Masyarakat Papua Diminta Bersatu Kawal Revisi UU Otonomi Khusus

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 25 Juni 2021
Masyarakat Papua Diminta Bersatu Kawal Revisi UU Otonomi Khusus

Pembentangan bendera Merah Putih oleh pemuda Papua di bibir pantai Hamadi-Holtekamp, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (15/8) (ANTARA / Alfian Rumagit)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seluruh masyarakat di tanah Papua diminta bersatu untuk memiliki gagasan yang sama terkait Revisi Undang-Undang Otonomi Khusus yang saat ini sedang dibahas DPR RI dan pemerintah. Demikian disampaikan anggota DPR Provinsi Papua Boy Markus Dawir.

Boy juga meminta para Kepala daerah dan anggota DPR dari 29 kabupaten/kota 'bersiaga' penuh mengawal Revisi Otsus agar betul-betul menjawab aspirasi terdalam orang asli Papua.

Baca Juga:

Dugaan Potensi Abuse of Power Menguat Dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

"Mengapa kita harus siaga mengawal revisi ini? Ya karena ini adalah momentumnya ketika kita bicara soal nasib Papua untuk 25 tahun ke depan," kata Boy dalam keterangannya, Kamis (24/6).

"Jika kita lengah, tidak siaga atau jalan sendiri-sendiri maka kita mungkin tidak akan banyak berbuat untuk kepentingan orang asli Papua sekarang dan generasi yang akan datang," sambung dia.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Papua itu menegaskan, revisi UU Otsus harus dikawal penuh pasal demi pasal untuk menghindari gejolak di masyarakat yang selama ini ada.

"Saya ajak terutama agar para kepala daerah dan anggota DPRD di 29 daerah se-tanah Papua agar sama-sama membangun komunikasi dengan pemerintah dan DPR RI sehingga revisi ini bukan produk asal jadi tapi betul-betul menjawab aspirasi terdalam orang-orang asli Papua," ujarnya.

Pembentangan bendera Merah Putih oleh pemuda Papua di bibir pantai Hamadi-Holtekamp, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (15/8) (ANTARA / Alfian Rumagit)

Menurut Boy, para kepala daerah, Bupati dan Wali Kota serta DPRD Kabupaten se-tanah Papua punya kepentingan dengan revisi UU Otsus ini. Sebab, pemberlakuan kekhususan itu bukan hanya di tingkat provinsi tetapi juga Kabupaten/kota.

"Bukan hanya itu, aspirasi lain adalah Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota dan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota/Kabupaten harus diduduki oleh orang asli Papua. Inilah kenapa kami minta agar Para Bupati ini harus kawal Revisi ini secara serius," beber dia.

Selain itu, Boy mengungkapkan catatan penting terkait Revisi Otsus yakni menyangkut definisi Orang Asli Papua. Menurut dia, orang asli Papua adalah suku-suku rumpun ras Melanesia yang ada di tanah Papua.

"Jika defenisi lama ada tambahan frasa dan yang 'diangkat oleh suku setempat itu kita hapus. Jadi orang asli Papua adalah suku-suku rumpun ras Melanesia yang ada di tanah Papua. Titik," tegas Boy.

Baca Juga:

Kota Bandung Masuki Zona Kritis COVID-19

Dalam konteks ini, kata dia, semua pemimpin dan tokoh masyarakat serta tokoh adat dan tokoh agama di seluruh Papua harus bersatu mengawal Revisi UU Otsus.

"Sekali lagi karena ini adalah momentumnya maka itu kita harus bersatu. Jika kita melewatkan momentum ini maka apa yang kita perjuangkan untuk orang asli Papua akan sia-sia. Kami ingatkan kembali agar para kepala daerah, Bupati dan Walikota se tanah Papua ayo kawal ini secara bersama," pungkasnya. (Pon)

#PON Papua #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan