Mahasiswa UGM Ciptakan Madu Bentuk Yoghurt untuk Penderita Diabetes
Madu (Pixabay.com)
MADU memang berguna untuk mengobati berbagai penyakit. Jika dulu madu dikonsumsi tanpa proses pengolahan, kini cairan yang ada di sarang lebah ini bisa dibuat dengan berbagai proses pengolahan.
Salah satunya olahan madu hutan (Apis dorsata) dalam bentuk yoghurt yang dibuat oleh empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada yakni Dion Adiriesta Dewananda, Riesna Martianasari, Moh. Hafidz Farichul Amin, Mulya Fitranda dan Hafidh Shofwan Maajid dari Fakultas Peternakan.
Madu yang berubah bentuk menjadi yoghurt ini dimanfaatkan sebagai terapi probiotik untuk menekan kadar gula dalam darah pada penderita diebetes. Dion menjelaskan tingginya kadar gula dalam darah merupakan penyebab utama munculnya penyakit diabetes mellitus tipe 2.
Selain itu penyakit ini juga disebabkan karena faktor pola makan dan umumnya terjadi pada kondisi obesitas akibat konsumsi makanan dengan kadar indek glikemik tinggi.
"Salah satu terapi potensial yang dikembangkan baru-baru ini adalah pemberian probiotik untuk mengembalikan keseimbangan mikrobiota pencernaan dan menurunkan resistensi insulin. Kami mencoba membuat Yoghurt dari madu dari lebah madu hutan untuk terapi probiotik itu," kata Dion pada media di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Lebah madu hutan dipilih untuk obat anti diabetes karena menurut Dion pada perut lebah madu hutan terdapat bakteri Lactobacillus plantarum yang diketahui bersifat antibakterial, antihiperglikemia, antihipertensi dan antistringent.
"Kami manfaatkan jenis bakteri dari perut lebah madu ini sebagai starter untuk memfermentasi susu agar menjadi yoghurt," tutur Dion.
Sebelum dilepas ke pasaran, ke empat mahasiswa sudah melakukan uji laboratoriim dengan memberikan Yoghurt itu pada tikus. Hasilnya yoghurt yang mengandung prebiotik dari lebah madu tersebut terbukti mampu menurunkan kadar gula darah dan meredakan adiksi gula pada tikus.
Keempat mahasiswa ini berharap agar Yoghurt probiotik ciptaannya mampu menjadi terobosan inovasi baru pengganti obat-obatan diabetes. Sebab bentuknya sudah lebih dikenal dan disukai masyarakat luas.
Berita ini berdasarkan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com untuk Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya Ngeri! Ternyata Bunuh Diri Bisa Menular
Bagikan
Berita Terkait
Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Hennessy Hadirkan Koleksi Tahun Kuda nan Berani
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
30 Kuliner Khas Riau yang Wajib Dicoba: Cita Rasa Melayu yang Kaya Rempah dan Sulit Dilupakan
Merayakan Malam Tahun Baru ala Argentina, Menikmati Torta Galesa hingga Asado
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional