Kesehatan

Masyarakat Keluhkan Rasa Pusing setelah Gempa Garut, ini Alasannya

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 29 April 2024
Masyarakat Keluhkan Rasa Pusing setelah Gempa Garut, ini Alasannya

Gempa bumi memang bisa menyebabkan pusing. (Foto: Unsplash/Sander Sammy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM – GEMPA bumi berkekuatan 6,5 magnitudo melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tak hanya berdampak pada bangunan, gempa juga membuat sebagian masyarakat mengeluhkan rasa pusing setelah gempa tersebut.

Tidak hanya di kawasan Garut, warga di wilayah lain yang ikut merasa guncangan gempa itu juga mengeluhkan kondisi yang sama. Dalam unggahan akun X milik @infoBMKG, Senin (29/4), warganet ramai memberikan komentar dengan berbagai situasi. “Gue kira vertigo gue kambuh nyatanya bukan,” ujar pemilik akun @slu***.

Seperti dikabarkan The Japan Times, salah satu efek yang terjadi akibat gempa bumi ialah adanya rasa pusing. Jika kamu pusing atau merasa seperti tanah bergerak saat gempa berakhir, ahli menyarankan untuk mengatasinya sama seperti mengatasi mabuk perjalanan. Hal itu disebabkan kedua kondisi itu memiliki kesamaan.

Baca juga:

Saat Gempa, Begini Cara Mengamankan Diri

Kamu tidak perlu khawatir, karena rasa pusing itu mungkin muncul disebabkan adanya stres. Kecemasan mungkin muncul pada mereka belum pernah mengalami gempa bumi sebelumnya.

The Telegraph, dikutip Halodoc, menyebut pusing yang dirasakan setelah gempa terjadi karena tubuh kehilangan keseimbangan. Hal itu terjadi karena otak berusaha menangkap sinyal yang tiba-tiba dari tubuh terguncang, tapi beberapa indra seperti telinga dan kulit nyatanya tidak terpengaruh oleh guncangan tersebut. Kondisi itulah yang membuat otak bingung dan rasa pusing timbul sebagai dampaknya.

Beberapa orang bahkan mungkin merasa kondisi tersebut biasanya masih bertahan untuk beberapa saat setelah gempa terjadi. Oleh karena itu, untuk menguranginya, kamu bisa diam sejenak dan merilekskan tubuh seperti duduk dan pejamkan mata.(chn)

Baca juga:

Aktivitas kegempaan Gunung Ile Lewotolok Meningkat Selama Sepekan

#Kesehatan #Gempa Bumi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi pada Selasa pukul 04.40 WIB atau 05.40 WITA.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Simak kronologi lengkap bencana gempa M 6,1 yang merenggut nyawa warga lansia di Kodi Utara Sumba.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan