Menag: Radikalisme Bukan Hanya Bersumber dari Ajaran Agama

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 23 Maret 2015
Menag: Radikalisme Bukan Hanya Bersumber dari Ajaran Agama

Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Twitter @lukmansaifuddin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Politikus Senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin angkat bicara soal berkembangnya wacana gerakan islam radikal yang berkembang ditanah air.

Lukman sendiri menilai munculnya gerakan radikalisme bukan dipicu dari persoalan agama semata. Banyak hal yang bisa menyebabkan tumbuh dan kembanganya gerakan Islam radikal ditanah air, mulai dari persoalan sosial, politik dan rasa keadilan. (Baca: Negara Lembek Hadapi Gerakan Radikal)

"Tentu saja radikalisme tidak hanya bersumber dari agama," kata Lukman seperti dilansir dari situs kemenag.go.id, Jakarta, Senin (23/3).

Lebih lanjut Lukman menambahkan, hingga kini pemerintah terus berupaya keras mengeleminir berkembangnya paham-paham gerakan Islam radikal. Salah satu cara yang ditempuh pemerintah adalah dengan melakukan dialog intensif dengan para pemuka agama, pemimpin pondok pesantren.

"Kami berharap agar guru agama memberikan pelajaran agama sesuai ajaran sesunggungnya," tandas Lukman.

Seperti diberitakan merahputih.com sebelumnya, sudah hampir sebulan publik tanah air dibuat heboh dengan hilangnya belasan Warga Negara Indonesia (WNI) di Turki. Otoritas keamanan tanah air sendiri menduga kuat bahwa belasan WNI tersebut hendak bergabung dengan gerakan Islam radikal ISIS. (Baca: Polsek Beji Tangkap Pembawa 4,76 Gram Ganja)

Kemudian pada Minggu (22/3), Jajaran Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan di kediaman Tuah Febriwansyah do kawasan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Tuah Febriwansyah sendiri diduga kuat terlibat dalam jaringan ISIS. Dari hasil penggeledahan tersebut satuan Densus 88 Antiteror mengamankan 9 buah Hand Phone, uang tunai sebesar Rp 8 juta serta 5.300 Dollar Amerika Serikat, Dokumen paspor dan Laptop. (bhd)

 

#Lukman Hakim Saifuddin #Gerakan Radikal #Menteri Agama
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Pejabat Terima Gratifikasi dan Suap, Menteri Agama: Dosanya Sangat Besar
Dalam Islam, hadiah yang diterima karena jabatan dapat berubah status menjadi gratifikasi yang dilarang.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
Pejabat Terima Gratifikasi dan Suap, Menteri Agama: Dosanya Sangat Besar
Indonesia
Presiden Prabowo Salurkan Seribu Lebih Ekor Sapi pada Momen Idul Adha, Selaras dengan Semangat Kurban
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar buka suara soal Presiden Prabowo Subianto yang menyalurkan lebih dari seribu hewan kurban
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Presiden Prabowo Salurkan Seribu Lebih Ekor Sapi pada Momen Idul Adha, Selaras dengan Semangat Kurban
Indonesia
Maknai Idul Adha, Menteri Agama Sebut Daging Kurban Bentuk Konkret Kepedulian, Berkontribusi Pemenuhan Gizi
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengucapkan selamat Idul Adha 1447 H/2026 Masehi
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Maknai Idul Adha, Menteri Agama Sebut Daging Kurban Bentuk Konkret Kepedulian, Berkontribusi Pemenuhan Gizi
Indonesia
Spirit Idul Adha 1447 H Merawat Alam dan Kemanusiaan, Menag Minta Masjid jangan Kotor setelah Kurban
Tema tahun ini terutama dalam khutbah nanti yakni spirit kurban merawat alam dan kemanusiaan.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Spirit Idul Adha 1447 H Merawat Alam dan Kemanusiaan, Menag Minta Masjid jangan Kotor setelah Kurban
Indonesia
Menteri Agama Sebut Jakarta Kota Paling Rukun Se-Asia Tenggara di Tengah HUT Ke-219 Keuskupan Agung Jakarta
Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengadakan kegiatan 'Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Iman', Sabtu (9/5) merayakan HUT ke-219.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
Menteri Agama Sebut Jakarta Kota Paling Rukun Se-Asia Tenggara di Tengah HUT Ke-219 Keuskupan Agung Jakarta
Indonesia
Menag Nasaruddin Umar Tegas: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan dan Pelecehan di Pesantren
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan zero tolerance terhadap kekerasan di pesantren dan memperkuat pengawasan serta pembinaan lembaga pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
Menag Nasaruddin Umar Tegas: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan dan Pelecehan di Pesantren
Indonesia
Menag Ingatkan Umat Nilai-Nilai Ramadan jangan Sampai Hilang setelah Lebaran 2026
Ramadan merupakan proses pembentukan karakter yang mencakup penguatan nilai kejujuran, keadilan, kebersamaan, dan toleransi.
Dwi Astarini - Rabu, 25 Maret 2026
Menag Ingatkan Umat Nilai-Nilai Ramadan jangan Sampai Hilang setelah Lebaran 2026
Indonesia
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, KPK Pastikan Tak Permanen dan Bisa Dikembalikan ke Penjara
KPK juga menanggapi perbandingan kasus lain, seperti mantan Gubernur Papua Lukas Enembe.
Frengky Aruan - Minggu, 22 Maret 2026
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, KPK Pastikan Tak Permanen dan Bisa Dikembalikan ke Penjara
Indonesia
Ramadan Terasa Spesial karena Berdekatan Hari Besar Agama Lain, Menag Nasaruddin Umar: Hadirkan Energi Positif
"Hari-hari keagamaan yang kita peringati di Republik ini memberikan energi positif untuk menciptakan keluhuran budi pekerti, menciptakan ketenangan batin," kata Menag Nasaruddin Umar
Frengky Aruan - Sabtu, 21 Maret 2026
Ramadan Terasa Spesial karena Berdekatan Hari Besar Agama Lain, Menag Nasaruddin Umar: Hadirkan Energi Positif
Indonesia
Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik, Nasaruddin Umar: Jangan Salahgunakan Wewenang dan Fasilitas Jabatan
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan ASN Kemenag dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik, Nasaruddin Umar: Jangan Salahgunakan Wewenang dan Fasilitas Jabatan
Bagikan