MAKAN cepat tidak membantu Anda sama sekali, malah membuat Anda terjebak dalam masalah. Penelitaian tahun 2008 selama lima tahun oleh kardiologis, Dr. Takayuki Yamaji dari Hiroshima University, menemukan bahwa 80-an orang dari penelitiannya itu terindikasi sindrom metabolik. Ini berhubungan dengan kecepatan makan mereka.
Pun seperti yang dituliskan dalam laman Times Health, American Heart Association mengatakan sudah seharusnya orang makan dengan lambat. Sebab dengan demikian menghindarkan dari obesitas dan sindrom metabolik. Penyakit itu cenderung mengarah pada stroke, sakit hantung dan diabetes.
Seperti yang dikatakan oleh Dr. Nieca Goldberg jubir American Heart Association, menyebutkan bahwa orang yang makan cepat cenderung makan lebih banyak dan tidak tahu apa yang dimakan.
Sedangkan orang yang makan dengan lambat mengetahui makanan yang masuk ke mulutnya, mengunyah dengan baik dan membantu sistem pencernaan bekerja dengan baik.
Golberg menambahkan bahwa makan itu paling tidak harusnya 30 menit. Sebaiknya makan di area yang memang untuk makan, seperti ruang makan, bukan di meja kerja atau di depan komputer. (psr)