


Kurangnya aspek kebersihan dalam proses persalinan dapat menimbulkan adanya risiko infeksi, baik pada ibu maupun anak. Di seluruh dunia, infeksi sepsis (komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat infeksi) saja dapat menyebabkan 11% kematian ibu dan 7% kematian pada masa neonatal setiap tahun. Neonatal merupakan masa saat bayi baru lahir sampai dengan usia 4 minggu atau 28 hari sesudah kelahiran.


Kurangnya akses dan sitasi dapat berdampak pada meningkatnya infeksi pada bayi baru lahir, secara khusus di negara-negara berkembang. Menurut Unicef, pada 2014, Indonesia termasuk 10 negara dengan angka kematian neonatal tertinggi di dunia. Oleh karena itu, bukan hanya tenaga medis yang dituntut untuk tertib menerapkan kebersihan dengan mencuci tangan, tapi juga lembaga kesehatan, kementerian, dan pemerintah. Pemangku kepentingan harus memastikan ketersediaan fasilitas yang mendukung terciptanya kebersihan, seperti air bersih yang mengalir, toilet, serta wastafel yang dilengkapi dengan sabun untuk pasien maupun tenaga kesehatan.


Dengan begitu, tak lagi bisa kita sangkal bahwa mencuci tangan merupakan cara termurah dan paling mudah untuk membantu menyelamatkan banyak nyawa. Berikut beberapa fakta mengenai pentingnya mencuci tangan.


1. Mencegah penularan penyakit menular pada anak

anak-anak
Mencuci tangan dapat mencegah penularan penyakit menular pada anak. (Unsplash_Kelly Sikkema)


Dengan mencuci tangan, penyakit menular seperti pneumonia pada anak dibawah lima tahun dapat dicegah dengan mencuci tangan. Pneumonia merupakan peradangan pada paru-paru yang disebabkan karena terjadinya infeksi. Infeksi ini dapat timbul karena adanya bakteri, virus ataupun jamur. Seperti yang telah dijelaskan di atas, mencuci tangan merupakan cara paling ampuh untuk mencegah terjadinya infeksi.


Penyakit ini paling banyak membunuh anak berusia di bawah lima tahun. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, penyakit ini dapat memicu komplikasi pada tubuh, seperti infeksi aliran darah hingga penumpukan cairan di rongga pleura.


2. Mengurangi risiko kematian akibat diare

diare
Mencuci tangan mampu mengurangi risiko kematian akibat diare. (Pexels_Andrea Piacquadio)


Mencuci tangan dengan menggunakan sabun dapat mengurangi kematian akibat penyakit diare. Tak tanggung-tanggung, kebiasaan mencuci tangah bahkan mampu menurunkan risiko penularan hingga 50%.


Diare merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan karena infeksi virus, bakteri, maupun parasit yang ditularkan melalui feses. Kuman yang berada di feses penderita dapat mengkontaminasi tangan, makanan, air, atau benda apapun. Tangan ataupun benda yang telah terkontaminasi nantinya dapat menyebabkan permasalahan pada saluran cerna yang masuk melalui mulut.


3. Meningkatkan angka keselamatan ibu

ibu hamil
Meningkatkan anga keselamatan ibu saat melahirkan. (Pexels_Leah Kelley)


Kurangnya akses terhadap air dan sanitasi pada fasilitas perawatan kesehatan, dapat membuat perempuan enggan melahirkan di fasilitas kesehatan yang telah disediakan. Hal ini menyebabkan perempuan terlambat mendapatkan penanganan. Sebaliknya, kualitas fasilitas kesehatan menjadi salah satu faktor pendorong perempuan untuk tidak melahirkan sendiri di rumah. Dengan begitu, peningkatan fasilitas kesehatan dapat dikategorikan sebagai strategi untuk mengurangi kematian pada ibu.(cit)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Berita Foto
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus memberikan pemaparan dalam peluncuran Express Discharge di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 12 November 2025
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
Indonesia
Cak Imin Imbau Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Daftar Ulang Biar Bisa Diputihkan
Pemerintah akan memutihkan tunggakan 23 juta peserta BPJS Kesehatan mulai akhir 2025.
Wisnu Cipto - Rabu, 05 November 2025
Cak Imin Imbau Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Daftar Ulang Biar Bisa Diputihkan
Indonesia
23 Juta Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Dihapuskan, Ini Syarat Penerimanya
Program penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan ini akan dimulai pada akhir 2025
Wisnu Cipto - Rabu, 05 November 2025
23 Juta Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Dihapuskan, Ini Syarat Penerimanya
Lifestyle
Trik Dokter Jaga Imun: Vitamin, Hidrasi & Tidur Lawan Penyakit Cuaca Ekstrem
Selain mengonsumsi nutrisi seimbang, dokter juga mengingatkan pentingnya memastikan tubuh selalu terhidrasi secara cukup selama cuaca ekstrem
Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 November 2025
Trik Dokter Jaga Imun: Vitamin, Hidrasi & Tidur Lawan Penyakit Cuaca Ekstrem
Indonesia
Kejar Target, Cek Kesehatan Gratis Bakal Datangi Kantor dan Komunitas
Komunitas-komunitas yang diajak kerja sama juga nantinya dapat melakukan layanan CKG di tempat-tempat strategis, contohnya mall.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 November 2025
Kejar Target, Cek Kesehatan Gratis Bakal Datangi Kantor dan Komunitas
Indonesia
Pengecekan Kesehatan Cepat kini Tersedia di Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas
Diharapkan mempermudah para pengguna moda transportasi publik, komuter, pekerja, dan warga sekitar dalam mengakses layanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan profesional.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Oktober 2025
Pengecekan Kesehatan Cepat kini Tersedia di Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas
Bagikan