Menag dan Mendagri Beda Pendapat Soal Izin FPI, Pengamat: Ini Tidak Patut

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 01 Desember 2019
Menag dan Mendagri Beda Pendapat Soal Izin FPI, Pengamat: Ini Tidak Patut

Menteri Agama Fachrul Razi (ANTARA/Syaiful Hakim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, perbedaan pendapat antara Menteri Agama Fachrul Razi dengan Mendagri Tito Karnavian soal perpanjangan izin Front Pembela Islam (FPI) adalah bentuk ketidakpatutan. Apalagi, mereka terkesan memiliki kepentingan masing-masing.

Fachrul memberikan ruang untuk perpanjangan, namun Tito cenderung enggan memberikan perpanjangan izin. Tentang beda pendapat itu, kata Ray, Jokowi pernah memberikan pernyataan bahwa tak ada menteri yang mengeluarkan visi-misi.

Baca Juga:

Polemik NKRI Bersyariah, Tito Harusnya Tanya ke FPI

"Ini kok terulang debat di luar," kata Ray kepada merahputih.com di Jakarta, Sabtu (30/11).

Ray Rangkuti. (Foto: MP/Kanugrahan)
Ray Rangkuti. (Foto: MP/Kanugrahan)

Ray mengatakan, Jokowi juga tak tegas apakah akan memperpanjang izin FPI atau tidak.

"Ini yang membuat menteri berbeda soal hal ini. Kadang sudah maju mundur lagi," ungkap Ray.

Ray juga melihat Presiden Jokowi juga tak memberikan arahan yang jelas apakah menerima atau menolaknya.

"Disumbang Pak Jokowi yang arahannya gak jelas apakah memberi izin organisasi seperti FPI atau tidak," imbuh Direktur Lingkar Madani Indonesia ini.

Baca Juga:

Menag Tiba-tiba Melunak soal Pemberian Izin FPI, Pengamat: Sungguh Ironis

Ray melihat, Fachrul Razi seperti terlihat kencang di awal dan menurun saat menjabat.

Logo FPI (Foto: Antara/Istimewa)
Logo FPI (Foto: Antara/Istimewa)

"Ini kayak sandiwara. Dia kenceng soal cingkrang lah, radikalisme lah, majelis taklim juga harus mendaftar. Begitu masuk FPI seperti menurun. Ini bukan khas Menag sebenarnya tapi khas pemimpin kita yang melunak di belakangnya," ungkap Direktur Lingkar Madani Indonesia.

Ray menyebut, seharusnya Fachrul tak perlu agresif dalam memberikan pernyataan jika ujung-ujungnya tak sesuai harapan.

"Jadi santai saja tapi langkah anda jelas," tutup Ray. (Knu)

Baca Juga:

Tak Pernah Bikin Masalah, FPI Heran Baru Sekarang Perizinan Dipersoalkan

#Front Pembela Islam (FPI) #Ray Rangkuti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rizieq Shihab Tantang Prabowo Bubarkan Ormas, Singgung Dugaan Keterlibatan Hercules di Demo 27 Agustus
Rizieq Shihab meminta Presiden Prabowo Subianto membubarkan ormas yang disebutnya beranggotakan preman.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Rizieq Shihab Tantang Prabowo Bubarkan Ormas, Singgung Dugaan Keterlibatan Hercules di Demo 27 Agustus
Indonesia
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Ray mencontohkan kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Indonesia
Pengamat Nilai RUU ASN Hambat Otonomi, Berpotensi Munculkan Konflik Pemerintah Pusat dan Daerah
Wacana perubahan dalam UU ASN tersebut mengusulkan agar kewenangan itu nantinya dapat dikembalikan kepada pemerintah pusat
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Mei 2025
Pengamat Nilai RUU ASN Hambat Otonomi, Berpotensi Munculkan Konflik Pemerintah Pusat dan Daerah
Indonesia
Ray Rangkuti Sebut Wacana Gubernur Ditunjuk Presiden sebagai Ambisi Menempatkan Orang Dekat
Usulan penghapusan Pilkada DKI Jakarta, yang termaktub dalam RUU DKJ menuai polemik.
Frengky Aruan - Senin, 11 Maret 2024
Ray Rangkuti Sebut Wacana Gubernur Ditunjuk Presiden sebagai Ambisi Menempatkan Orang Dekat
Bagikan