Megawati Dukung Pemerintah Angkat Bidan PTT Jadi PNS

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 07 Mei 2018
Megawati Dukung Pemerintah Angkat Bidan PTT Jadi PNS

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat peluncuran dan peringatan 63 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (17/4). (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri mendukung pemerintahan Jokowi-JK mengangkat Bidan dan Dokter yang bersatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini disampaikan Megawati terkait Hari Bidan Internasional atau International Midwives' Day (IMD) yang diperingati setiap 5 Mei.

Ketua Umum DPP PDIP ini mengatakan, bidan merupakan Srikandi perkasa, yang memiliki peran luar biasa dalam kehidupan, khususnya di bidang kesehatan. Para bidan membantu kelahiran di seluruh Indonesia. Setidaknya terdapat 60 persen dari jumlah ibu yang proses persalinan dibantu oleh bidan.

"Mereka bertugas hingga desa-desa terpencil dan sangat terpencil. Sudah semestinya pemerintah juga memperhatikan nasib para bidan. Salah satunya, status kerja yang pasti bagi mereka yang menjadi ujung tombak kesehatan," kata Mega dalam siaran pers yang diterima, Minggu (6/5).

Mega mengapresiasi dan berterima kasih atas langkah Pemerintah Jokowi-JK, khususnya Menteri Kesehatan RI yang telah mengangkat 39.000 ribu Bidan dan Dokter yang bersatus PTT (Pegawai Tidak Tetap) SK Kemenkes menjadi PNS pada 21 Februari 2017. Namun demikian, katanya, masih terdapat 4.153 Bidan dan Dokter PTT Kemenkes yang Belum mendapat kepastian ditambah 68 dokter umum dan dokter gigi. Mega mengaku mendapat informasi, ribuan bidan itu tidak diangkat menjadi PNS karena usia mereka sudah di atas 35 tahun.

Ketua Pengaraah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (ist)

"Di berbagai kesempatan saya selalu katakan, mereka “tua” dalam pengabdian. Pengangkatan menjadi Pegawai Tetap Negara untuk profesi-profesi Pekerja Pelayan Publik harus memperhitungkan pula pengabdian dan kebutuhan negara atas kehadiran mereka yang menjadi garda terdepan dijalankannya program-program Pemerintah. Di hari Bidan Internasional ini, saya nyatakan mendukung Pemerintah Jokowi-JK untuk mengangkat tenaga kesehatan, termasuk para Bidan berusia 35 tahun ke atas untuk menjadi PNS," tegasnya.

Dikatakan, Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Indonesia memang mengalami penurunan. Tahun 2015, tercatat 4999 orang/1000 kelahiran. Tahun 2016, sejumlah 4912/1000 kelahiran. Tahun 2017, menjadi 1712/1000 kelahiran. Dengan demikian, rata-rata sekitar 305 ibu meninggal dari setiap 100 ribu kelahiran setiap tahunnya, padahal target MDGs minimal 102 per 100 ribu kelahiran. Ditegaskan, memperjuangkan AKI tidak dapat dipisahkan dengan perbaikan nasib para bidan itu sendiri. Salah satunya adalah status kerja yang pasti bagi mereka yang menjadi ujung tombak kesehatan.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/12). (ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

"Saya percaya, kualitas kerja yang optimal dari Pekerja Pelayan Publik, termasuk di Bidang Kesehatan, lahir dari sistem yang berkeadilan. Untuk anak-anakku tercinta, Bidan di seluruh Indonesia, selamat Hari Bidan Internasional. Teruslah bekerja dengan semangat pengabdian bagi negara," katanya.

Mega memaparkan, Hari Bidan Sedunia diperingati untuk menghormati jasa para bidan yang pada tahun 1987 mengadakan International Confederation of Midwives (ICM) Conference di Belanda. Misi dari ICM itu sendiri adalah mengakomodasi aspirasi bidan di seluruh dunia dalam perjuangan membantu persalinan, menyelamatkan ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan, di mana pun mereka berada.

Dunia mengakui perjuangan para Bidan dalam membantu menyelamatkan ibu melahirkan dan bayinya, serta memberikan pendampingan kesehatan ibu pasca melahirkan dan balita. Profesi Bidan sangat penting dalam keberlangsungan hidup umat manusia. Sehingga pada Hari Bidan Internasional 2018, dunia menetapkan tema: "Midwives leading the way with quality care”. (pon)

#Megawati Soekarnoputri #Bidan PTT #Hari Dokter Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Bagikan