Kesehatan

Main TTS Terbukti Bikin Otak Kamu Lebih Muda 10 Tahun

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 01 Juni 2019
Main TTS Terbukti Bikin Otak Kamu Lebih Muda 10 Tahun

Asak dan bikin otak kamu awet muda dengan main TTS atau Sudoku (Foto: home.bt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APAKAH kamu termasuk tipe orang yang suka membunuh waktu luang dengan bermain puzzle (TTS) atau sudoku? Jika iya, selamat! Artinya, kinerja otak kamu sepuluh tahun lebih muda sehingga performa otak kamu akan lebih baik dibanding orang seusiamu yang tidak suka bermain puzzle dan sudoku.

1. Hasil penelitian tentang puzzle dan sudoku

Main TTS Terbukti Bikin Otak Kamu Lebih Muda 10 Tahun
Puzzle bisa membuat umur otakmu lebih muda. (Foto: MarTech Today)

Dilansir dari International Journal of Geriatric Psychiatry, orang-orang yang berusia diatas 50 tahun yang sering bermain permainan seperti sudoku dan teka-teki silang cenderung memiliki fungsi otak yang lebih baik daripada mereka yang tidak melakukannya.

Hasil penelitian yang didapat dari 19,000 responden yang telah menyelesaikan tes kognitif online menyimpulkan bahwa peningkatan kecepatan serta akurasi kinerja para penyuka puzzle terlihat lebih jelas ketimbang mereka yang tidak pernah menyentuh permainan mengasah otak ini.

Meskipun tidak bisa dipastikan bahwa bermain puzzle bisa mengurangi resiko demensia di kemudian hari, tetapi penelitian ini mendukung penemuan sebelumnya yang mengindikasikan bahwa permainan kata dan angka bisa membantu meningkatkan kinerja otak untuk jangka waktu yang lama.

Dalam tes pengingatan jangka pendek, dikatakan para pemain puzzle memiliki fungsi otak delapan tahun lebih muda. Tidak hanya itu, semakin sering seseorang bermain puzzle, semakin baik performa mereka dalam berbagai tes-tes kecerdasan.

2. Puzzle tidak menyebabkan kemampuan kognitif menjadi lebih baik

Main TTS Terbukti Bikin Otak Kamu Lebih Muda 10 Tahun
Orang dengan kemampuan kognitif kurang cenderung tidak menyukai puzzle. (Foto: sloanreview.mit.edu)

Profesor dari University of South Florida, Dr. Jerri D. Edwards yang telah lama mempelajari tentang ilmu kognitif mengatakan bahwa bermain puzzle yang melibatkan angka dan kata-kata tidak berarti bisa meningkatkan kemampuan kognitif seseorang.

Namun Dr, Jerri mengatakan bahwa orang-orang dengan kemampuan kognitif yang lebih baik biasanya menyukai kegiatan ini, dan cenderung untuk lebih terlibat di dalamnya.

Selain itu, orang dengan kemampuan kognitif yang rendah biasanya akan menolak untuk terlibat dalam aktivitas seperti puzzle atau sudoku karena rasa frustasi dan tantangan yang ditimbulkan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ncbi.nlm.nih.gov, dapat juga disimpulkan bahwa kemampuan kognitif yang rendah dapat menyebabkan penurunan kualitas gaya hidup dan aktivitas sosial.

3. Keseimbangan Otak

Main TTS Terbukti Bikin Otak Kamu Lebih Muda 10 Tahun
Seimbangkan kemampuan berpikir dengan latihan otak. (Foto: Mind Lab Pro)

Menurut Dr. Gayatri Devi, puzzle dan berbagai permainan sejenisnya dapat melatih penguatan jaringan otak dan menjadi salah satu cara untuk memperkuat otak.

Untuk meraih keseimbangan otak, triknya adalah dengan terus membuat otak agar tetap tertantang semakin bertambahnya usia jelas Dr. Gayatri.

Kamu tidak harus menjadi seseorang pecinta teka-teki untuk memberikan pelatihan pada otakmu jika kamu tidak terlalu menyukainya. Kamu bisa mencoba mengasah otak dengan melakukan hobi baru yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya atau coba mempelajari bahasa baru. (shn)

#Otak #Kesehatan #Info Kesehatan #Tips Kesehatan #Teka Teki Silang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan