MerahPutih.com - Media Iran mengkonfirmasi kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini seperti dilaporkan Aljazeera.
Kematian pemimpin revolusi Iran itu sebelumnya disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sang pemimpin tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat di Teheran.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei,” kata Donald Trump dalam unggahan akun X The White House.
Iran saat itu mengatakan bahwa pemimpinnya masih memimpin dengan tegas di lapangan.
Baca juga:
Presiden AS Donald Trump Nyatakan Kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei
Media Iran terbaru juga melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei tewas.
Kantor Berita Fars seperti dijelaskan Aljazeera melaporkan bahwa pemerintah telah menetapkan 40 hari masa berkabung nasional menyusul pembunuhan Khamenei. Pemerintah juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.
“Seperti yang telah kami umumkan sebelumnya, pembunuhan Khamenei diumumkan melalui media pemerintah Iran, tetapi tidak ada detail seputar pembunuhan tersebut yang diumumkan,” tulis Aljazeera.
Kepala Pentagon Pete Hegseth lewat akun X menjelaskan bahwa Iran sedang menanggung konsekuensi setelah menolak kesepakatan. Iran sebelumnya dilaporkan menolak tuntutan terkait program nuklirnya.
“Rezim Iran memiliki kesempatan, namun menolak untuk membuat kesepakatan — dan sekarang mereka menanggung konsekuensinya.”
"Selama hampir lima puluh tahun, Iran telah menargetkan dan membunuh warga Amerika, selalu mencari senjata paling ampuh di dunia untuk memajukan tujuan radikal mereka. Tadi malam, tidak seperti presiden sebelumnya, Presiden Trump mulai menangani kanker ini.”
Ia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak memulai konflik, namun mencoba mengakhiri seperti yang ditulisnya, Minggu (1/3) pagi WIB. (*)