Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

'Malam di MACAN: Gerak Groove' Merayakan Energi Seni, Musik, dan Komunitas

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 14 September 2024
'Malam di MACAN: Gerak Groove' Merayakan Energi Seni, Musik, dan Komunitas

Museum MACAN kembali gelar 'Malam di MACAN'. (Foto: merahputih.com/Febrian adi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM – SETELAH sempat berhenti beberapa tahun, Museum MACAN kembali membangunkan acara tahunan ‘Malam di MACAN’ pada 2024 ini. Tahun ini, Museum MACAN mengusung tema ‘Gerak Groove’ yang menghadirkan esensi dinamis dari alur, keragaman, dan inklusivitas demi menciptakan suasana hidup bagi semua pengunjung.

“Kami sangat senang bisa mempersembahkan kembalinya Malam di MACAN. Para pengunjung dan para seniman berkumpul bersama untuk merayakan energi seni, musik, dan komunitas yang dinamis dan semarak,” ucap Direktur Museum MACAN Venus Lau dalam konferensi pers yang digelar Jumat (13/9).

Malam di MACAN: Gerak Groove mengubah museum menjadi ruang tempat pengunjung dapat terlibat dalam beragam aktivitas. Acara yang digelar pada Jumat (13/9) ini diisi penampilan dari para musisi ternama, seperti Ali, grup musik Indonesia pertama yang tampil di Fuji Rock Festival dan baru saja kembali dari Echoes Tour di Eropa dan Inggris.

Baca juga:

Museum MACAN Hadirkan Program Seru untuk Rayakan Hari Kemerdekaan


?
Ada pula Diskoria (Live Set) berhasil menampilkan format baru yang menghadirkan interpretasi musik elektronik secara langsung dari lagu-lagu klasik Indonesia yang dipengaruhi para pionir di genrenya seperti Kraftwerk dan Yellow Magic Orchestra. Diskoria (Live Set) menampilkan sejumlah instrumen analog dari era tersebut.

Adapula Harum Manis, Bergas (Pleasure, SCRBS!), dan Hanin (Aksara Records). Malam di MACAN menghadirkan kesempatan unik untuk merasakan pengalaman lingkungan kreatif di museum dengan cara yang meriah dan menarik. Selain menikmati pertunjukan musik, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan di dalam area museum, seperti tur pameran Patricia Piccinini: CARE.(far)

Baca juga:

Open House Gratis Museum Macan Sajikan Pameran Seni Bertema Lingkungan

#Karya Seni #Pameran Seni #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
Kanye West dipastikan menggelar konser 'Ye Live in Jakarta' pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Simak jadwal penjualan tiketnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
ShowBiz
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
Pada bagian pembuka, YAYAYA menghadirkan nuansa sendu melalui lirik yang mengisahkan seseorang yang masih terjebak dalam kenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
ShowBiz
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
RESCENE kembali dengan special single 'Pretty Girl'. Lewat lagu ini, girl group K-pop tersebut mengajak pendengar memaknai kecantikan sebagai keberanian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
Bagikan