Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Milad ke-71, Jusuf Kalla: Semoga Lebih Bijaksana

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 23 Januari 2018
Megawati Milad ke-71, Jusuf Kalla: Semoga Lebih Bijaksana

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan harapan dan doanya kepada presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri yang berulang tahun ke-71.

"Selamat untuk bu Mega, tokoh politik yang sangat berpengaruh dalam bangsa ini. Semoga lebih bijaksana dengan bertambahnya umur," kata Wapres Kalla saat memberikan pernyataan pers di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (23/1).

Wapres Kalla turut hadir dalam perayaan ulang tahun Megawati di gelaran Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat, dengan menyelenggarakan pertunjukan teater berlakon 'Satyam Eva Jayati'.

Jusuf Kalla menilai sosok Megawati sebagai seorang yang berpendirian teguh dan memiliki prinsip. Sehingga sifat tersebut yang menjadikan putri pertama Sukarno tersebut menjadi politikus yang disegani banyak orang.

"Kenapa dia sangat dihormati? Itu karena dia menjalani dengan teguh, punya prinsip pokok. Walaupun tidak banyak berbicara, tapi pendiriannya teguh," kata Kalla.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merayakan ulang tahun ke-71 dengan menggelar pertunjukkan teater berjudul 'Satyam Eva Jayate' di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Selasa.

"Acara ini saya ambil dengan judul 'Satyam Eva Jayate' yaitu peristiwa abad ke-13, tepatnya tahun 1296 ketika seorang Raden Wijaya. Sudah sampai situ saja nanti mudah-mudahan akan mencari apa toh maksudnya karena tentu tidak akan tahu, nanti setelah mengetahui jalan ceritanya," kata Megawati saat memberikan sambutan.

Hadir dalam pertunjukkan tersebut Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan wakil presiden Try Sutrisno, Budiono, para menteri Kabinet Kerja, para kepala daerah dan fungsionaris PDI Perjuangan.

"Alhamdulilah dengan bantuan teman-teman, walau dengan berat hati tidak bisa semua bisa diundang. Mohon maaf sebesar-besarnya karena yang meminta undangan kalau saya yang membuat acara pasti terjual habis tiketnya karena di sini ada pak Jokowi, pak Kalla, para menteri," ujarnya. (*)

#Wapres Jusuf Kalla #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Bagikan