Memulai Bulan Kemerdekaan dengan Doa Kebangsaan
Presiden Joko Widodo bersama pemuka agama saat menggelar Doa Kebangsaan. (ist for MP)
MerahPutih.com - Mengawali bulan Agustus yang juga merupakan bulan kemerdekaan, Presiden Joko Widodo menggelar Doa Kebangsaan di halaman Istana Negara, Kamis (1/8) lalu. Dalam acara tersebut, Jokowi mengajak semua masyarakat Indonesia untuk mempererat persatuan dan tali persaudaraan.
“Potensi besar bangsa Indonesia dimulai dari adanya rasa persatuan, rasa persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air,” kata Jokowi.
Dalam acara tersebut Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan sejumlah tokoh Islam. Di antaranya KH. Solahuddin Wahid, KH. Mustofa Aqil, Habib Muhammad Luthfi, Prof. Dr. Jimly Assiddiqie, Gus Muwafiq, Sekjen Muhammadiyah Abdul Mufti, KH. Masudi, dan lainnya.
Selain itu hadir pula para tokoh lintas agama. Di antaranya Uskup Agung Mgr. Ign. Suharyo, Ketua PHDI Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Permabudhi Arief Harsono dan Ketua Umum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo.
Ketua Umum MATAKIN Budi S. Tanuwibowo mengatakan bahwa acara semacam ini sangatlah penting. Terutama mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius, seperti tercermin dalam Pembukaan UUD 45. Dimnana di pembukaan UUD 45 itu disebutkan dengan jelas bahwa kemerdekaan Indonesia adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
“Karena rahmatNya yang begitu besar dan indah, acara Doa Kebangsaan yang melibatkan seluruh tokoh lintas agama juga menjadi ajang pembuktian bahwa perbedaan agama tidak membuat kita terpecah dan terbelah, melainkan tetap rukun bersatu dalam kebersamaan yang harmonis,” kata Budi.
Karena, lanjut Budi, tantangan ke depan sangatlah berat. Bangsa yang tidak mampu berkompetisi akan tergilas oleh kemajuan.
“Maka, agama-agama selain menjadi benteng moral juga harus mampu memberi landasan kokoh bagi kemajuan zaman dan peradaban, terutama dalam hal membangun karakter manusia yang lurus, maju dan sekaligus tidak mudah goyah oleh tantangan zaman,” kata dia.
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba