Mantan Kepala BAIS: Kaum Radikal Hanya Dimanfaatkan

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 13 Desember 2017
Mantan Kepala BAIS: Kaum Radikal Hanya Dimanfaatkan

Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Laksamana Muda (Purn) Soleman B Ponto. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Laksamana Muda (Purn) Soleman B Ponto menilai aksi radikalisasi dalam politik yang belakangan muncul merupakan salah satu cara untuk meraup dukungan.

Menurutnya, kaum radikal hanya dimanfaatkan sebagai alat pendesak untuk memaksakan kehendak oleh kelompok tertentu.

"Radikal ini adalah salah satu cara untuk mendapat pendukung. Digunakan sebagai alat untuk memaksakan," ujarnya saat mengisi diskusi 'Kemana Arah Kaum Radikal di Pilpres 2019' di bilangan Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).

Ponto menuturkan, di Pilpres 2019 mendatang, kaum radikal pasti akan menggunakan isu yang sama untuk menjatuhkan lawan.

"Untuk menuju pilpres, harus ada dukungan. Harus mendapat dukungan, harus ada penyatu untuk mendapat seiya sekata. Isunya tidak jauh dari agama dan PKI," kata dia.

Untuk itu dia berharap ada metode khusus untuk memberikan penyadaran bagi pemilih di Pilpres mendatang, jika kita masih ingin melihat Indonesia dalam naungan Pancasila dan UUD 1945.

"Kalau kita ingin 2019 nanti masih ada indonesia seperti sekarang, mari kita tetap mempertahankan atau memilih yang dapat menjaga indonesia tetap berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," imbaunya. (Fdi)

#Partai Komunis Indonesia (PKI) #Keberagaman
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Tak Pandang Bulu, Pramono Tegaskan Monas Terbuka untuk Semua Acara Keagamaan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, bahwa Monas terbuka untuk menggelar semua acara keagamaan.
Soffi Amira - Minggu, 07 September 2025
Tak Pandang Bulu, Pramono Tegaskan Monas Terbuka untuk Semua Acara Keagamaan
Indonesia
Kecerdasan Buatan Bisa Tawarkan Cara Pandang Agama Secara Inklusif Untuk Solidaritas Sosial
Dengan memahami agama sebagai bagian dari dinamika budaya, maka ajaran-ajaran moralnya dapat diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 17 Februari 2025
Kecerdasan Buatan Bisa Tawarkan Cara Pandang Agama Secara Inklusif Untuk Solidaritas Sosial
Indonesia
Paus Fransiskus Teken Deklarasi Istiqlal Bersama para Tokoh Agama, ini 4 Poinnya
Deklarasi Bersama ini dilatari adanya krisis global.
Dwi Astarini - Kamis, 05 September 2024
Paus Fransiskus Teken Deklarasi Istiqlal Bersama para Tokoh Agama, ini 4 Poinnya
Berita Foto
Jelang Kedatangan Paus Fransiskus, Unika Atma Jaya Gelar Seminar Bertajuk Agama dan Keyakinan
Romo Franz Magnis-Suseno SJ (kedua kanan) menyampaikan gagasan didampingi Inayah Wahid, Agustinus Prasentyantoko, dan Sukidi dalam Seminar nasional bertajuk 'Agama & Kemanusiaan' di Unika Atmajaya, Jakarta, Rabu (28/8/2024).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Agustus 2024
Jelang Kedatangan Paus Fransiskus, Unika Atma Jaya Gelar Seminar Bertajuk Agama dan Keyakinan
Indonesia
Ribuan Orang Difasilitasi Ganti Identitas KTP Agama Jadi Penghayat Kepercayaan
Festival Budaya Spiritual yang kali pertama diselenggarakan di Kota Solo Minggu-Kamis (16-20/7) bertujuan mengangkat gerakan dan membangun kesadaran diri para penghayat kepercayaan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Juli 2023
Ribuan Orang Difasilitasi Ganti Identitas KTP Agama Jadi Penghayat Kepercayaan
Indonesia
Megawati Sebut Tak Logis Bung Karno Dianggap Berkolaborasi dengan PKI
"Dia presiden seumur hidup dibilang mau melakukan tindakan (makar), padahal PKI kan mau mengambil kekuasaan. Logis apa ngga? Menurut saya ngga," ujarnya.
Andika Pratama - Sabtu, 20 Mei 2023
Megawati Sebut Tak Logis Bung Karno Dianggap Berkolaborasi dengan PKI
Dunia
Wapres Paparkan Keberagaman Indonesia di Universita Kyoto
Wakil Presiden akan meresmikan satu masjid di Jepang, ini adalah salah satu masjid yang terbesar di Jepang namanya Masjid Istiqlal.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Maret 2023
Wapres Paparkan Keberagaman Indonesia di Universita Kyoto
Bagikan