Media Sosial Bisa Picu Seseorang Jadi Intoleran dan Radikal

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 16 November 2019
 Media Sosial Bisa Picu Seseorang Jadi Intoleran dan Radikal

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengingatkan bahaya media sosial (medsos) bagi masyarakat salah satunya mempengaruhi seseorang untuk menjadi intoleran lantaran konten-konten negatif.

Hal tersebut disampaikannya dalan diskusi peringatan Hari Toleransi Internasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11).

Baca Juga:

Sosok Irjen Gatot Eddy: Moncer di Satgas Nusantara Berujung Kapolda Metro Jaya

"Media sosial, kita nggak bisa meredam, tidak bisa memfilter, apapun bisa dilakukan dari media. Bagaimana orang itu bisa intoleran belajar dari medsos, bagaimana orang itu menjadi radikal itu belajar dari medsos," ujar Gatot.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono sebut media sosial pengaruhi seseorang bisa jadi intoleran
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Foto: MP/Kanu

Gatot menyebut, sementara dulu orang-orang menyebarkan paham radikal melalui cara pertemuan atau diskusi, kata dia, kini itu bisa disebarkan lewat medsos, seperti jaringan teroris.

"Bisa dibayangkan, saya ambil contoh kasus Abu Zee," kata Gatot.

Ia menyebut, kelompok ini berada di 8 provinsi tersebar, mereka mengatakan paham itu melalui media sosial dalam Telegram.

"Seorang anggota polisi, itu ada 2 orang anggota polwan, juga ikut bagian daripada itu. Bahkan dia siap menjadi seorang pengantin," katanya.

Baca Juga:

Diisukan Jadi Kapolri, Ini Reaksi Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy

Menurut Gatot, Medsos di satu sisi menjadi hal yang positif, tapi pada sisi lain menjadi hal yang negatif. Hal-hal negatif itu, kata dia, perlu diantisipasi dalam membangun toleransi.

"Banyak langkah-langkah yang harus kita lakukan tentunya apakah melalui pendidikan, pemahaman toleransi mungkin dari masa-masa kecilnya," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Irjen Gatot Dinilai Tepat Jadi Kabareskrim

#Kapolda Metro Jaya #Media Sosial #Kasus Intoleransi #Kaum Radikal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polda Metro Jaya dan FWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
5 Jurnalis dan 3 kru kapal hilang saat meliput erupsi Anak Krakatau. Simak momen haru doa bersama Polda Metro Jaya dan update pencarian tim SAR gabungan di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 September 2026
Polda Metro Jaya dan FWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Dunia
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Efektivitas larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia menjadi pertanyaan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Dunia
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
Selandia Baru telah mengkaji rencana pelarangan media sosial selama lebih dari setahun.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
ShowBiz
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Pertumbuhan pendengar podcast di Indonesia menunjukkan potensi yang besar.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Dunia
Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Persidangan ini akan menguji tuduhan empat negara bagian tersebut bahwa Meta merancang Facebook dan Instagram agar bersifat adiktif bagi anak-anak dan remaja.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
 Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Fun
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Instagram memperbarui logo teks setelah sekitar 10 tahun. Desain baru tampil lebih bersih dan modern, dengan bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Indonesia
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Kualitas panggilan video ditingkatkan melalui fitur QuickHD yang memungkinkan video berkualitas tinggi ditampilkan sejak awal panggilan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Sejumlah platform media sosial dikenakan pajak baru oleh Komdigi. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Indonesia
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
BPJS Kesehatan menegaskan tidak ada kebijakan penggantian atau reimburse biaya transportasi pasien rujukan. Simak klarifikasi resmi terkait informasi viral di Threads.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
Bagikan