PBNU: Pembangkangan Imbauan Tunda Salat Jumat Bentuk Kemaksiatan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 24 Maret 2020
PBNU: Pembangkangan Imbauan Tunda Salat Jumat Bentuk Kemaksiatan

Virus corona (Foto: pixabay/iximus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penundaan salat Jumat, perkumpulan yang melibatkan massa banyak, dan sejumlah imbauan lain dalam pencegahan Covid-19. Pembangkangan atas imbauan pemerintah tersebut dapat dinilai sebagai bentuk maksiat. Pelarangan pemerintah dan kewajiban untuk mematuhinya dalam konteks ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan oleh masyarakat.

"Masyarakat harus memerhatikan imbauan pemerintah dan wajib mematuhinya. Larangan ini cukup kuat karena dimulai dengan kewenangan pemerintah mengambil kebijakan demi keselamatan orang banyak meskipun dengan melarang hal yang semula wajib," kata Bendahara LBM PBNU KH Najib Bukhari dikutip dari laman resmi NU, Selasa (24/3).

Baca Juga:

DPR Dinilai Egois dan Tak Peka karena Ingin Tes Corona dengan Instan

Menurut Najib, perkumpulan yang melibatkan banyak massa seperti menghadiri atau menyelenggarakan salat Jumat di zona merah sama halnya dengan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri. Pandangan ini didasarkan pada keumuman firman Allah SWT Surat An-Nisa ayat 29.

LBM PBNU menilai ketaatan kepada pemerintah terlebih dalam situasi darurat seperti ini merupakan kewajiban. Sementara pada situasi darurat seperti ini, pemerintah mengeluarkan imbauan perihal penundaan acara dan ritual yang melibatkan banyak warga berdasarkan pertimbangan medis-kedokteran. Sedangkan secara umum, ketaatan kepada ulil amri atau pemerintah itu adalah wajib berdasarkan firman Allah SWT Surat An-Nisa ayat 59.

Ada ciri-ciri yang harud dikenali (Foto: pixabay/tumisu)
Ilustrasi (Foto: pixabay/tumisu)

Kemaksiatannya terletak pada pembangkangannya pada aturan pemerintah, bukan pada salat Jumat atau acara perkumpulan yang melibatkan massa banyak. Sebab, salat Jumat atau perkumpulan massa dan pembangkangan itu bukan merupakan dua hal yang saling mempersyaratkan.

Dengan logika demikian, sekiranya perkumpulan umat dalam salat Jumat saja ditunda untuk sementara waktu, apalagi perkumpulan masyarakat pada acara-acara lain yang sifatnya sunnah dan mubah. Dengan demikian, di zona merah virus corona ini, segala aktivitas mubah yang melibatkan massa besar seperti tabligh akbar, munas, muktamar, haul, arisan, adalah haram li ghairih atau haram karena faktor ekternal.

Baca juga:

'Social Distancing' dan 'Physical Distancing', Apa Bedanya?

“Sejauh ini ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa pembangkangan seperti itu haram zhahiran, la bathinan (atau lahir tidak batin),” kata Kiai Najib Bukhari.

Artinya, setiap orang boleh memiliki keyakinan sendiri dan tak percaya pada arahan para ahli kesehatan. Namun, sebagai warga negara ia terikat dengan apa yang diputuskan ulil amri. "Dengan menekankan legalitas pelarangan, maka pembangkangan terhadap pemerintah adalah maksiat zhahiran bathinan (lahir dan batin)," jelas Kiai Najib Bukhari. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan