Mabes Polri Beberkan Alasan Kapolri Copot Kapolda Sumsel

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 26 Agustus 2021
Mabes Polri Beberkan Alasan Kapolri Copot Kapolda Sumsel

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (MP/Kanugraha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mabes Polri menjelaskan alasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi jabatan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri tak lama setelah polemik sumbangan fiktif Akidi Tio sebesar Rp 2 Triliun.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, mutasi jabatan merupakan sesuatu yang lumrah dan merupakan kebutuhan organisasi.Menurut Rusdi, ada beberapa alasan dklakukan mutasi.

Baca Juga

Kapolri Copot Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri

Pertama, mutasi merupakan kebutuhan dari pada organisasi, kedua mutasi juga merupakan bagian bagaimana pembinaan karir ini berjalan di organisai.

"Ketiga, juga dari mutasi tersebut bagaimana organisasi bisa mengoptimalkan tugas-tugas kepolisian yang sekarang ini semakin kompleks dan semakin dinamis," ujar Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (26/8).

Rusdi berujar, hubungannya dengan posisi Kapolda Sumsel adalah suatu yang biasa terjadi. Ini bagian dari pembinaan karir, dan yang Eko Indra Heri mendapat jabatan sebagai Koordinator Staf Ahli Kapolri.

"Itu satu jabatan yang penting di Mabes Polri," tambahnya.

Mantan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri meminta maaf atas kegaduhan sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio, Kamis (5/8). ANTARA/M Riezko Bima Elko P
Mantan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri meminta maaf atas kegaduhan sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio, Kamis (5/8). ANTARA/M Riezko Bima Elko P

Menurut Rusdi, dalam organisasi juga ada yang namanya promosi jabatan. Hal itu juga merupakan bagian dari pembinaan karier.

"Ya, ada yang promosi. Itu pun bagian dari pembinaan karir yang bersangkutan. Nah Kapolda Sumsel, Pak Eko sekali lagi mendapat jabatan koordinator staf ahli dan itu merupakan jabatan yang penting di Mabes Polri," ungkapnya.

Sementara pengganti Eko Indra Heri adalah Irjen Tony Harmanto. Tony saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatra Barat (Sumbar). Posisinya akan diduduki Irjen Teddy Minahasa Putra, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Manajemen (Sahlijemen) Kapolri.

Kapolri total memutasi 15 jenderal dan 92 perwira Polri lainnya dalam rangka pensiun maupun promosi jabatan. Kapolda Sumsel sempat menjadi perbincangan setelah donasi fiktif Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio.

Hingga kini, sumbangan tersebut belum juga bisa dicarikan, karena pemiliknya tidak punya uang. (Knu)

Baca Juga

Penjelasan Mabes Polri soal Isu Pencopotan Kapolda Sumsel

#Kapolri #Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
Kapolri Kerahkan Motor Trail dan ATV Dukung Pemadaman Karhutla Lewat Jalur Darat
Operasi, tegas ia, tidak hanya mengandalkan pengerahan personel, tetapi juga pemanfaatan peralatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kapolri Kerahkan Motor Trail dan ATV Dukung Pemadaman Karhutla Lewat Jalur Darat
Indonesia
Mutasi Gelombang Tiga, Kapolri Sasar Bintang Satu dan Kombes
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, rotasi tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penyesuaian kebutuhan organisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Mutasi Gelombang Tiga, Kapolri Sasar Bintang Satu dan Kombes
Indonesia
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Perintahkan Bawahan Memahami Masyarakat
Setiap anggota dituntut untuk menjalankan tugas secara bertanggung jawab dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Perintahkan Bawahan Memahami Masyarakat
Indonesia
Ratusan Kawasan Rawan Narkoba Tumbuh di Indonesia, IPW: PR Kapolri
Pemetaan kawasan rawan narkoba dapat menjadi acuan bagi kepolisian dalam menentukan prioritas operasi, terutama di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat peredaran narkotika.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Ratusan Kawasan Rawan Narkoba Tumbuh di Indonesia, IPW: PR Kapolri
Indonesia
IPW Minta Kapolri Suyudi Jadikan Pemberantasan Narkoba Program 100 Hari Kerja
Kapolri perlu memerintahkan Kabareskrim dan seluruh kapolda agar meningkatkan operasi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat peredaran narkoba.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
IPW Minta Kapolri Suyudi Jadikan Pemberantasan Narkoba Program 100 Hari Kerja
Berita
Profil Irjen Agus Wijayanto, Kapolda Bangka Belitung Baru yang ‘Ditakuti’ Polisi Bermasalah
Irjen Agus Wijayanto hadir menggantikan Irjen Viktor Theodorus Sihombing, yang kini mendapatkan amanah baru sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Profil Irjen Agus Wijayanto, Kapolda Bangka Belitung Baru yang ‘Ditakuti’ Polisi Bermasalah
Indonesia
Sosok Brigjen Andi Syahriful Taufik, Pakar SDM Polri yang kini Jabat Kapolda Kaltara
Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 ini ditunjuk mengisi pucuk pimpinan Polda Kaltara guna menggantikan Irjen Agus Wijayanto.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Sosok Brigjen Andi Syahriful Taufik, Pakar SDM Polri yang kini Jabat Kapolda Kaltara
Indonesia
DPR Pantau Rotasi Massal dan Cepat Polisi oleh Kapolri, Ingatkan Soal Pengawasan Internal
Sahroni menegaskan pengawasan internal Polri harus tetap berjalan agar pelayanan kepolisian kepada masyarakat semakin baik dan tidak hanya merespons persoalan yang menjadi perhatian publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
DPR Pantau Rotasi Massal dan Cepat Polisi oleh Kapolri, Ingatkan Soal Pengawasan Internal
Indonesia
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Soedeson Tandra mengungkap alasan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto perlu segera menata internal Polri, termasuk perombakan sejumlah Kapolda.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Bagikan