Wisata Dunia

Menara Pisa Ultah Ke-850

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 15 Agustus 2023
Menara Pisa Ultah Ke-850

Menara Pisa merayakan ulang tahunnya yang ke-850, segala cara dilakukanmencegah menara ini roboh.(foto: instagram/pisaturismo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENARA miring di Italia itu resmi berusia 850 tahun. Dengan umurnya yang mencapai 8 abad, Menara Pisa telah melalui berbagai terpaan iklim dan musim. Markah wilayah ikonis itu pernah dikhawatirkan akan runtuh. Kekhawatiran itu terbit karena tingkat kemiringannya.

Seperti dikabarkan CNN, minggu ini, Menara Pisa merayakan ulang tahunnya yang ke-850. Kemiringan monumen itu akan tetap terlihat dalam foto-foto turis yang lucu selama bertahun-tahun mendatang. Semua itu berkat 'surat sehat' yang telah dikeluarkan para penjaganya.

BACA JUGA:

Menara Kujang Sapasang di Jatigede Sumedang Ada Liftnya Loh

"Hari ini, menara lonceng merupakan monumen yang stabil," kata Presiden Opera della Primaziale Pisana (OPA) Andrea Maestrelli. OPA merupakan lembaga berusia 1.000 tahun yang mengurus kompleks katedral yang mencakup menara tersebut.

menara pisa

Para ahli mengatakan masa depan Pisa cerah, dengan pengawasan satelit dan terestrial yang saat ini mengawasi pergeseran sekecil apa pun.(foto: instagram/erdnussfrosch)

Menara ini tak selalu dinyatakan sehat. Pada awal 90-an, menara yang merupakan bagian utama dari situs Warisan Dunia UNESCO ini mengalami kemiringan 4,5 derajat dan kekhawatiran akan kestabilannya mendorong upaya internasional untuk mencegah menara ini roboh. Pekerjaan konservasi itu berlangsung selama delapan tahun sejak 1993.

Peletakan batu pertama Menara Pisa dilakukan pada 9 Agustus 1173 berkat sumbangan 60 koin. "Dana itu diberikan seorang janda bernama Berta untuk pembangunan menara lonceng katedral kami," jelas Uskup Agung Pisa Giovanni Paolo Benotto dalam konferensi pers.

BACA JUGA:

Destinasi Wisata di Asia Tenggara, Wajib Datang

Ternyata masalah pada stabilitas menara dimulai sejak awal. Pembangunannya terhenti pada ketinggian kolom tingkat ketiga yang terbuka karena penurunan tanah dan baru dilanjutkan pada 1275, ketika tiga tingkat lagi ditambahkan.

Dalam upaya untuk meluruskan menara, tiga lantai teratas melengkung ke arah yang berlawanan dengan kemiringannya. Menara ini selesai dibangun pada pertengahan abad ke-14, ketika menara lonceng ditambahkan.

Kini, para ahli mengatakan masa depannya 'cerah' dengan pengawasan satelit dan terestrial yang saat ini mengawasi pergeseran sekecil apa pun pada posisinya. Hal itu menjadikannya menara lonceng yang terkenal sebagai salah satu monumen yang paling banyak dipantau di dunia.

Ketika kemiringannya memburuk pada akhir abad ke-20, tanah dipindahkan dari bawah fondasi di sisi utara melalui serangkaian perforasi, menyebabkan pengurangan kemiringan yang tidak terlihat. Laporan terbaru dari kelompok pengawas yang memantau monumen ini menyoroti bahwa kemiringannya telah berkurang sekitar 460 milimeter dan kemiringannya telah kembali seperti pada awal abad ke-19.

Menara Pisa
Peletakan batu pertama Menara Pisa dilakukan pada 9 Agustus 1173 berkat sumbangan 60 koin.(foto: instagram/pisaturismo)

Direktur Teknis OPA Roberto Cela menjelaskan Menara Pisa menjadi studi kasus di pusat salah satu sistem pemantauan paling kompleks di dunia. Berkat kesepakatan antara Kementerian Warisan Budaya Italia dan OPA, para ahli mengintegrasikan pemantauan satelit dengan data yang dikumpulkan di permukaan tanah.

Kemajuan kegiatan pemantauan terestrial dan satelit ini akan dipresentasikan tahun depan, sebagai bagian dari rangkaian acara yang dijadwalkan untuk merayakan ulang tahun menara ke-850.(dgs)

BACA JUGA:

Jadi Tempat Favorit Jungkook BTS, begini Daya Tarik Wisata di Pulau Jeju

#Wisata #Wisata Dunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Indonesia
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Bandara Husein Sastranegara Bandung buka rute baru ke Bandar Lampung dan Palembang mulai Agustus 2026. Wings Air melayani penerbangan langsung dengan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Travel
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Package Visa merupakan inisiatif digital yang mengintegrasikan penerbitan visa wisata secara langsung ke dalam pemesanan paket perjalanan yang telah dikurasi.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Travel
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Beragam aktivitas menarik dapat dinikmati wisatawan dari berbagai kalangan di Candi Prambanan.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Travel
Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya
Setiap panel relief menghadirkan cerita yang sarat akan nilai moral, keagamaan, hingga kebudayaan.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya
Indonesia
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran yang meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023 harus terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Indonesia
Ingin Wisatawan Berkualitas, Imigrasi Minta Evaluasi Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan
Pemberian bebas visa kunjungan tersebut mencakup 8+1 negara antara wilayah Asia Timur dan Selatan seperti Korea Selatan, Jepang, dan India. Kemudian negara di Australia, Selandia Baru
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Ingin Wisatawan Berkualitas, Imigrasi Minta Evaluasi Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan
Bagikan