Memelihara Kecoak Bisa Jadi Mata Pencaharian di Jepang
Siapa sangka budidaya kecoa bisa memberikan penghasilan tambahan yang tinggi di Jepang. (Foto: Unsplash/Robert Thiemann)
KEBANYAKAN orang mungkin takut dengan kecoak, terlebih bila kecoak itu terbang, rasanya kita ingin buru-buru lari menghindarinya. Namun, siapa sangka, di Jepang, melakukan budidaya kecoak bisa memberikan penghasilan tambahan yang lumayan.
Pada edisi 21-28 Maret 2023, Majalah Spa asal Negeri Sakura memberikan info sekaligus rekomendasi untuk pembacanya, bahwa orang bisa mendapatkan tambahan JPY 2 juta atau setara Rp 227 juta rupiah per tahun dengan berinvestasi di peternakan kecoak.
Kecoak yang dimaksud bukanlah jenis berwarna cokelat yang biasa berkeliaran di dapur rumah, tetapi kecoak Dubia alias kecoak bintik oranye, kecoak bintik Guyana, atau kecoa kayu Argentina. Ketiganya adalah spesies kecoak yang bisa tumbuh sampai berukuran 40-45mm.
Baca juga:
Canggih, Kecoak Dimodifikasi Jadi Penolong di Lokasi Bencana
View this post on Instagram
"Sejak tahun 2016, impor kadal dan reptil bersisik lainnya yang dijual sebagai hewan peliharaan meningkat hampir tiga kali lipat. Bersamaan dengan itu, permintaan jangkrik, kecoak, dan serangga lain untuk pakan mereka turut meningkat," kata YouTuber sekaligus peternak kecoak Mutsuki Abe, seperti dilansir JapanToday.
Abe yang sebelumnya memiliki usaha sharing house, beralih ke peternakan kecoak sebagai usaha sampingan dan bersedia berbagi detail bisnisnya dengan pembaca Spa.
"Saya memulai penjualan dari Februari tahun 2023, dan menjual 4.500 kecoak pada bulan pertama, dan memperoleh JPY 45 ribu (Rp 5 juta)," katanya kepada majalah tersebut. "Pada tingkat ini jika permintaan tetap stabil, saya memperkirakan akan bisa menjual sekitar JPY 600 ribu (Rp 68 juta)," lanjutnya.
Menurut Abe, untuk terjun ke bisnis tersebut, seseorang bisa memulainya dengan membeli 100 ekor kecoak dari peternak atau toko hewan peliharaan dengan harga sekitar JPY 1.800 (Rp 204 ribu). Mereka dapat diberi makan pakan ayam biasa, dan pastikan juga kamu memiliki satu kamar ekstra untuk mereka.
Baca juga:
"Mereka membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mencapai kedewasaan, tetapi ada juga permintaan untuk serangga yang lebih kecil, yang diminati untuk bahan pakan reptil kecil. Mereka tidak dapat memanjat dinding bagian dalam dari wadah plastik tempat saya menyimpannya, dan tidak dapat terbang terlalu jauh, jadi tidak perlu takut mereka kabur," jelasnya.
Biasanya Abe menjual kecoak miliknya melalui Yahoo Auction mulai di harga JPY 1.500 untuk 100 kecoak. "Saya mengirimkannya dalam baki telur yang dimasukkan ke dalam kotak melalui pengiriman parsel Kuro Neko, yang diberi label Makanan Hewan Peliharaan,” katanya.
Namun, tentu saja bisnis gokiburi juga memiliki beberapa risiko. Abe menjelaskan bahwa beberapa pihak pengiriman juga takut dengan kecoak sehingga mereka tidak tahan mengambil kotak pengiriman dan memasukkannya ke dalam tas plastik, meskipun mengenakan sarung tangan pelindung.
"Siapa pun yang memilih untuk terjun ke bisnis gokiburi harus memiliki tangan yang mantap dan perut yang kuat", candanya. (dsh)
Baca juga:
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Indonesia Segera Dapat Kapal Baru dari Jepang, Datang di 2027
Gempa M6,4 Guncang Jepang Barat, Paksa Kereta Cepat Shinkansen Berhenti
Jepang Cabut Imbauan Megaquake, Minta Warga Tetap Waspada Sepekan setelah Gempa Magnitudo 7,5
Perburuan Rusa di Taman Nasional Komodo Berujung Baku Tembak, 3 Pemburu Liar Ditangkap
ONE OR EIGHT Rilis 'GATHER Limited Edition', Merchandise Spesial Sambut Mini Album Baru
Pemerintah Jepang Ingatkan Kemungkinan Gempa Besar dalam 1 Pekan Mendatang
14 Gempa Susulan Hantam Prefektur Aomori Jepang, Peringatan Tsunami Sudah Dicabut
Gempa Magnitude 7,6 Guncang Wilayah Timur Laut Jepang, 7 Orang Terluka dan 90 Ribu Penduduk Dievakuasi
China Kerahkan 100 Kapal AL Imbas Pernyataan Kontroversial PM Jepang
Album Baru Awich 'Okinawan Wuman' Usung Misi Persatuan Hip-Hop Global