Mafindo Catat 1.593 Kasus Hoaks Infeksi RI Tahun Ini, Terbanyak Isu Politik Kedua Lowongan Kerja
Ilustrasi penyebaran berita hoaks. Foto: NU online
MerahPutih.com - Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mencatat sebanyak 1.593 kasus hoaks tersebar di Indonesia dalam periode satu tahun terakhir, dari 21 Oktober 2024 hingga 17 Oktober 2025.
Tema politik mendominasi jumlah berita hoaks tahun ini dengan 773 kasus atau 48,5 persen. Bahkan, tren hoaks politik kian meningkat pascapemilu 2024 lalu.
“Sesudah pemilu ini ada beberapa perkembangan, ada beberapa tren yang saya rasa ini perlu untuk kita antisipasi, perlu kita diskusikan. Dari beberapa topik itu ada yang terkait dengan hoaks politik,” kata Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, dalam diskusi publik di Jakarta, dikutip Kamis (23/10).
Baca juga:
Septiaji memaparkan dari hoaks bertema politik, pemerintah menjadi sasaran utama dengan 374 kasus, disusul pemerintah asing sebanyak 126 kasus.
Salah satu contoh hoaks yang sempat viral adalah isu Presiden Prabowo Subianto mengizinkan Rusia membangun pangkalan militer di Indonesia. Mafindo memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Contoh lain adalah isu Jepang memasukkan pekerja Indonesia ke dalam daftar hitam. KBRI Tokyo telah menegaskan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Jepang terkait hal tersebut.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pindahkan 150 Ribu TKI dari Malaysia untuk Bekerja di Jepang
Sementara itu, Presidium Mafindo Pengampu Komite Litbang, Loina Lalolo Krina Perangin-angin, menambahkan tema hoaks terbanyak kedua adalah lowongan kerja, dengan 171 kasus atau 10,7 persen.
"Hoaks jenis ini kerap mencatut nama instansi pemerintah, korporasi lokal, dan BUMN sebagai pemberi kerja palsu," tuturnya.
Tema hoaks terbanyak ketiga adalah bantuan sosial, dengan 100 kasus. Sebanyak 74 kasus di antaranya mengatasnamakan pemerintah sebagai pihak pemberi bantuan. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kabarnya Bakal Audit Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Pesawat ATR 42-500 Jatuh karena Power Bank Penumpang Terbakar
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Bahlil Setujui Kenaikan Token Listrik
[HOAKS atau FAKTA]: Menggunakan Handphone di Ruangan Gelap bisa Sebabkan Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Hakim PN Surakarta Pastikan Ijazah Jokowi Palsu