Kesehatan

Asupan Tepat untuk Dikonsumsi Sebelum Donor Darah

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 28 April 2023
Asupan Tepat untuk Dikonsumsi Sebelum Donor Darah

Donor darah dapat menyelamatkan tiga nyawa. (Foto: Pexels/Frank Meriño)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DONOR darah ternyata tidak hanya menguntungkan penerima saja, tetapi memiliki manfaat yang tidak ada habisnya juga untuk pendonor. Menurut American Red Cross, satu donasi darah dapat menyelamatkan sebanyak tiga nyawa dan seseorang di Amerika Serikat membutuhkan darah setiap dua detik.

Namun, donor darah juga dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti kelelahan dan anemia. Mengonsumsi makan dan minuman yang benar sebelum dan sesudah donor darah bisa membantumu untuk mengurangi risiko efek samping tersebut.

Baca Juga:

Mengapa Darah Manusia Dibedakan Jadi Empat Golongan. A, B, AB, dan O? Ini Alasannya!

Dilansir Healthline, ada beberapa asupan yang sebaiknya kamu konsumsi sebelum mendonorkan darah.

Donor darah memiliki beberapa efek samping, seperti kelelahan atau anemia. (Foto: Pexels/Charliehelen Robinson)

1. Zat besi

Zat besi menjadi salah satu mineral yang penting untuk tubuh dalam membuat hemoglobin. Hemoglobin bertanggung jawab untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh kamu. Makan diet seimbang dengan banyak mengonsumsi zat besi bisa membantumu menyimpan zat besi ekstra untuk menggantikan zat besi yang hilang saat mendonor darah.

Zat besi yang ditemukan dalam makanan dapat terbagi menjadi dua jenis, yaitu zat besi heme dan zat besi nonheme. Zat besi heme lebih mudah diserap, sehingga meningkatkan kadar zat besi yang lebih efektif. Tubuh kamu akan menyerap hingga 30 persen zat besi heme dan hanya 2 dari 10 persen zat besi nonheme.

Baca Juga:

Lakukan Diet Sesuai dengan Golongan Darah Kamu

2. Vitamin C

Meskipun zat besi heme akan meningkatkan kadar zat besi kamu dengan lebih efektif, tetapi vitamin C bisa membantu tubuh kamu menyerap zat besi nabati atau zat besi nonheme dengan lebih baik. Banyak buah-buahan merupakan sumber vitamin C yang baik, seperti kiwi, jeruk, mangga, pepaya, nanas, stroberi, bluberi, semangka, dan lainnya.

Kandungan Vitamin C menambah keefektifan zat besi. (Foto: Pexels/Jane Doan)

3. Air

Sekitar setengah dari darah yang kamu sumbangkan terbuat dari air. Hal ini berarti kamu harus terhidrasi sepenuhnya. Saat kamu kehilangan cairan selama proses donor darah, tekanan darah kamu bisa turun, sehingga menyebabkan pusing.

American Red Cross merekomendasikan minum tambahan dua cangkir air sebelum menyumbangkan darah. Cairan ekstra ini merupakan tambahan dari sembilan hingga 13 cangkir air yang disarankan yang harus kamu minum setiap hari. (vca)

Baca Juga:

Sebelum Jadi Pendonor Darah, Persiapkan 4 Hal Penting Ini

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan