Legislator Syaratkan Merger 103 Hotel BUMN Harus Kerek Dividen
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Menteri BUMN Menyapa Milenial PT Petrokimia Gresik di Gor Tri Dharma Petrokimia Gresik, Jumat (17/6/2022). ANTARA/HO-PT Petrokimia Gresik
MerahPutih.com - Rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menggabungkan 103 hotel milik BUMN mendapat dukungan dari DPR RI.
Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun mendukung langkah Erick Thohir sangat bermanfaat dalam kemajuan serta kinerja perusahaan pelat merah di Indonesia.
Baca Juga:
"BUMN harus bisa menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan menjadi trigger bagi kebangkitan ekonomi masyarakat. Bisa dikatakan holding BUMN yang dibentuk saat kepemimpinan Erick ini jadi salah satu motor penggerak ekonomi kita," jelasnya.
Konsolidasi ratusan hotel tersebut bakal dilakukan Erick dengan menyatukannya di bawah Holding BUMN Pariwisata dan Aviasi atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) alias InJourney.
Dengan kehadiran holding BUMN, menurut dia, efisiensi dan peningkatan kinerja BUMN terlihat secara signifikan. Apalagi, peningkatan laba BUMN secara berkelanjutan dalam 3 tahun terakhir menunjukkan pembentukan holding oleh Kementerian BUMN sudah on the track.
"Holding BUMN itu menjadi solusi jangka panjang kemajuan perusahaan negara kita. Dengan digabungkan, birokrasi berbelit yang selama ini terjadi bisa hilang dan membuat laba atau dividen yang didapatkan lebih sehat," ungkapnya.
Hal itu, kata dia, terlihat berdasarkan data dari Kementerian BUMN pada tahun 2020 yang menyebutkan BUMN menghasilkan laba sebesar Rp 13 triliun. Jumlah tersebut meningkat signifikan menjadi Rp 124,5 triliun pada tahun 2021. Pada tahun ini, ditargetkan sebesar Rp 144 triliun.
Rudi berharap holding BUMN ke depan dapat terus melakukan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Baca Juga:
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dicapai melalui fokus pada driver pertumbuhan domestik, termasuk mendorong UMKM untuk bangkit dan terus menciptakan lapangan kerja.
Ia juga memandang perlu memperkuat holding BUMN agar memiliki cakupan yang luas karena holding BUMN juga menjadikan BUMN bekerja lebih padu dan tidak lagi bekerja secara sektoral dalam membangun atau membangkitkan perekonomian di Tanah Air.
Dengan melakukan berbagai kerja sama tersebut, menurut dia, BUMN tidak lagi bersaing dalam memberikan pelayanan, tetapi saling melengkapi.
"Jangkauan pelayanan terhadap masyarakat juga akan makin luas," jelas Rudi.
Baginya, transformasi BUMN yang salah satunya dengan pembentukan holding dapat meningkatkan akuntabilitas perusahaan, profesionalisme, meminimalisasi intervensi politik, peningkatan kinerja dan produktivitas, serta daya saing perusahaan baik dalam pasar domestik maupun internasional.
"Hal itu bisa menjadikan BUMN Indonesia lebih kompetitif dan berkelas dunia dan siap menghadapi situasi yang berubah dan ketidakpastian. Dari sinilah harapan holding BUMN dapat menciptakan BUMN yang kuat dan terus menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi nasional," katanya menegaskan. (*)
Baca Juga:
90 Persen Startup Gagal Merintis, Jokowi Minta BUMN Turun Tangan
Bagikan
Mula Akmal
Berita Terkait
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Pembangunan Hotel di Dekat Situ Cibinong Diprotes Warga, Berisiko Sebabkan Bencana Fatal
Erick Thohir Ungkap Skema Bonus Atlet SEA Games 2025 Masih Dibahas Kemenkeu
30 Tahun Penantian, Indonesia akan Finis Runner-up di SEA Games 2025 dengan 80 Emas
SEA Games Thailand 2025: Indonesia Tempati Peringkat Kedua, Erick Thohir Soroti Mental Pantang Menyerah Atlet
Tim Indonesia ‘Tempel’ Thailand di Peringkat Atas SEA Games 2025, Erick Thohir : Tetap Fokus, jangan Hilang Konsentrasi
Menpora Minta Jangan Kaget Kalau Beda Bonus Medali Emas dan Perak SEA Games Jauh
Peringkat 2 SEA Games Dalam Genggaman, Menpora Puji Kekompakan Tim Indonesia
Banyak Kejutan di SEA Games 2025, Erick Thohir Sebut Raihan Emas Indonesia Sudah Lampaui Target
Pengusaha Desak Pemerintah Atur Airbnb, Bisa Contoh Singapura