Masih Banyak Masker Tak Ber-SNI yang Dijual dengan Harga Mahal

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 04 Maret 2020
Masih Banyak Masker Tak Ber-SNI yang Dijual dengan Harga Mahal

Polda Metro Jaya sidak penjualan masker di Pasar Pramuka. (Foto: MP/Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Aparat Polda Metro Jaya menyidak toko-toko penjual masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Polisi turun langsung mengecek peredaran masker di pasar dipimpin Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan dan Diresnarkoba Kombes Herry Heryawam.

Mayoritas penjual masker di pasar itu mengaku menjual masker seharga Rp200 hingga Rp250 ribu per dus. Selain menanyakan harga, polisi juga mengecek masker yang dijual di sana, apakah memenuhi standar atau tidak.

Baca Juga:

600 Ribu Masker Ilegal Berbahaya Untuk Corona Diproduksi di Tangerang

Ternyata, ada salah satu toko yang menjual masker yang tidak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI). Tidak ada penyaring antivirus di masker tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memaparkan, masih banyak masker tidak berstandar SNI beredar dan dijual di pasaran.

"Ada beberapa yang kita temukan tidak ada SNI atau standar dari dinkes. Ini nanti dari tim akan menyelidiki karena kita kemarin sudah membongkar satu pabrik pembuatan yang ini (masker ilegal)," ungkap Yusri.

Ekspos kasus penggerebekan pabrik masker di kawasan  Cilincing Jakarta Utara,  pada Jumat (28/2/2020). ANTARA/FIanda Rassat
Ekspos kasus penggerebekan pabrik masker di kawasan Cilincing Jakarta Utara, pada Jumat (28/2/2020). ANTARA/FIanda Rassat

Yusri kemudian memberikan sampel masker yang dijual dari di pasar itu. Masker itu ternyata tidak memiliki antivirus seperti masker yang berstandar SNI.

"Fungsinya ini tidak ada, ini cuma dua lapis aja fungsinya hanya untuk hilangkan debu saja. Tetapi untuk masker bedah yang ada itu, ada antivirus dit engah-tengah ini yang berlaku sampai tiga jam itu yang paling rendah," kata Yusri.

Baca Juga:

Polisi Bongkar Penimbunan Masker oleh Sebuah Perusahaan Cargo di Jakarta Barat

Menurut Yusri, polisi telah mengeluarkan surat edaran pada kelompok pedagang di beberapa pasar di Jakarta. Salah satu poin pentingnya meminta pedagang hanya memberi jatah lima kotak untuk seorang pembeli masker.

Sedangkan Diresnarkoba Kombes Herry Heryawam meminta pedagang kompak menjaga stabilitas harga dengan menolak produk tidak terstandardisasi.

“Dulu tidak pernah ada yang seperti ini (produk tanpa standard) kan? Harusnya pedagang di sini kompak, apalagi jika sales (pemasok) memasang harga mahal,” kata Herry. (Knu)

Baca Juga:

Habis Akibat Corona, Warga Terdampak Abu Vulkanik Gunung Merapi Sulit Dapat Masker

#Virus Corona #Masker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Tidur dengan Masker Menempel di Wajah tak Membuat Kulit Lebih Sehat Malah Merugikan, Pantang Dilakukan Nih
Malah bikin kulit jadi kering loh.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Maret 2025
Tidur dengan Masker Menempel di Wajah tak Membuat Kulit Lebih Sehat Malah Merugikan, Pantang Dilakukan Nih
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Indonesia
Sekda DKI Instruksikan Lurah Ajak Warga kembali Pakai Masker Hadapi Polusi Udara
Hal itu tertuang dalam Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2023 tentang Upaya Percepatan Penurunan Tingkat Pencemaran Udara Sekda Provinsi DKI Jakarta.
Mula Akmal - Selasa, 05 September 2023
Sekda DKI Instruksikan Lurah Ajak Warga kembali Pakai Masker Hadapi Polusi Udara
Bagikan