Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Lomba Sihir Menutup Tur dengan Mantra Kebahagiaan di Jakarta

Febrian AdiFebrian Adi - Minggu, 11 Juni 2023
Lomba Sihir Menutup Tur dengan Mantra Kebahagiaan di Jakarta

Lomba Sihir capai titik tur terakhir di Jakarta. (Foto: Merahputih.com/Febrian Adi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RATUSAN orang berbondong masuk ke dalam Gudang Sarinah, Jakarta Selatan, Sabtu (10/6) malam. Bukan tanpa sebab, lokasi ini menjadi tempat akhir dari rangkaian tur debut Lomba Sihir bertajuk 'Parade Sihir' yang sudah diselenggarakan di tiga kota sebelumnya Bandung, Solo, dan Surabaya.

Sebelum masuk dalam sajian utama, para penonton dihibur dengan lantunan nada pop yang begitu sendu dari Dreane. Beberapa lagu andalan seperti Solitude, Pathetic hingga Uneven dimainkan dengan begitu rapih.

Selesai dengan penampilan Dreane, sebuah ajakan suara terdengar dari speaker panggung. “Mohon kepada semua penonton untuk berdiri dengan sikap sempurna, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang akan dipimpin oleh Bapak Addie MS.”

Baca juga:

Lomba Sihir Siapkan Kejutan Spesial sebelum Tur Perdana

Addie MS memimpin saat menyanyikan lagu 'Indonesia Raya'. (Foto: Merahputih.com/Febrian Adi)

Para penonton yang sempat terlihat duduk terlihat mulai berdiri, mereka dibuat kaget dengan kejutan awal dari Lomba Sihir yang memboyong Addie MS untuk memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengingat salah satu personel Lomba Sihir Tristan Juliano adalah anak dari sang komposer, jadi mungkin saja hal seperti ini bisa terjadi.

Beberapa saat kemudian lampu dimatikan, suasana gelap menyelimuti gudang itu. Namun ketukan drum terdengar begitu keras, memunculkan satu persatu personel Lomba Sihir, mulai dari Rayhan noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, Natasha Udu, dan Baskara Putra.

Lagu Polusi Cahaya pun menjadi pembuka dari Lomba Sihir, suara riuh penonton pun tak terbendung saat para personel mulai memainkan lagu tersebut. Hal ini bersamaan dengan gerakan tarian dari Natasha Udu yang menjadi ciri khas tersendiri bagi penampilan Lomba Sihir.

Bak penyihir, para personel Lomba Sihir pun kompak berkostum sama yang didominasi dengan warna emas dan ungu. Mereka tampil dengan begitu total untuk konser penutup dari debut tur ‘Parade Sihir’

“Selamat malam Jakarta, kami dari Lomba Sihir. Terima kasih sudah hadir di mala mini,” ucap Rayhan Noor menyapa para Peserta Lomba Sihir (sebutan bagi penggemar Lomba Sihir).

Para penonton seakan tersihir oleh mantra para personel Lomba Sihir, mereka bejoget, bernyanyi bersama, adapun yang bergandengan tangan dengan pasangan menikmati alunan irama pada setiap lagu dari Lomba Sihir.

Beberapa lagu ikonik, seperti Cameo, Hati dan Paru-paru, Ada Apa Asmara, Ribuan Memori, Jalan Tikus, hingga Mungkin Takut Perubahan dibawakan dengan begitu rapih oleh para personel Lomba Sihir di malam istimewa tersebut. Seluruh repertoar lagu tersebut diambil dari album Selamat Datang di Ujung Dunia yang rilis pada 2021 silam.

Baca juga:

Babak Baru Lomba Sihir Lewat 'Ribuan Memori'

Natasha Udu tampil begitu memukau. (Foto: Merahputih.com/Febrian Adi)

Total hampir 15 lagu ditampilan pada konser penutup ‘Parade Sihir’ yang berlokasi di Jakarta, setelah melalui tiga titik kota sebelumnya. Lomba Sihir begitupun dengan penonton bersuka cita hingga berbahagia pada malam itu.

“Terima kasih semuanya, terima kasih sudah memeriahkan konser penutup dari tur kami mala mini,” ucap Natasha Udu seketika lagu Semua Orang Pernah Sakit Hati dimainkan.

Lagu ini menjadi penutup dari akhir perjalanan Lomba Sihir setelah melalui debut turnya yang cukup singkat. Walaupun singkat, namun momen itu tak akan terlupakan bagi para personel Lomba Sihir serta Peserta Lomba Sihir yang hadir di Gudang Sarinah malam itu. (Far)

Baca juga:

Mantra Cinta ‘Ada Apa Asmara’ dari Lomba Sihir

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Party At Eden Rilis Album Debut 'REV[E/O]LUTION', Bawa Konsep Distopia dan Pesan Spiritual
Party At Eden merilis album debut konseptual "REV[E/O]LUTION" pada 1 Agustus 2026. Album modern metal dan djent ini membawa narasi perjalanan manusia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Party At Eden Rilis Album Debut 'REV[E/O]LUTION', Bawa Konsep Distopia dan Pesan Spiritual
ShowBiz
Magnolia Celebration Ungkap Pergulatan Perasaan Lewat Lagu 'Magnolia'
Magnolia Celebration menghadirkan lagu 'Magnolia' dari album debut Fantasia. Lagu ini mengangkat kisah tentang seseorang yang sulit mengungkapkan perasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Magnolia Celebration Ungkap Pergulatan Perasaan Lewat Lagu 'Magnolia'
ShowBiz
Efek Rumah Kaca Hadirkan 'Matilah Kau Mati' untuk Soundtrack Film 'Laut Bercerita'
Efek Rumah Kaca menghadirkan 'Matilah Kau Mati' sebagai soundtrack film 'Laut Bercerita'. Lagu ini berangkat dari puisi dalam novel Leila S. Chudori.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Efek Rumah Kaca Hadirkan 'Matilah Kau Mati' untuk Soundtrack Film 'Laut Bercerita'
ShowBiz
NPD Rilis Single 'Lupain Aku Plis', Ceritakan Mantan yang Datang saat Semua Telah Berlalu
NPD merilis single ketiga 'Lupain Aku Plis'. Mengangkat kisah seseorang yang memilih tetap melangkah saat sosok yang dulu diharapkan justru datang kembali.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
NPD Rilis Single 'Lupain Aku Plis', Ceritakan Mantan yang Datang saat Semua Telah Berlalu
ShowBiz
HIVI! Rilis Single 'MAIN', Ajak Pendengar Menikmati Hidup dan Berdamai dengan Keadaan
HIVI! merilis single terbaru 'MAIN' yang mengangkat pesan tentang menikmati hidup, berdamai dengan keadaan, dan tetap bersyukur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
HIVI! Rilis Single 'MAIN', Ajak Pendengar Menikmati Hidup dan Berdamai dengan Keadaan
ShowBiz
Setelah Vakum Hampir 20 Tahun, The Monophones Comeback Lewat Single 'Yang Hilang dan Kembali'
Hampir dua dekade tanpa karya baru, The Monophones akhirnya kembali. Lewat single 'Yang Hilang dan Kembali', mereka menghadirkan aransemen akustik yang hangat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Setelah Vakum Hampir 20 Tahun, The Monophones Comeback Lewat Single 'Yang Hilang dan Kembali'
ShowBiz
Tyla Punya Cara Baru Memperkenalkan Budaya Afrika Lewat 'That Girl', Simak Lirik Lagunya
Tyla merilis single terbaru 'That Girl' lagu utama menuju album A*POP. Lagu ini terinspirasi dari kenangan masa kecil dan menjadi upaya memperkenalkan budaya Afrika.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Tyla Punya Cara Baru Memperkenalkan Budaya Afrika Lewat 'That Girl', Simak Lirik Lagunya
ShowBiz
Arti Lagu 'Mengheningkan Cipta', Simbol Penghormatan untuk para Pahlawan
Lagu ini bukan sekadar pelengkap upacara, melainkan juga pengingat akan jasa, pengorbanan, serta semangat para pahlawan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Arti Lagu 'Mengheningkan Cipta', Simbol Penghormatan untuk para Pahlawan
ShowBiz
Grammy Awards 2027 Resmi Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance
Recording Academy resmi menambahkan kategori Best Asian Pop Music Performance pada Grammy Awards 2027. Musik Asia memasuki babak baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Grammy Awards 2027 Resmi Tambah Kategori Best Asian Pop Music Performance
ShowBiz
Makna Lagu 'Could It Be Magic' Donna Summer, Kisah Cinta Penuh Harapan
Lagu ini menjadi salah satu karya yang memperlihatkan karakter vokal khas Donna Summer sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon musik pada era 1970-an.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Makna Lagu 'Could It Be Magic' Donna Summer, Kisah Cinta Penuh Harapan
Bagikan