Melantangkan Suara Generasi Muda lewat Kampanye Be Seen Be Heard

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 13 Mei 2022
Melantangkan Suara Generasi Muda lewat Kampanye Be Seen Be Heard

Kampanye Be Seen Be Heard bertujuan melantangkan aspirasi anak muda di bidang publik. (foto: pexels-andrea-piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT ini, hampir setengah dari populasi dunia berusia di bawah 30 tahun. Sayangnya, berdasar data yang dirilis Inter-Parliamentary Union, hanya 2,6 persen dari mereka yang duduk di parlemen di seluruh dunia.

Sejalan dengan fakta itu, data dari REIGN Dataset mengungkap usia rata-rata pemimpin dunia sekarang ialah 62 tahun. Dari semua parlemen di dunia, 37 persen sama sekali tidak memiliki satu pun anggota parlemen di bawah usia 30 tahun dan kurang dari 1 persen anggota parlemen muda ini ialah perempuan.

BACA JUGA:

Rawat Bumi Mulai dari Hal Sepele

Hal itulah yang membuat jutaan kaum muda saat ini hilang dari sektor publik. Padahal, dengan krisis iklim, konflik global, dan ketidaksetaraan generasi yang kian tajam, pendapat, perspektif, serta representasi kaum muda di saat sekarang sangat dibutuhkan.

Kaum muda berhak untuk dilibatkan dalam keputusan-keputusan politik yang berpengaruh kepada mereka. Namun, banyak sekali rintangan yang menghalangi mereka untuk berpartisipasi. Oleh karena itu, The Body Shop dan Kantor Utusan Pemuda Sekretaris Jenderal PBB berkolaborasi untuk mengubah kondisi ini melalui kampanye global Be Seen Be Heard yang bertujuan melantangkan suara kaum muda di sektor publik.

the bodyshop indonesia

The Body Shop bekerja sama dengan Utusan Sekretaris Jenderal PBB untuk Pemuda meluncurkan kampanye global ‘Be Seen Be Heard’ , Rabu, 11 Mei 2022 waktu setempat di Kantor Pusat PBB di New York City. Dari kiri ke kanan: Samson Itodo, Gina Martin, Jayathma Wickramanayake, Chris Davis. (Foto: Joel Sheakoski, Joel S Photo)

“Posisi kami jelas. Masalah-masalah yang ada di dunia tidak bisa diselesaikan orang yang sama dan kerap membuat keputusan yang sama pula,” ujar CEO The Body Shop David Boynton dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com, Kamis (12/5). Ia mengatakan, sejak didirikan Anita Roddick pada 1976, The Body Shop telah mengampanyekan berbagai isu keadilan sosial dan lingkungan. Hal itu berangkat dari kepercayaan bahwa bisnis-bisnis global punya tanggung jawab terhadap komunitas tempat mereka beroperasi.

“Selama sejarah kami melakukan berbagai kampanye, The Body Shop telah menghasilkan perubahan langsung dalam inisiatif legislatif terbaru maupun perubahan kebijakan di lebih dari 24 negara sejak 1990,” imbuhnya.

Boynton menjelaskan kampanye Be Seen Be Heard bermula dari keinginan untuk menciptakan dunia yang lebih adil bagi kaum muda. “Bersama dengan Kantor Utusan Pemuda Sekretaris Jenderal PBB, kami ingin mengemban misi yang kami ucapkan tersebut,” tegasnya.

youth
Kaum muda juga berhak didengar. (foto: pexels-shvets-production)

Utusan Sekretaris Jenderal PBB untuk Pemuda Jayathma Wickramanayake mengatakan kaum muda telah secara jelas melakukan berbagai macam kegiatan aktivisme di jalan-jalan, dalam sektor kemasyarakatan, dan di platform media sosial. “Itu makin membuktikan bahwa kaum muda sangat peduli terhadap perubahan yang transformatif untuk menciptakan masyarakat yang lebih setara, adil, dan berkelanjutan,” jelas Wickramanayake.

Kolaborasi antara The Body Shop dan Kantor Utusan Pemuda Sekretaris Jenderal PBB bermakna bahwa kaum muda dan para pemangku kepentingan lainnya akan dapat terlibat dalam kampanye ini melalui banyak cara. Kampanye tingkat lokal akan melibatkan kemitraan dengan organisasi-organisasi nonpemerintah dengan fokus atau di bawah kepemimpinan kaum muda dan/atau melalui petisi-petisi maupun kegiatan lainnya.

Kampanye ini diluncurkan secara global pada Mei 2022 dan akan terus berjalan hingga pertengahan 2025. Kampanye ini akan disuarakan di lebih dari 75 negara yang meliputi 6 benua.

Untuk kamu kaum muda yang ingin tahu lebih banyak mengenai kampanye ini, silakan kunjungi https://www.thebodyshop.co.id/about-us/activism.html.(dwi)

#Gaya Hidup #Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
“Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
Lifestyle
Begini Pentingnya Komunitas Wellness Bagi Perempuan, Bangun Percaya Diri
Veronica Tan menyoroti pentingnya tersedianya ruang bagi masyarakat, terutama perempuan, untuk aktif menjaga kesehatan sekaligus membangun komunitas yang saling menguatkan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Begini Pentingnya Komunitas Wellness Bagi Perempuan, Bangun Percaya Diri
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Berita Foto
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP - GPI) Khoirul Amin menyampaikan pernyataan sikap dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (25l6/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Nyatakan Sikap, Gerakan Pemuda Islam Tolak Aksi yang Memecah Belah
Indonesia
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Advokat Prabu Sutisna mengimbau tokoh publik lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu polemik di masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Olahraga
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Hukuman masa lalu tersebut jatuh setelah sejumlah pemain berpose menggunakan spanduk politik serupa menjelang laga persahabatan melawan Slovenia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA Akibat Bentangkan Spanduk Politik Kontroversial Usai Kalahkan Inggris
Indonesia
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
KPK mengungkap dugaan intervensi politik dalam kasus outsourcing di Pemkab Pekalongan. Pegawai outsourcing disebut diduga diarahkan mendukung Fadia Arafiq dalam pilkada.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
KPK Ungkap Dugaan Intervensi Politik Fadia Arafiq dalam Kasus Outsourcing Pemkab Pekalongan
Indonesia
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Putusan MK soal kewajiban 30 persen caleg perempuan mendapat dukungan dari Sufmi Dasco Ahmad. DPR memastikan aturan tersebut akan masuk dalam revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Isu reshuffle Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin santer terdengar.
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat: Qodari Geser, Hasan Nasbi Kembali Masuk
Indonesia
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Ketua IM57+ Institute periode 2021-2024 ini menilai, usulan KPK tersebut memiliki dasar yang kuat, baik secara teori maupun praktik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulan Mantan Pegawai KPK, Dukung Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi
Bagikan