Libur Panjang, Penumpang Sejumlah Terminal di Jabodetabek Melonjak

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 30 Oktober 2020
Libur Panjang, Penumpang Sejumlah Terminal di Jabodetabek Melonjak

Penumpang bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) di lantai Mezzanin Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2020). (ANTARA/HO-Terminal Pulogadung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendata, terjadi lonjakan penumpang bus di sejumlah terminal tipe A hingga mencapai 62 persen.

Lonjakan penumpang terjadi menyusul libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, terutama bagi penumpang bus angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) di terminal yang dikelola BPTJ.

Terminal tipe A yang berada di bawah pengelolaan BPTJ meliputi Terminal Tipe A Jatijajar Kota Depok, Terminal Poris Plawad Kota Tangerang, Terminal Pondok Cabe Kota Tangerang Selatan, dan Terminal Baranangsiang Kota Bogor.

Baca Juga:

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Momen Libur Panjang Menurun

"Terjadi kenaikan rata-rata jumlah penumpang antara 23 persen hingga 62 persen sejak 22 sampai 28 Oktober 2020, dibanding hari-hari biasa pada pekan sebelumnya,” kata Kepala BPTJ, Polana B Pramesti, Jumat (30/10).

Dia menjelaskan, penumpang bus di Terminal Pondok Cabe terjadi kenaikan sebesar 23 persen.

Pada 15-21 Oktober 2020 rata-rata penumpang sebanyak 47 orang per hari. Lalu, pada 22-28 Oktober 2020 rata-rata penumpang sebanyak 58 orang per hari.

Penumpang di Terminal Jatijajar terjadi kenaikan sebesar 38 persen.

Pada 15-21 Oktober 2020 rata-rata penumpang sebanyak 298 orang per hari. Kemudian, 22-28 Oktober 2020 rata-rata penumpang 414 orang per hari.

Penumpang di Terminal Poris Plawad sebesar 62 persen. Pada 15-22 Oktober 2020 sebanyak 253 penumpang per hari. Lalu, 22-28 Oktober 2020 sebanyak 411 penumpang per hari.

Polana menambahkan, kenaikan penumpang justru tidak terjadi di Terminal Baranangsiang Bogor.

"Data yang diperoleh dari tanggal 22 hingga 28 Oktober 2020 menyebutkan, bahwa rata-rata setiap hari Terminal Baranangsiang Bogor tercatat melayani keberangkatan penumpang AKAP sebesar 134 orang,” imbuhnya.

Sejumlah kendaraan melaju di jalan tol Jakarta - Cikampek (Japek) KM 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/10/2020). PT Jasa Marga mencatat peningkatan lalu lintas tol Jakarta-Cikampek hingga 51,6 persen dibandingkan arus lalulintas normal atau mencapai 73.201 kendaraan meninggalkan Jakarta. (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc)
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan melaju di jalan tol Jakarta - Cikampek (Japek) KM 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/10/2020). PT Jasa Marga mencatat peningkatan lalu lintas tol Jakarta-Cikampek hingga 51,6 persen dibandingkan arus lalulintas normal atau mencapai 73.201 kendaraan meninggalkan Jakarta. (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc)

Jumlah ini, kata dia, lebih kecil dibandingkan dengan pekan sebelumnya, Terminal Baranangsiang melayani penumpang rata-rata sebesar 182 orang per hari.

“Yang menjadi perhatian kita bersama, agar protokol kesehatan secara konsisten terus dilakukan dalam situasi apapun pada masa pandemi COVID-19,” ujarnya.

Untuk menghindari penularan pada transportasi publik, selain menjaga lingkungan strategisnya juga perlunya upaya untuk menjaga perilaku pengguna transportasi publik.

"Pengguna transportasi publik harus benar-benar sehat dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, memenuhi ketentuan jaga jarak dengan tidak bergerombol atau berkerumun selama dalam perjalanan,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk operator sarana dan prasarana transportasi, dia menegaskan, pengecekan suhu tubuh bagi petugas dan calon penumpang tidak boleh dilewatkan.

“Selain memperhatikan ketentuan jaga jarak atau physical distancing, penyemprotan disinfektan terhadap sarana dan prasarana transportasi juga secara rutin harus dilakukan,” tegasnya.

Baca Juga:

Libur Panjang, Objek Wisata Candi Cetho di Karanganyar Diserbu Pengunjung

Mengingat terjadi peningkatan pengguna layanan pada sejumlah terminal, BPTJ mengimbau masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan kembali atau perjalanan balik lebih awal.

"Kami berharap masyarakat tidak bertumpu pada satu waktu atau pada satu hari tertentu saat kembali seusai libur panjang ini,” bebernya.

Menurut Polana, hal ini diperlukan untuk menghindari terjadinya potensi penumpukan penumpang pada saat arus balik nanti.

“Kami semua berharap libur panjang ini tidak turut serta membuat daftar kasus positif COVID-19 bertambah panjang,” pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

509 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta saat Libur Panjang

#Libur Panjang #Terminal #Jabodetabek
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hemat 43% Selama Libur Panjang Isra Mikraj, Tiket Whoosh Laris Manis
Promo tiket hingga 43 persen menarik minat masyarakat bepergian ke Bandung dan Padalarang menggunakan kereta cepat Whoosh.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Hemat 43% Selama Libur Panjang Isra Mikraj, Tiket Whoosh Laris Manis
Indonesia
Hari Pertama Libur Panjang Isra Mikraj, Tingkat Okupansi Kereta Api Tembus 112,5%
Sebanyak 184.063 pelanggan berhasil dilayani dengan tingkat okupansi mencapai 112,55 persen dari total 163.544 tempat duduk yang disediakan.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Hari Pertama Libur Panjang Isra Mikraj, Tingkat Okupansi Kereta Api Tembus 112,5%
Indonesia
Libur Long Weekend, 12 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Picu Kemacetan Simpang Gadog
Sebanyak 12.800 kendaraan tercatat melintas menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada libur panjang akhir pekan, Jumat (16/1)
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Libur Long Weekend, 12 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Picu Kemacetan Simpang Gadog
Indonesia
Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Okupansi Tiket Kereta Api Baru 46 Persen
Seiring dengan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, Franoto mengimbau pelanggan untuk memperhitungkan waktu keberangkatan menuju stasiun agar tidak tertinggal kereta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Okupansi Tiket Kereta Api Baru 46 Persen
Indonesia
Ramp Check Nataru 2026 Dimulai! Bus AKAP Dicek Luar Dalam, Jangan Sampai Libur Nataru Berujung Duka
Erwansyah mencatat masih ditemukan pelanggaran klasik seperti masa berlaku KPs yang habis atau minimnya fasilitas keselamatan di dalam bus
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Desember 2025
Ramp Check Nataru 2026 Dimulai! Bus AKAP Dicek Luar Dalam, Jangan Sampai Libur Nataru Berujung Duka
Lifestyle
Simak Nih! Tips Aman Melakukan Perjalanan Jauh Akhir Tahun ala SDCI
Selama masa rehat, pengemudi disarankan untuk melakukan peregangan otot ringan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Desember 2025
Simak Nih! Tips Aman Melakukan Perjalanan Jauh Akhir Tahun ala SDCI
Indonesia
Dishub DKI Siapkan 7 Terminal dan Ramp Check Libur Nataru 2025, Sopir Mabuk Siap-Siap Dicoret dari Daftar
Syafrin menegaskan bahwa fasilitas medis di terminal juga terbuka bagi para calon penumpang yang ingin memastikan kondisi fisiknya sebelum menempuh perjalanan jauh
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Desember 2025
Dishub DKI Siapkan 7 Terminal dan Ramp Check Libur Nataru 2025, Sopir Mabuk Siap-Siap Dicoret dari Daftar
Indonesia
Penyebab Hujan Deras di Jabodetabek, BMKG: Dinamika Atmosfer sampai Pemanasan di Darat
BMKG mengungkapkan penyebab hujan deras di Jabodetabek. Hal itu dipicu dari dinamika atmosfer lokal yang dipengaruhi fenomena global.
Soffi Amira - Rabu, 19 November 2025
Penyebab Hujan Deras di Jabodetabek, BMKG: Dinamika Atmosfer sampai Pemanasan di Darat
Indonesia
Suhu Jabodetabek Panas Sejak Pagi, BMKG: Sinar Matahari Langsung Menembus Tanpa Penghalang
BMKG sebut faktor lain yang memicu panas adalah peningkatan radiasi matahari, terutama di wilayah daratan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Oktober 2025
Suhu Jabodetabek Panas Sejak Pagi, BMKG: Sinar Matahari Langsung Menembus Tanpa Penghalang
Lifestyle
Cuaca Jabodetabek 30 September - 2 Oktober 2025: Hujan Ringan hingga Sedang, Ini Wilayah yang Perlu Waspada
Waspada hujan di Jabodetabek 30 September–2 Oktober 2025. Simak prakiraan cuaca dari BMKG untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
ImanK - Senin, 29 September 2025
Cuaca Jabodetabek 30 September - 2 Oktober 2025: Hujan Ringan hingga Sedang, Ini Wilayah yang Perlu Waspada
Bagikan