Meski Lezat Makanan ini Ternyata Bikin Cepat Tua

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Rabu, 25 Januari 2023
Meski Lezat Makanan ini Ternyata Bikin Cepat Tua

Daging merah termasuk makanan tinggi garam. (Foto: Unsplash/Jose Ignacio Pompe)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA beberapa makanan yang bikin cepat tua di usia yang masih tergolong muda. Nah, untuk mencegah penuaan dini, yuk kenali beberapa jenis makanan tersebut.

Menjaga penampilan agar tidak cepat tua tidak hanya dengan perawatan dari luar, tetapi juga dari dalam. Salah satunya adalah dengan menghindari konsumsi makanan yang bikin cepat tua. Makanan ini umumnya adalah makanan yang memang tidak sehat dan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

Mengutip laman Alodokter, berikut beberapa di antaranya:

Baca juga:

Model, Makanan Berbahan Pempek dan Berkuah Tekwan

Lezat, Makanan ini Ternyata Bikin Cepat Tua
Ilustrasi daging domba. (Foto: Unsplash/Rumman Amin)

1. Daging merah

Daging merah seperti daging sapi, daging kambing, atau daging domba, memang memiliki rasa yang lezat. Namun jenis makanan ini sebaiknya dibatasi karena daging merah termasuk makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan sulfit.

Kandungan-kandungan ini bisa membuat kulit dehidrasi dan menyebabkan peradangan yang merusak kolagen. Akibatnya, kulit jadi kering, kusam, dan kendur sehingga terlihat lebih tua.

2. Makanan atau minuman tinggi gula

Kadar gula darah yang berlebih dari makanan dapat menyebabkan peradangan yang merusak kolagen. Selain itu, gula dari makanan juga akan menempel pada mulut dan menyebabkan gigi kuning dan keropos.

Kedua hal ini bisa membuat seseorang tampak lebih tua dari seharusnya. Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula antara lain minuman bersoda, makanan ringan kemasan, dan kue-kuean.

Baca juga:

Kenapa Sih Bumil Enggak Boleh Konsumsi Makanan Gosong?

Lezat, Makanan ini Ternyata Bikin Cepat Tua
Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula antara lain minuman bersoda, makanan ringan kemasan, dan kue-kuean. (Foto: Unsplash/Rosalind Chang)

3. Makanan tinggi garam

Mengonsumsi terlalu banyak makanan asin atau tinggi sodium juga bisa membuatmu terlihat lebih cepat tua. Pasalnya, terlalu banyak makan garam dapat membuat tubuh menumpuk air, sehingga tampilan kulit menjadi sembap dan tidak segar.

4. Makanan yang digoreng

Semua makanan yang digoreng dalam rendaman minyak, misalnya kentang goreng atau ayam goreng, bisa melepaskan radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan sel-sel pada kulit. Hal ini dapat mempercepat proses penuaan karena bisa melemahkan elastisitas kulitmu.

5. Makanan yang dibakar

Makanan yang dibakar, apalagi yang nyaris hangus, mengandung hidrokarbon yang dapat menyebabkan peradangan dan merusak kolagen pada kulit. Untuk menurunkan risiko penuaan dini, kamu bisa hilangkan atau potong bagian makanan yang hangus sebelum mengonsumsinya. (and)

Baca juga:

Beragam Makanan Olahan Sagu Terkenal dari Sulteng

#Kesehatan #Makanan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan