Masyarakat Sangat Jenuh Dengan Perang Dingin SBY-Megawati, Kini Menggembirakan

Thomas KukuhThomas Kukuh - Jumat, 18 Agustus 2017
Masyarakat Sangat Jenuh Dengan Perang Dingin SBY-Megawati, Kini Menggembirakan

Presiden Jokowi (ketiga kiri) dan Wapres Jusuf Kalla (keempat kanan) berfoto bersama (dari kiri) mantan Presiden (ANTARA FOTO/Agus Suparto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 72 dianggap membawa keberkahan tersendiri untuk bangsa Indonesia. Pasalnya, kedua tokoh bangsa yang selama ini “bertikai” dipertemukan dalam satu momen sakral di Istana Negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, menanggapi pertemuan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di momen HUT RI kemarin.

"Sesuatu yang menggembirakan karena "permusuhan" kedua tokoh ini kan sudah lama terjadi dan itu bukan rahasia umum. Tapi, Agustus 2017 ini membawa berkah," ujar Ujang saat dihubungi di Jakarta, (18/8).

Ujang menilai, pertemuan Megawati dan SBY berimplikasi positif terhadap Indonesia. Pasalnya, kedua tokoh nasional tersebut dapat mencari solusi bersama untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

"Karena kalau nanti mereka bertikai lagi masyarakat sudah sangat jenuh. Masyarakat sedang sulit kok elitnya berkonflik terus. Jadi (pertemuan Mega-SBY) sesuatu yang bagus dan menggembirakan," tandas Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Menurut Ujang, sikap kenegarawanan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Ketua Umum Partai Demokrat itu dapat dijadikan teladan yang baik bagi masyarakat.

"Jadi masyarakat seluruh Indonesia menanti seberapa besar pemimpin kita mempunyai jiwa kenegarawanan itu. Kemarin, dibuktikan mereka bisa dianggap jadi teladan bagi masyarakat dan generasi politik yang muda," pungkas Ujang.

Diketahui, kedua tokoh nasional itu tidak pernah berada dalam satu acara. Terakhir kali keduanya bertemu saat meninggalnya suami Megawati, Taufiq Kiemas pada 2013, di mana SBY menjadi pemimpin upacara penghormatan kepada Ketua MPR tersebut.

Sejak lengser dari presiden RI SBY tidak pernah datang ke Istana dalam peringatan HUT RI sementara Megawati selama dua tahun berturut-turut selalu hadir. Pada acara dialog kebangsaan yang dilakukan LIPI awal pekan ini, di mana Megawati dan SBY menjadi pembicaranya, keduanya tidak bertemu. SBY baru datang setelah Megawati pergi. (Pon)

#Megawati Soekarnoputri #SBY #HUT RI Ke-72
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
Presiden Ke-6 SBY Dipastikan Tidak Ikut Upacara HUT RI di Istana, Ungkap Permintaan Maaf
SBY mengatakan hingga akhir Agustus 2026 dirinya masih berada di Rochester untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mayo Clinic sebagai tindak lanjut setelah menjalani operasi prostat pada 2021.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Presiden Ke-6 SBY Dipastikan Tidak Ikut Upacara HUT RI di Istana, Ungkap Permintaan Maaf
Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Bagikan