Kuliner

Makan Nanas Bikin Mulut Gatal? Ini Penyebabnya

Andrew FrancoisAndrew Francois - Selasa, 17 Mei 2022
Makan Nanas Bikin Mulut Gatal? Ini Penyebabnya

Buah nanas yang segar dikonsumsi. (Foto: Unsplash/Julien Pianetti)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TERKADANG kalau makan nanas membuat lidah terasa kesemutan, pipi terasa terbakar, dan muncul keinginan menggaruk bagian dalam mulut. Bukan hal yang aneh sebab rupanya beberapa orang kerap mengalami kejadian dan respon tubuh yang sama terhadap nanas.

Menurut ANTARA kondisi tersebut disebabkan oleh enzim bromelain yang menurut tulisan ilmiah pada tahun 2019 di jurnal Annals of Allergy, Asthma, and Immunology, adalah protease atau sejenis enzim yang bertugas memecah protein menjadi asam amino dan itulah penyebab nanas berfungsi sebagai pelunak daging yang sangat baik.

"Saat ini tidak ada banyak bukti tentang kelezatan bromelain atau cara enzim itu terasa di mulut kamu. Tapi mungkin saja setelah makan beberapa potong nanas, kamu akan mulai merasakan bromelain memecah beberapa protein lalu membentuk lapisan pelindung mukosa di mulut," kata ahli farmakologi di University of Turin, Italia, Alessandro Colletti.

Baca juga:

Minum Jus Nanas Sebelum Cabut Gigi Bisa Mengurangi Bengkak?

Kandungan bromelain dalam nanas bikin mulut gatal. (Foto: Unsplash/Julien Pianetti)

Kendati demikian Colletti masih meragukan makan nanas terlalu banyak dapat membahayakan kesehatan tubuh sebab menurutnya bromelain tidak berbahaya bagi manusia.

"Saat makan nanas, konsentrasi bromelain sekitar 500 mikrogram per milimeter. Jadi konsentrasinya tidak terlalu tinggi. Ini bahkan aman pada konsentrasi yang jauh lebih tinggi," ungkapnya.

Misalnya gel oral bromelain yang memiliki konsentrasi 200-400 kali lebih besar dari nanas segar bisa saja dioleskan langsung ke mulut dan tetap aman karena sifat anti-inflamasinya dapat mengimbangi sariawan akibat kemoterapi.

Baca juga:

Air Rebusan Kulit Nanas Punya Banyak Manfaat

Nanas bisa dipanaskan terlebih dahulu untuk merusak kadar bromelain. (Foto: Unsplash/Uwe Conrad)

Selain itu mulut kamu juga memiliki kemampuan untuk dengan cepat mengganti salah satu sel yang rusak akibat bromelain untuk mencegah terjadinya kerusakan permanen atau perubahan protease nanas.

Sementara dr. Irna Cecilia dari Alodokter juga mengemukakan pendapat serupa di mana menurutnya bromelain yang memecah protein dan merusak mukosa dalam mulut yang menyebabkan terjadinya rasa nyeri di mulut dan tenggorokan.

Menurutnya kamu bisa menghilangkan efek bromelain tersebut dengan mengolah nanas seperti dengan dipanaskan atau dipanggang untuk merusak kadar bromelain yang terdapat di dalam nanas tersebut. (waf)

Baca juga:

Nanas Bikin Rasa Sperma Makin Nikmat?

#Kuliner #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan