Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Wisata Indonesia

Melihat Kumpulan Rusa Menggemaskan di Gedung Negara Cirebon

P Suryo RP Suryo R - Senin, 16 Desember 2019
Melihat Kumpulan Rusa Menggemaskan di Gedung Negara Cirebon

Rusa-rusa yang ada di Gedung Negara mengundang banyak warga datang di sore hari. (Foto: MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JALAN-jalan di sore hari tentunya bisa melepas rasa penat setelah bekerja seharian. Apalagi, dilakukan bersama keluarga atau orang yang disayang. Tempatnya pun bisa di mana saja, entah itu di mall, pantai, pinggir jalan, taman, dan lain-lain.

Di Kota Cirebon sendiri, terdapat spot unik yang pas ketika menikmati suasana sore hari, yakni di halaman Gedung Negara Cirebon, Krucuk Kota Cirebon. Di sini, terdapat sekumpulan rusa tutul yang dikembangbiakkan.


Baca Juga:

Stres Bisa Muncul saat Berlibur, Hadapi dengan Trik Ini

rusa
Rusa-rusa yang ada di Gedung Negara Cirebon. (Foto: MP/Mauritz)

Rusa-rusa tersebut berada di komplek halaman Kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah III Cirebon atau dikenal juga dengan Gedung Negara Cirebon. yang beralamat Jalan Siliwangi, Krucuk Kota Cirebon. Di lahan sekitar 200 meter persegi serta dikelilingi pagar ini, rusa-rusa tersebut bisa berteduh di pohon mangga yang rindang dan juga rumput yang hijau.

Dari kulit rusa tersebut, terdapat bintik-bintik berwarna putih. Hal ini mengingatkan tentang rusa yang berada di Istana Presiden di Kota Bogor. Sehingga, rusa tersebut kerap dinamakan Rusa Tutul.

Hal tersebut memang wajar, karena rusa-rusa tersebut memang pindahan atau kiriman dari yang berada di Istana Presiden di Bogor.

Menurut salah satu warga yang kebetulan datang ke situ, Nurul (41) asal Cangkring Kota Cirebon menjelaskan, dia bersama anaknya Kirana (6) sengaja datang ke tempat tersebut karena untuk jalan-jalan di sore hari.


Baca Juga:

Kera Jelmaan Santri Munafik di Cirebon

cirebon
Saat sore hari tempat ini menjadi destinasi wisata dadakan. (Foto: MP/Mauritz)

"Ke sini untuk lihat rusa tutul aja mas, karena anak ingin lihat," jelasnya, Sabtu (16/12/2019) sore.

Di sini, Nurul beserta sang anak juga bisa memberikan pakan rusa tutul berupa sayuran kangkung atau wortel, yang dijual oleh para pedagang dadakan yang ada di sekitar area taman rusa. Kangkung tersebut dibanderol dengan harga Rp 1.000, sedangkan wortelnya Rp 2.000.

Tingginya antusiasme warga untuk melihat rusa di Gedung Negara, tidak berbanding dengan tempat yang disediakan. Berdasarkan pantauan, warga tidak diperkenankan untuk memasuki areal halaman Gedung Negara untuk melihat rusa. Sehingga, warga terpaksa melihat rusa dari trotoar yang berbatasan langsung dengan pagar tempat rusa berada.

Selain itu, juga tidak terdapat lahan parkir yang memadai sehingga banyak kendaraan warga yang terparkir di pinggir jalan raya, sehingga mengakibatkan kemacetan di jalan raya. Apalagi, wilayah Krucuk cukup ramai kendaraan jika memasuki sore hari.

Meskipun begitu, tempat ini sangat cocok buat dijadikan sebagai spot jalan-jalan di sore hari. Bahkan ketika bulan puasa, tempat ini cukup ramai didatangi sekadar untuk ngabuburit. (*)

Baca Juga:

Melancong di Musim Liburan, Perhatikan Hal Ini


Tulisan dari Mauritz kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

#Cirebon #Kota Cirebon
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Jaringan produsen kosmetik ilegal mengandung merkuri yang dijual melalui sejumlah akun TikTok digerebek Bareskrim di Cirebon, Jawa Barat. Empat orang diamankan, termasuk pemilik akun TikTok.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Profesor BRIN Perkirakan Ukuran Meteor Cirebon 3-5 Meter, Pastikan Tidak Berbahaya
Thomas menegaskan fenomena meteor di Cirebon itu tidak menimbulkan bahaya, apalagi kemungkinan lokasi jatuhnya di Laut Jawa.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Oktober 2025
Profesor BRIN Perkirakan Ukuran Meteor Cirebon 3-5 Meter, Pastikan Tidak Berbahaya
Indonesia
Pastikan Bukan Fenomena Hujan Meteor, BRIN Imbau Warga Cirebon Tidak Perlu Panik
Dentuman keras yang menggegerkan warga Cirebon, Minggu malam (5/10) berasal dari meteor berukuran besar.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Oktober 2025
Pastikan Bukan Fenomena Hujan Meteor, BRIN Imbau Warga Cirebon Tidak Perlu Panik
Indonesia
BRIN Pastikan Meteor yang Lewati Cirebon Jatuh di Laut Jawa
Dentuman keras yang terdengar oleh warga merupakan efek gelombang kejut saat meteor memasuki lapisan atmosfer yang lebih rendah.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Oktober 2025
BRIN Pastikan Meteor yang Lewati Cirebon Jatuh di Laut Jawa
Fun
Meteor Jatuh di Cirebon 5 Oktober 2025: Warga Dengar Dentuman Keras
meteor Warga Cirebon digemparkan cahaya terang dan suara dentuman keras pada Minggu, 5 Oktober 2025. Diduga meteor jatuh, BMKG dan BPBD masih menyelidiki sumber fenomena.
ImanK - Minggu, 05 Oktober 2025
Meteor Jatuh di Cirebon 5 Oktober 2025: Warga Dengar Dentuman Keras
Indonesia
Gagal Kerja di Pabrik Mobil Listrik, Puluhan Warga Cirebon Terlantar Jalan Kaki dari Subang
Awalnya, mereka dijanjikan bekerja di proyek pabrik mobil listrik yang membutuhkan sekitar 30 orang
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Juni 2025
Gagal Kerja di Pabrik Mobil Listrik, Puluhan Warga Cirebon Terlantar Jalan Kaki dari Subang
Indonesia
Imbas Tragedi Gunung Kuda, Cirebon Tanggap Darurat Longsor Hingga 6 Juni
Terbaru, BNPB mengkonfirmasi penemuan satu jenazah korban hari ini
Wisnu Cipto - Senin, 02 Juni 2025
Imbas Tragedi Gunung Kuda, Cirebon Tanggap Darurat Longsor Hingga 6 Juni
Berita
Fakta-Fakta Longsor di Gunung Kuda Cirebon, Aktivitas Tambang Dihentikan
Musibah longsor terjadi di kawasan pertambangan Galian C Gunung Kuda, yang berada di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat, 30 Mei 2025 sekitar pukul 10.00 WIB
ImanK - Jumat, 30 Mei 2025
Fakta-Fakta Longsor di Gunung Kuda Cirebon, Aktivitas Tambang Dihentikan
Indonesia
Mitigasi 10 Titik Rawan Bencana di Jalur Cirebon Selama Mudik Lebaran, KAI Sebar AMUS di Tepi Rel
Sepanjang jalur rel Cirebon terdapat 6 titik rawan banjir dan 4 titik rawan longsor.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Maret 2025
Mitigasi 10 Titik Rawan Bencana di Jalur Cirebon Selama Mudik Lebaran, KAI Sebar AMUS di Tepi Rel
Bagikan