Marak Bully Pengeroyokan di Sekolah, Anies Bakal Bentuk Gugusan Pencegahan Kekerasan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 11 April 2019
Marak Bully Pengeroyokan di Sekolah, Anies Bakal Bentuk Gugusan Pencegahan Kekerasan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Kantornya (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus perundungan disertai penganiayaan di lingkungan sekolah tengah menjadi sorotan di masyakarat. Salah satunya kasus penganiayaan terhadap AY (14) oleh 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat.

Maraknya perkara perundungan di dunia pendidikan membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal membentuk Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai Gugusan Pencegahan Kekerasan di sekolah. Gugus tersebut terdiri dari orang tua, murid, guru, tokoh pendidikan, dan pemerintah.

Gugusan ini jadi penting sebagai bentuk pencegahan untuk meminimalisasi terjadinya praktik perundungan disertai kekerasan di sekolah.

Adapun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menerbitkan peraturan atau Permendikbud No 82 tahun 2015. Di mana dalam Permendikbud itu mengharuskan setiap sekolah membentuk gugusan pencegahan kekerasan.

"Peraturan Gubernur, mengenai pembentukan Gugus Pencegahan Kekerasan di sekolah sedang di pro susun sebetulnya. Sudah ada peraturan menterinya, Menteri Pendidikan, yang terkait dengan itu," kata Anies di Jakarta, Kamis (11/4).

Ilustrasi (Foto: learnsafe)

Anies menuturkan dengan adanya Permendikbud itu setiap dunia pendidikan harus memiliki Gugusan Pencegahan Kekerasan.

"Di setiap kota kabupaten harus memiliki tim pencegahan kekerasan di tiap kota. Jadi setiap kota harus punya, itu sudah peraturannya. Kemudian di tingkat sekolah juga ada," tutur dia.

Selama ini, kata dia, sebelum ada peraturan Permendikbud itu masalahan kekerasan di sekolah diselesaikan oleh adat, di diamkan dan bahkan dibawah keranah hukum sebagai tindak pidana.

"Tapi tidak dianggap sebagai masalah pendidikan," tutupnya. (Asp)

#Kasus Perundungan #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolda Metro Dorong Siswa Korban Perundungan Berani Lapor dan Minta Tolong
Anak-anak juga diminta tidak ikut mengejek korban dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Kapolda Metro Dorong Siswa Korban Perundungan Berani Lapor dan Minta Tolong
Indonesia
Viral Terbongkar Perundungan Mahasiswa Baru di Asrama Telkom University, 2 Pelaku Kena DO
Telkom University resmi bertindak tegas usai kasus perundungan maba di asrama terbongkar. Pelaku di-DO dan pengawasan senior resident disiagakan 24 jam!
Wisnu Cipto - Senin, 12 Oktober 2026
 Viral Terbongkar Perundungan Mahasiswa Baru di Asrama Telkom University, 2 Pelaku Kena DO
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Pelajar MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom di Sekolahnya Diduga Korban Bullying hingga Kerap Menyendiri
R mengalami masalah psikologis karena perundungan, ia merupakan korban tindakan teman-temannya.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pelajar MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom di Sekolahnya Diduga Korban Bullying hingga Kerap Menyendiri
Indonesia
Beri Motivasi Siswa Korban Bully, Prabowo: Sekarang Presiden pun Sering Diejek
Presiden Prabowo Subianto motivasi siswa korban bully di Bali. Ia menekankan keteguhan hati, sopan santun, dan semangat belajar meski berasal dari keluarga kurang mampu.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
 Beri Motivasi Siswa Korban Bully, Prabowo: Sekarang Presiden pun Sering Diejek
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Tiga anggota intel kodim itu mengaku sebelumnya menghadiri rapat pemantauan wilayah dan hendak makan siang di Soto Mbok Giyem. .
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
Progam Dokter Spesialis Mata Unsri Dibekukan Imbas Kasus Bully, Korban Nyaris Bunuh Diri
Selama program dihentikan, RSUP M. Hoesin dan FK Unsri diminta menghentikan seluruh praktik perundungan serta melaporkan kepada pimpinan masing-masing.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Progam Dokter Spesialis Mata Unsri Dibekukan Imbas Kasus Bully, Korban Nyaris Bunuh Diri
Bagikan