Masyarakat Eropa Masih Rasakan Inflasi Tinggi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Juni 2023
Masyarakat Eropa Masih Rasakan Inflasi Tinggi

Pergerakan indeks CAC di Bursa Efek Paris, Prancis. ANTARA/Reuters/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Masyarakat Uni Eropa atau di zona euro masih mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Walaupun inflasi di zona euro berkurang pada Mei.

Pada Mei tercatat, inflasi sebesar 6,1 persen masih jauh di atas target Bank Sentra Eropa atau ECB sebesar 2,0 persen untuk stabilitas.

Baca Juga:

Tingkat Inflasi Mulai Melemah

ECB telah menaikkan suku bunga utama tujuh kali berturut-turut dengan total 3,75 poin persentase.

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut, yang menegaskan kembali komitmen ECB untuk memerangi inflasi yang bertahan tinggi.

Pada sidang Komite Urusan Ekonomi dan Moneter Parlemen Eropa, Christine Lagarde, menggarisbawahi dan memastikan stabilitas harga adalah tanggung jawab ECB.

ECB, kata ia, akan memastikan bahwa suku bunga kebijakan akan dibawa ke tingkat yang cukup ketat untuk mencapai pengembalian inflasi yang tepat waktu ke target jangka menengah 2,0 persen, katanya.

Menurut beberapa kepala bank sentral, kenaikan lebih lanjut sebesar seperempat persentase poin kemungkinan akan terjadi pada 15 Juni.

Presiden Bundesbank Jerman Joachim Nagel mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

"Belum pasti puncak suku bunga akan tercapai pada awal musim panas ini," katanya.

Kepala bank sentral Irlandia Gabriel Makhlouf mengantisipasi pengetatan lebih lanjut pada Juni dan Juli, mengingat tekanan harga yang sedang berlangsung di kawasan euro.

"Di luar itu, menurut saya gambarannya kurang jelas," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Airlangga Apresiasi Sinergi TPIP-TPID Kendalikan Inflasi Ramadan dan Idul Fitri 2023

#Inflasi #Uni Eropa #Pemulihan Ekonomi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Indonesia
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak ini adalah cabai merah, bawang merah, tomat, beras dan sawi hijau.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Harga Beras Bikin Inflasi di Bulan Mei, Inflasi Tahunan 3,08 Persen
Dunia
Uni Eropa Bekukan Aset 4 Lembaga Israel, Terbukti Pelanggar HAM Berat di Tepi Barat
Uni Eropa resmi menjatuhkan sanksi terhadap 4 lembaga Israel dan pimpinannya atas pelanggaran HAM di Tepi Barat. Sanksi meliputi pembekuan aset dan larangan perjalanan ke negara anggota Uni Eropa.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Uni Eropa Bekukan Aset 4 Lembaga Israel, Terbukti Pelanggar HAM Berat di Tepi Barat
Indonesia
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Google menyatakan bersedia bekerja sama dengan regulator, namun menganggap banyak tuntutan tersebut justru kontraproduktif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Indonesia
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi tetap 5,7% dan inflasi terkendali dalam kisaran sasaran pemerintah.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Indonesia
Kepala Daerah Diperintahkan Antisipasi Gejolak Ekonomi Akibat Geopolitik Global
Mendagri memaparkan bahwa sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan tertinggi pada periode ini.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Kepala Daerah Diperintahkan Antisipasi Gejolak Ekonomi Akibat Geopolitik Global
Indonesia
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama
Ekonom Ferry Latuhihin memprediksi rupiah berpotensi tembus Rp18.000 per dolar AS akibat kenaikan yield obligasi AS, harga minyak dunia, dan sentimen investor.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Ekonom Prediksi USD Bisa Tembus Rp 18.000, Yield Obligasi AS Jadi Pemicu Utama
Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menekan perajin tahu dan tempe. DPR soroti lonjakan harga kedelai impor hingga ancaman inflasi dan daya beli masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Rupiah Melemah, Perajin Tahu-Tempe Kelabakan Hadapi Lonjakan Harga Kedelai
Dunia
Trump Ultimatum Uni Eropa, Ancam Tarif Dagang Naik Lagi 4 Juli!
Presiden AS Donald Trump beri tenggat hingga 4 Juli bagi Uni Eropa untuk memenuhi komitmen dagang.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Trump Ultimatum Uni Eropa, Ancam Tarif Dagang Naik Lagi 4 Juli!
Indonesia
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Rusia menegaskan tetap memasok minyak ke Indonesia sesuai perjanjian meski menghadapi sanksi Uni Eropa.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Bagikan