Mainan Braille Khusus Anak Penyandang Tunanetra

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Agustus 2019
Mainan Braille Khusus Anak Penyandang Tunanetra

Mainan Khusus Penyandang Tunanetra (foto: TheNextWeb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYANDANG tuna netra untuk saat ini sepertinya membutuhkan perhatian yang lebih, terlebih anak-anak. Dilansir dari laman the things, Philippe Chaza seorang bendahara dari European Blind Union, mengatakan saat ini anak-anak yang lahir tanpa pengelihatan tidak dapat mempelajari Braille (sistem tulisan sentuh).

Terlebih saat ini yang lebih dikembangkan hanya gadget saja, sedangkan penyandang tunanetra tidak mendapat kesempatan untuk menikmati itu. Sebenarnya sistem membaca taktil sudah diperkenalkan pada tahun 1824 dan menunjukkan bahwa Braille membuat orang-orag tunanetra menjadi lebih sukses dan sejahtera selama hidupnya.

Baca juga:

Yura Yunita dan Anak-anak Tuna Netra Buat Penonton Java Jazz Festival 2019 Takjub

Namun semua itu berlaku hanya untuk orang dewasa dan segelintir orang saja, hingga saat ini perusahaan mainan ternama yaitu LEGO datang untuk membantu membuat mainan khusus penyandang tunanetra.

Mainan Braille Khusus Anak Penyandang Tunanetra
LEGO Braille Bricks (foto: Brickset)

Perusahaan asal Denmark ini akan menggunakan semua kekuatan mereka untuk melakukan kebaikan bagi penyandang tunanetra. Sebenarnya bricks atau batu bata dari LEGO merupakan sebuah alat yang sangat berguna untuk mempelajari huruf Braille. LEGO mewujudkan itu dengan proyek terbaru mereka yaitu LEGO Braille Bricks.

Baca juga:

Harganya Selangit, Ini 5 Mainan Paling Mewah di Dunia

Satu set Braille Bricks berisikan 250 batu bata yang merentang seluruh huruf Braille, semua angka, bahkan terdapat beberapa simbol matematika di dalamnya. Saat ini permainan ini dalam tahap percobaan di beberapa negara bagian eropa. Mainan ini diharapkan bisa membantu anak-anak dengan efektif dan efisien.

Mainan Braille Khusus Anak Penyandang Tunanetra
Anak-Anak Penyandang Tunanetra Bisa Bermain Sambil Belajar (foto: Design Milk)

Proyek ini menjadi sangat penting bagi direktur seni LEGO, Morten Bonde. Bonde mengatakan bahwa LEGO Braille Bricks sangat menginspirasi dan mengingatkanku bahwa satu-satunya batasan yang akan aku hadapi adalah pikiranku sendiri.

Jika anak-anak yang menyandang tunanetra memiliki minat untuk menjadi lebih mandiri dan ingin setara dalam masyarakat, itu membuatku sangat terharu dengan kepercayaan diri dan rasa ingin tahu mereka, ucap Bonde.

LEGO Braille Bricks ini direncanakan akan dirilis serentak pada awal 2020 dan akan dikirim ke lembaga-lembaga pembantu penyandang tunanetra terpilih di seluruh dunia tanpa pungutan biaya sama sekali. (ape)

Baca juga:

Dulu Tren, Mainan Era 90-an ini Sekarang Jadi Ilegal

#Anak #Mainan Anak-Anak #Lego #Kebutaan #Tunanetra
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Fashion
Crocs x LEGO Rilis Koleksi Terbatas, Sandal Penuh Warna Unik yang Bisa Dipersonalisasi
Crocs x LEGO meluncurkan koleksi sandal terbatas dengan desain warna-warni dan Jibbitz unik. Simak detail koleksi dan keunggulannya di sini.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 02 Mei 2026
Crocs x LEGO Rilis Koleksi Terbatas, Sandal Penuh Warna Unik yang Bisa Dipersonalisasi
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Fun
4 Spot Seru Ngabuburit di LEGO Ramadan Play Bazaar Bintaro Jaya Xchange
Acara persembahan The LEGO Group Indonesia ini menghadirkan berbagai aktivitas bermain interaktif yang dirancang untuk keluarga.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
4 Spot Seru Ngabuburit di LEGO Ramadan Play Bazaar Bintaro Jaya Xchange
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Bagikan