Kesehatan

Mau Kurus? Jangan Makan Cepat

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 16 November 2017
Mau Kurus? Jangan Makan Cepat

Makan cepat mengarah pada obesitas. (Foto: eatthis)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MAKAN cepat tidak membantu Anda sama sekali, malah membuat Anda terjebak dalam masalah. Penelitaian tahun 2008 selama lima tahun oleh kardiologis, Dr. Takayuki Yamaji dari Hiroshima University, menemukan bahwa 80-an orang dari penelitiannya itu terindikasi sindrom metabolik. Ini berhubungan dengan kecepatan makan mereka.

Pun seperti yang dituliskan dalam laman Times Health, American Heart Association mengatakan sudah seharusnya orang makan dengan lambat. Sebab dengan demikian menghindarkan dari obesitas dan sindrom metabolik. Penyakit itu cenderung mengarah pada stroke, sakit hantung dan diabetes.

Seperti yang dikatakan oleh Dr. Nieca Goldberg jubir American Heart Association, menyebutkan bahwa orang yang makan cepat cenderung makan lebih banyak dan tidak tahu apa yang dimakan.

Sedangkan orang yang makan dengan lambat mengetahui makanan yang masuk ke mulutnya, mengunyah dengan baik dan membantu sistem pencernaan bekerja dengan baik.

Golberg menambahkan bahwa makan itu paling tidak harusnya 30 menit. Sebaiknya makan di area yang memang untuk makan, seperti ruang makan, bukan di meja kerja atau di depan komputer. (psr)

#Obesitas
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Kampanye Gerakan Batasi GGL Jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam media brifieng jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Didik Setiawan - Selasa, 03 Maret 2026
Kampanye Gerakan Batasi GGL Jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Indonesia
579 Ribu Orang Jakarta Obesitas, Saatnya Pemerintah Gencarkan Kampanye Kurangi Gula
Masyarakat banyak mengonsumsi makanan serta minuman yang mengandung kadar lemak, gula, dan garam tinggi.
Dwi Astarini - Rabu, 05 November 2025
579 Ribu Orang Jakarta Obesitas, Saatnya Pemerintah Gencarkan Kampanye Kurangi Gula
Indonesia
62 Persen ASN Pemprov DKI Obesitas, Dinkes Juga Buka Data Hipertensi, Diabetes hingga Kejiwaan
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, angka tersebut hasil pemeriksaan kesehatan ASN DKI pada 2024.
Frengky Aruan - Jumat, 18 Juli 2025
62 Persen ASN Pemprov DKI Obesitas, Dinkes Juga Buka Data Hipertensi, Diabetes hingga Kejiwaan
Lifestyle
50 Persen Perempuan Ikut Cek Kesehatan Gratis Alami Obesitas Sentral, Jika Tidak Ditangani Bisa Alami Stroke
Obesitas sentral, dihitung berdasarkan pengukuran lingkar pinggang, yakni >90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk perempuan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Juni 2025
50 Persen Perempuan Ikut Cek Kesehatan Gratis Alami Obesitas Sentral, Jika Tidak Ditangani Bisa Alami Stroke
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis Terbanyak Temukan Warga Alami Gangguan Mata Akibat Gadget, Kedua Obesitas
Ada dua masalah kesehatan utama yang mayoritas ditemukan saat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Februari 2025
Cek Kesehatan Gratis Terbanyak Temukan Warga Alami Gangguan Mata Akibat Gadget, Kedua Obesitas
Dunia
China Perangi Obesitas dengan Inisiatif Diet dan Gaya Hidup Sehat
NHC merilis seperangkat pedoman diet baru yang menawarkan saran terkait dengan pilihan makanan.
Dwi Astarini - Rabu, 25 September 2024
China Perangi Obesitas dengan Inisiatif Diet dan Gaya Hidup Sehat
Indonesia
Ayah dan Ibu Ingat! Kelebihan Berat Badan Pada Bayi Berpotensi Terkena Penyakit Degeneratif
Cilok bagus asalkan diisi ikan atau telur. Makan cilok bisa ciloko (celaka) kalau tidak betul-betul tahu isinya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juli 2024
Ayah dan Ibu Ingat! Kelebihan Berat Badan Pada Bayi Berpotensi Terkena Penyakit Degeneratif
Lifestyle
Penderita Obesitas tak Bisa Serta-Merta Melakukan Body Contouring
Ada ketentuan yang berlaku.
Dwi Astarini - Sabtu, 29 Juni 2024
Penderita Obesitas tak Bisa Serta-Merta Melakukan Body Contouring
Lifestyle
Ini Pilihan Yang Bisa Dilakukan Hilangkan Tumpukan Lemak dan Kulit Bergelambir
Pasien dengan kondisi kulit bergelambir, umumnya mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas karena pola gerak yang terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Juni 2024
Ini Pilihan Yang Bisa Dilakukan Hilangkan Tumpukan Lemak dan Kulit Bergelambir
Lifestyle
Penderita Obesitas Sangat Berisiko Alami Migrain Kronis
Penderita migran dengan BB normal memiliki peluang 3 persen menjadi penderita kronis dalam 1 tahun
Angga Yudha Pratama - Kamis, 13 Juni 2024
Penderita Obesitas Sangat Berisiko Alami Migrain Kronis
Bagikan