Libur Sekolah di Tengah Pelambatan Ekonomi, Kawal Paket Stimulus Dongkrak Daya Beli

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 18 Juni 2025
Libur Sekolah di Tengah Pelambatan Ekonomi, Kawal Paket Stimulus Dongkrak Daya Beli

PT KAI Buka Diskon Kereta Libur Sekolah, Ada Potongan 15%. (Dok KAI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tren pelambatan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius wakil rakyat. Anggota Komisi XI DPR RI, Bertu Merlas, meminta pemerintah memanfaatkan semua momentum untuk mendongkrak daya beli masyarakat salah satunya masa libur sekolah.

“Pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi untuk momentum liburan sekolah. Ini harus dikawal implementasi di lapangan agar bisa efektif meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional karena momentum libur sekolah biasanya ditandai dengan peningkatan daya beli masyarakat yang cukup signifikan,” kata Bertu Merlas, dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (18/6).

Menurut dia, saat ini terjadi perlambatan ekonomi yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Hal itu terlihat dari beberapa momentum seperti Ramadan dan Idul Fitri di mana masyarakat cenderung menahan diri untuk spending money.

Baca juga:

Whoosh Berikan Diskon Tiket 50 Persen Selama Libur Sekolah, Jadi Segini Tarifnya

"Situasi ini juga dipicu karena ketidakpastian perekonomian global sehingga masyarakat cenderung berhati-hati mengeluarkan uang untuk kebutuhan konsumtif,” ujarnya.

Bertu berharap situasi tersebut tidak terjadi pada momen libur sekolah. Menurutnya, masa libur sekolah biasanya menjadi momentum peningkatan aktivitas ekonomi, terutama di sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga.

“Libur sekolah merupakan high season bagi aktivitas belanja keluarga. Momentum ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menggerakkan roda ekonomi domestik,” ujarnya.

Baca juga:

Musim Libur Sekolah 2025, PT KAI Beri Tiket Diskon 30 Persen

Pemerintah diketahui telah meluncurkan enam program stimulus utama menjelang liburan sekolah. Program tersebut meliputi diskon tiket transportasi (kereta api, pesawat, dan kapal laut), potongan tarif tol, tambahan bantuan sosial seperti Kartu Sembako, Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta, serta subsidi iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

“Stimulus berupa diskon tiket ini menjadi peluang strategis untuk meningkatkan jumlah penumpang selama masa liburan. Begitu pula dengan potongan tarif tol yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas antarkota,” tandas Bertu. (Pon)

#Libur Sekolah #Stimulus Ekonomi #Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Indonesia
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai tingginya imbal hasil instrumen keuangan belum cukup menopang rupiah. Ia mendorong BI mengubah bauran kebijakan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Bagikan