MerahPutih.Com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan, partainya menerapkan proses seleksi yang ketat sebelum memilih pemimpin yang akan diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang.
Menurut puteri Proklamator Soekarno ini, dirinya selaku Ketua Umum harus menguji secara hati-hati dengan mendengarkan aspirasi rakyat dan mempertimbangan saran serta usulan dari seluru kader partai.
"Memang untuk menelaah mencari untuk 171 pemimpin yang akan di ajukan oleh PDIP itu, ternyata susah juga. Belum lagi melihat sosok orangnya dan melihat hasil fit and proper test nya," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara pengumuman calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11).
Megawati menegaskan, setiap keputusan yang diambil oleh partai berlambang banteng itu selalu dilandasi oleh penilaian objektif dan rasional. Sehingga, perlu dilakukan pengujian yang mendalam terhadap sosok yang mendaftar ke PDIP.
"Itu yang membuat ternyata tak mudah. Saya katakan pada diri saya sendiri bukan subjektif tapi objektif, jadi tak ada like or dislike (menentukan paslon)," tegas Presiden kelima RI ini.
Selain itu, sambung Megawati, calon kepala daerah yang diusung PDIP harus berpengalaman di legislatif. Karena itu, seleksi yang dilakukan partainya dengan melihat kapabilitas termasuk track record selama menjalani karir politik.
"Saya ditanya ibu kalau milih pemimpin antara lain dasarnya apa? Kalau seorang masuk politik mau jadi eksekutif kalau menurut saya yang malang-melintang paling tidak minimum dia jadi anggota DPR. Apa DPRD II, DPRD I apa pusat. Karena mitranya pasti pemerintah-pemerintah daerah juga tingkat kabupaten kota," tandasnya.
"Sebagai Ketum kemenangan ini bukan untuk orang itu semata. Kemenangan bagi partai PDIP. Karena sekarang faktornya banyak sekali, selain orangnya, lalu lihat keinginan rakyat aspirasinya bagaimana," pungkasnya.(Pon)