Ultah Jakarta

Makna di Balik Prosesi Pernikahan Betawi

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 22 Juni 2021
Makna di Balik Prosesi Pernikahan Betawi

Tradisi pernikahan Betawi penuh dengan bentuk tradisi. (Foto: Kemenag DKI Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGANTIN yang memilih pernikahan adat harus menghadapi rangkaian ritual. Semua ritual yang harus ditempuhnya begitu sakral dan memiliki makna mendalam.

Demikian pula pengantin Betawi. Berikut prosesi pernikahan adat Betawi dan makna dibaliknya

Baca Juga:

Jakarta Pernah Punya Trem seperti Kota di Eropa

1. Ngedelengi

betawi
Mak comblang akan mendekati perempuan pilihan seorang pria. (Foto: Bridestory)


Ini merupakan prosesi awal yang harus dilakukan oleh calon mempelai pria. Inti dari ritual ini yakni si pria harus mencari calon pasangannya. Setelah menemukan calon pasangan yang cocok, mempelai pria harus memberitahu ke pihak perempuan melalui mak comblang, Jika pihak perempuan merasa cocok, pihak laki-laki akan memberikan uang sembe atau angpao sebagai tanda keseriusan. Selanjutnya, mak comblang akan mempersiapkan bawaan ngelamar.

2. Ngelamar

betawi
Membawa sejumlah barang bawaan dalam prosesi lamaran. (Foto: Bridestory)


Proses ngelamar adalah meminta anak perempuan kepada orangtuanya untuk dipersunting sebagai istri. Di tahap ini, pihak pria harus membawa sejumlah barang bawaan. Barang-barang yang dibawa saat ngelamar antara lain roti buaya, pisang raja, sirih dan hadiah lainnya yang diperkenankan calon mempelai perempuan.

3. Tande Putus

betawi
Tande putus bisa dikatakan sama dengan pertunangan. (Foto: The Bride Dept)


Tande putus adalah sebutan orang Betawi untuk acara tunangan. Tande putus dilakukan seminggu setelah acara ngelamar dilaksanakan. Pada prosesi ini, pihak laki-laki mengirim utusan untuk menemui calon pengantin perempuan. Mereka yang ditunjuk adalah orang kepercayaan pihak pria. Pengantin Betawi biasanya memberi simbolik tande putus seperti cincin iris rotan, duit persalin (seserahan) dan aneka kue. Proses ini sangat penting karena di momen ini keluarga pria dan perempuan akan mendiskusikan tanggal pernikahan, cingkrem (mas kawin), uang belanja, berapa lama pesta akan diselenggarakan, berapa pakaian yang akan digunakan oleh pengantin saat pernikahan, berapa banyak undangan yang akan disebar dan lain-lain.

4. Masa Dipiare

betawi
Ada masa dimana perempuan Betawi yang menikah memasuki masa perawatan tubuh. (Foto: Budaya Indonesia)


Masa dipiare bertujuan untuk mengontrol kegiatan dan kesehatan calon mempelai perempuan. Selain itu, calon pengantin perempuan juga memelihara kecantikannya jelang hari pernikahan. Ketika masa dipiare, pengantin perempuan tidak boleh bercermin, tidak boleh mandi, tidak boleh menukar pakaian, makan gorengan dan lain-lain. Ini dimaksudkan agar calon pengantin menjadi singset atau langsing jelang pernikahan. Dan supaya wajah dan kulitnya tampak lebih bercahaya saat dirias.

Mereka juga akan mengonsumsi jamu godok dan jamu air akar secang. Di masa lalu, masa dipiare memakan waktu bulanan. Namun kini, masa dipiare hanya berlangsung sehari atau dua hari.

Baca Juga:

Mengenal Asal Muasal dan Perjalanan Odong-Odong di Jakarta

5. Siraman

betawi
Prosesi siraman merupakan prosesi yang umum dilakukan di Indonesia. (Foto: Bridestory)


Ini merupakan tradisi yang umum digunakan oleh perempuan Indonesia lainnya jelang pernikahan. Tidak hanya pengantin Betawi. Siraman dilakukan sehari sebelum akad nikah. Sebelum acara siraman dimulai, calon mempelai perempuan harus menjalani masa pingitan dan didampingi oleh dukun manten.

6. Potong Centung

betawi
Beragam keberkahan dipanjatkan dalam prosesi Potong Centung. (Foto: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia)


Potong centung adalah membuat centung pada rambut di sisi pipi menggunakan uang logam. Tujuannya agar kedua pengantin mendapat keberkahan. Ritual ini dilakukan di dalam kamar calon pengantin perempuan. Perlengkapan yang perlu disediakan adalah kain putih ukuran 2 meter, kembang setaman, air putih dalam cawan dengan sekuntum bunga mawar, alat cukur, dua keping uang logam untuk batas centung. Sementara ngerik adalah membersihkan bulu-bulu pada calon pengantin perempuan yang tumbuh di sekitar kening, pelipis, tengkuk hingga leher.

7. Malam Pacar

betawi
Malam Pacar biasanya sangat meriah. (Foto: Bridestory)


Malam pacar adalah salah satu ritual yang meriah karena dihadiri kerabat serta teman-teman dekat calon pengantin perempuan. Perlengkapan ritual malam pacar adalah daun pacar secukupnya, bakul berisi beras, bumbu dapur, pisang raja, garam, kapur sirih, kue basah khas Betawi dan bantal sebagai alas daun pisang. Ritual pemberian pacar dilakukan oleh ibu calon mempelai perempuan dilanjutkan dengan sesepuh dan kerabat. Malam pacar dipandu oleh tukang piare.

8. Palang Pintu

betawi
Palang Pintu, atraksi yang mencampurkan guyonan khas Betawi dengan pencak silat. (Foto: Voice of Indonesia)


Tradisi Palang Pintu merupakan identitas masyarakat Betawi. Tradisi ini merupakan prosesi wajib dalam upacara pernikahan adat Betawi sejak dulu yang memadukan antara silat dan seni pantun. Tradisi palang pintu bertujuan untuk menguji keseriusan pihak laki-laki pada perempuan yang akan dinikahi. Dua syarat yang harus dipenuhi calon pengantin laki-laki saat palang pintu adalah menang adu silat dan lancar membaca Al-Quran. (avia)

Baca Juga:

Perayaan Ultah Jakarta Digelar Virtual

#Fashion #Pernikahan #Budaya #Pernikahan Adat #Pakaian Adat Betawi #Suku Betawi #Silat Betawi #Budaya Betawi #Ultah Jakarta 2021 #Jakarta #DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 11 menit lalu
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Berita Foto
Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Tinggalkan Lapak Bahu Jalan, Pindah ke Lokbin
Aktivitas jual beli pedagang ikan Pasar kramat jati yang kini menempati lokasi binaan atau Lokbin Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 02 September 2026
Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Tinggalkan Lapak Bahu Jalan, Pindah ke Lokbin
Berita Foto
LRT Jabodebek Layani 75,9 Juta Penumpang dalam Tiga Tahun Operasional
Sejumlah penumpang menaiki kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek di Kawaasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 02 September 2026
LRT Jabodebek Layani 75,9 Juta Penumpang dalam Tiga Tahun Operasional
Berita Foto
Pameran Flona 2026 Hadirkan Ragam Tanaman dan Satwa di Lapangan Banteng
Pengunjung memilih tanaman kaktus (Cactaceae) saat Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 02 September 2026
Pameran Flona 2026 Hadirkan Ragam Tanaman dan Satwa di Lapangan Banteng
Indonesia
Pria Tewas Tersengat Listrik di Gardu LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Kabel
Polisi menduga pria tersebut masuk ke area gardu untuk mengambil kabel.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Pria Tewas Tersengat Listrik di Gardu LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Kabel
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Ketentuan KTP DKI Jakarta tersebut berlaku khusus bagi pendaftar program padat karya, bukan larangan untuk seluruh warga KTP non-DKI untuk bekerja di Jakarta.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Indonesia
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Wilayah sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi dapat menjadi salah satu opsi lokasi pengelolaan sampah.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Indonesia
Pertama Kali Digelar Tanpa APBD, JITEX 2026 Targetkan Transaksi Rp 16 Triliun
JITEX 2026 akan berlangsung pada 16–19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Yusuf Abdillah - Selasa, 01 September 2026
Pertama Kali Digelar Tanpa APBD, JITEX 2026 Targetkan Transaksi Rp 16 Triliun
Indonesia
Viral Dugaan Pungli Lapas-Lapas di Jakarta, Kanwil Ditjenpas Bentuk Tim Investigasi
Isu dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Jakarta mendadak viral di media sosial.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Viral Dugaan Pungli Lapas-Lapas di Jakarta, Kanwil Ditjenpas Bentuk Tim Investigasi
Indonesia
Pramono Minta Disdik Cek Ulang Mahasiswa yang tak lagi Dapat KJMU akibat Perubahan Desil
Pramono menyebut ada enam mahasiswa yang tidak lagi mendapatkan KJMU.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Pramono Minta Disdik Cek Ulang Mahasiswa yang tak lagi Dapat KJMU akibat Perubahan Desil
Bagikan