Kesehatan

Mata Bukan Hanya Indah harus Sehat juga

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 02 Maret 2022
Mata Bukan Hanya Indah harus Sehat juga

Pentingnya untuk menjaga kesehatan mata dalam kegiatan sehari-hari (Pexels/Min An)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAWAT kesehatan mata tentunya sangat penting. Ini berhubungan dengan indra penglihatan yang sangat penting. Sangat penting untuk menjaga kesehatan mata, bahkan jika kamu saat ini memiliki mata yang sehat.

Seiring bertambahnya usia tentunya kamu akan mengalami perubahan kesehatan pada mata seperti kesulitan membedakan warna, menyesuaikan diri dengan dengan silau, dan mengalami rabun dekat atau rabun jauh. Namun ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mata. Bersumber dari pinkvilla, inilah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga penglihatan mata.

Baca Juga:

Teh Menawarkan Efek Menenangkan

Nutrisi

mata
Makanan seimbang memiliki banyak manfaat untuk tubuh (Foto: Pexels/Ella Olsson)


Makanan yang tinggi antioksidan seperti vitamin A dan C seperti sayuran berdaun hijau dan ikan bisa kamu masukkan ke dalam bagian makanan diet. Karena ikan berlemak seperti salmon memiliki kandungan asam lemak omega 3 esensial yang penting untuk menjaga kesehatan makula, bagian mata yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral.

Tidur nyenyak

mata
Jaga kualitas tidur akan memperkuat kekebalan tubuh (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)


Mendapatkan waktu tidur yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan mata. Jika kamu mendapatkan tidur yang cukup kamu akan merasakan banyak perbedaan. Kamu akan terlihat hebat, memiliki kinerja yang baik. Tidak hanya itu tidur malam yang baik memiliki keuntungan lain, yaitu mendorong pertumbuhan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga:

Penelitian: Makanan Ini Dapat Memperpanjang Umurmu


Kacamata hitam

mata
Kacamata hitam bukan hnya untuk gaya tapi juga untuk menghalau sinar UV. (Foto: Pexels/Le Minh)


Cara terbaik untuk menajga kesehatan mata adalah menggunakan kacamata hitam yang dapat melindungi mata dari sinar UV matahari. Terlalu banyak terkena paparan sinar UV matahari dapat menimbulkan potensi terkena katarak. Saat memutuskan untuk membeli kacamata, pastikan kacamata tersebut menawarkan perlindungan UVA dan UVB 99-100%.


Hindari menyentuh mata terlalu sering

mata
Menyentuh area mata terlalu sering dapat menyebabkan infeksi. (Foto: Pexels/Darya Sannikova)


Salah satu hal yang paling penting adalah hindari untuk menyentuh area mata terlalu sering jika tidak diperlukan. Jika memang kamu terpaksa untuk menyentuh area mata pastikan bahwa tanganmu sudah benar-benar bersih. Area tangan banyak kuman dan bakteri yang hidup dan bisa saja masuk ke area mata sehingga menyebabkan infeksi seperti konjungtivitis bakteri. Salah satu cara orang tertular virus tersebut adalah karena terlalu sering mengucek mata. (pid)

Baca Juga:

Mengenal Hipertensi Jas Putih, Tekanan Darah Tinggi saat Bertemu Dokter

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan