Memulai Bulan Kemerdekaan dengan Doa Kebangsaan

Thomas KukuhThomas Kukuh - Sabtu, 03 Agustus 2019
Memulai Bulan Kemerdekaan dengan Doa Kebangsaan

Presiden Joko Widodo bersama pemuka agama saat menggelar Doa Kebangsaan. (ist for MP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mengawali bulan Agustus yang juga merupakan bulan kemerdekaan, Presiden Joko Widodo menggelar Doa Kebangsaan di halaman Istana Negara, Kamis (1/8) lalu. Dalam acara tersebut, Jokowi mengajak semua masyarakat Indonesia untuk mempererat persatuan dan tali persaudaraan.

“Potensi besar bangsa Indonesia dimulai dari adanya rasa persatuan, rasa persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air,” kata Jokowi.

Dalam acara tersebut Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan sejumlah tokoh Islam. Di antaranya KH. Solahuddin Wahid, KH. Mustofa Aqil, Habib Muhammad Luthfi, Prof. Dr. Jimly Assiddiqie, Gus Muwafiq, Sekjen Muhammadiyah Abdul Mufti, KH. Masudi, dan lainnya.

Selain itu hadir pula para tokoh lintas agama. Di antaranya Uskup Agung Mgr. Ign. Suharyo, Ketua PHDI Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Permabudhi Arief Harsono dan Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo.

Doa kebangsaan
Suasana Doa Kebangsaan di Istana Negara beberapa waktu lalu. (Ist for MP)

Ketua Umum MATAKIN Budi S. Tanuwibowo mengatakan bahwa acara semacam ini sangatlah penting. Terutama mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius, seperti tercermin dalam Pembukaan UUD 45. Dimnana di pembukaan UUD 45 itu disebutkan dengan jelas bahwa kemerdekaan Indonesia adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

“Karena rahmatNya yang begitu besar dan indah, acara Doa Kebangsaan yang melibatkan seluruh tokoh lintas agama juga menjadi ajang pembuktian bahwa perbedaan agama tidak membuat kita terpecah dan terbelah, melainkan tetap rukun bersatu dalam kebersamaan yang harmonis,” kata Budi.

Karena, lanjut Budi, tantangan ke depan sangatlah berat. Bangsa yang tidak mampu berkompetisi akan tergilas oleh kemajuan.

“Maka, agama-agama selain menjadi benteng moral juga harus mampu memberi landasan kokoh bagi kemajuan zaman dan peradaban, terutama dalam hal membangun karakter manusia yang lurus, maju dan sekaligus tidak mudah goyah oleh tantangan zaman,” kata dia.

#Joko Widodo #Matakin
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Beredar informasi yang menyebut, pembuat ijazah Jokowi muncul ke publik dan membuat pengakuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Indonesia
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Polda Metro Jaya mengungkapkan syarat utama yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, sehingga restorative justice Rismon Sianipar bisa terpenuhi
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Indonesia
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu memberikan Rp 50 miliar untuk restorative justice. Ia mengatakan, hal tersebut tak masuk akal.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Jokowi melarang Purbaya membangun program Koperasi Merah Putih karena lebih baik anggarannya diberikan kepada rakyat.
Frengky Aruan - Rabu, 08 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Buang Anggaran, Jokowi Tidak Setuju Program Koperasi Merah Putih
Indonesia
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Dalam situasi normal, perjalanan udara Beirut menuju Jakarta memakan waktu minimal 17 jam
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel
Indonesia
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Politisi dari Fraksi PKS ini menekankan bahwa narasi "inisiatif DPR" tidak bisa berdiri sendiri
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Mentahkan Pernyataan Jokowi, DPR Pastikan Tim Pemerintah Hadir Saat Pembahasan UU KPK
Bagikan