Mangkir Panggilan Penyidik, Fransiska Tuding Sandiaga Berlindung di Balik Jabatan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 07 Februari 2018
Mangkir Panggilan Penyidik, Fransiska Tuding Sandiaga Berlindung di Balik Jabatan

Sandiaga Uno (tengah) di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/1). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno batal memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Sandi beralasan, ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan.

Hal itu pun membuat pelapor, Fransiska Kumalawati merasa kecewa karena Sandiaga dinilai semena-mena tak memenuhi undangan penyidik. Sandi juga dituding menggunakan fasilitas negara untuk menghadapi kasus pribadinya.

"Wah enak ya sudah jadi pejabat setiap dipanggil, diminta keterangannya kalau bosan langsung minta tunda. Ini urusan pribadi yang dilakukan sebelum menjabat. Kok sekarang gayanya sudah melebihi yang lain, bahkan pakai biro hukum DKI buat minta jadwal ulang. Wah mempergunakan fasilitas jabatan untuk kepentingan pribadi dong itu namanya," kata Fransiska melalui pesan singkat, Selasa (6/2).

Ia menjeaskan, keterangan dari PPATK yang menyatakan bahwa akun bank atas nama rekan Sandiaga, yakni Andreas Tjahyadi, yang dimasukan uang hasil pembayaran dari pembeli, Ho Ing Hing ditutup setelah uang hasil penjualan tersebut diambil tunai.

"Coba saja bayangkan berapa koper itu? Jadi selama ini uangnya jalan-jalan kemana ya?" kata Fransiska.

Dalam dokumen perjanjian yang ditandatangi Sandiaga Uno, Andreas Tjahjadi, Djoni Hidayat, Triseptika Maryulyn, Effendi Pasaribu dan Sunaryati jelas disebut bahwa semua hasil penjualan atas aset-aset akan ditransfer ke sebuah rekening atas nama Andreas Tjahjadi.

"kami menyatakan bertanggung jawab sepenuhnya atas hal tersebut serta kami membebaskan pihak pembeli dan pihak notaris/PPAT atas ditransfernya kedalam rekening bank tersebut," bunyi petikan surat tersebut.

Fransiska menambahkan, menurutnya Andreas dan Sandiaga sebagai pemilik modal. Dalam kepemilikan perusahaan PT Japirex, Sandiaga memegang 40 persen saham dan Andreas sebanyak 60 persen.

"Apa Andreas kurang kerjaan memberitahu Sandi bahwa dia memindah-mindah penyimpanan uang sebesar Rp12 milyar. Atau Andreas hanya mengikuti perintah Sandi? Dan penjualan lahan tersebut adalah fiktif. Karena sampai hari ini kantor dan gudang tidak pernah digunakan sama sekali. Penjaganya pun masih orang yang sama," pungkasnya. (Ayp)

#Sandiaga Uno #Polda Metro Jaya
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polda Metro Jaya Segera Periksa Pandji Pragiwaksono terkait Laporan Materi ‘Mens Rea’
Polda Metro Jaya segera memeriksa Pandji Pragiwaksono terkait laporan materi Mens Rea. Pemeriksaan akan digelar Jumat (6/2) mendatang.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Polda Metro Jaya Segera Periksa Pandji Pragiwaksono terkait Laporan Materi ‘Mens Rea’
Indonesia
3.000 Aparat Polda Metro Jaya Lakukan Operasi Keselamatan Jaya 2026, Wakapolda Ingatkan Jangan Cari-Cari Kesalahan
Operasi ini melibatkan unsur TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta pemangku kepentingan terkait.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
3.000 Aparat Polda Metro Jaya Lakukan Operasi Keselamatan Jaya 2026, Wakapolda Ingatkan Jangan Cari-Cari Kesalahan
Indonesia
Geger Tukang Es Gabus Spons Ngaku Dipukul, Polda Metro Jaya Bongkar Fakta Asli Bhabinkamtibmas
Roby mengungkapkan bahwa selama di Polsek Kemayoran, Suderajat sama sekali tidak mengeluhkan adanya sakit fisik atau intimidasi dari petugas
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 Februari 2026
Geger Tukang Es Gabus Spons Ngaku Dipukul, Polda Metro Jaya Bongkar Fakta Asli Bhabinkamtibmas
Indonesia
Daftar Pelanggaran Prioritas Operasi Keselamatan Jaya 2026
Guna memastikan kelancaran operasi, sebanyak 2.939 personel gabungan diterjunkan ke berbagai titik strategis
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 Februari 2026
Daftar Pelanggaran Prioritas Operasi Keselamatan Jaya 2026
Indonesia
Operasi Keselamatan Jaya 2026: Polisi Janji Tak Cari Kesalahan, Tapi Jangan Kasih Alasan Buat Ditilang
Operasi yang berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, bertujuan utama meningkatkan kepatuhan masyarakat
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 Februari 2026
Operasi Keselamatan Jaya 2026: Polisi Janji Tak Cari Kesalahan, Tapi Jangan Kasih Alasan Buat Ditilang
Indonesia
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
Jika terbukti melanggar, nantinya Aiptu Ikhwan akan disanksi sesuai aturan yang ada.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
Indonesia
dr Richard Lee Daftar Permohonan Praperadilan Usai Terancam 12 Tahun Kurungan, Begini Respons Polisi
Polisi juga memutuskan untuk memprioritaskan proses praperadilan ini sebelum melanjutkan agenda pemeriksaan tambahan terhadap Richard Lee
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Januari 2026
dr Richard Lee Daftar Permohonan Praperadilan Usai Terancam 12 Tahun Kurungan, Begini Respons Polisi
Indonesia
Pandji Pragiwaksono Sindir Ibadah Salat di 'Mens Rea', Novel Bamukmin Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya bergerak cepat menanggapi laporan dengan nomor LP/B/481/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tersebut
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Januari 2026
Pandji Pragiwaksono Sindir Ibadah Salat di 'Mens Rea', Novel Bamukmin Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Indonesia
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Hujan deras yang tak kunjung reda sejak pagi membuat pola mobilitas warga berubah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Indonesia
Jual Online 50 Senjata Api Ilegal, Sindikat Pabrik Rumahan Untung Rp 3-5 Juta per Pucuk
Sindikat ini mulai belajar merakit senjata api sejak 2018, kemudian aktif menjual secara online sejak 2024.
Wisnu Cipto - Rabu, 21 Januari 2026
Jual Online 50 Senjata Api Ilegal, Sindikat Pabrik Rumahan Untung Rp 3-5 Juta per Pucuk
Bagikan