Larangan Roda Dua Bukti Lemahnya Kebijakan

Rendy NugrohoRendy Nugroho - Kamis, 25 Desember 2014
Larangan Roda Dua Bukti Lemahnya Kebijakan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Diperluasnya larangan melintas kendaraan roda dua dari Jalan Sudirman hinga Medan Merdeka Barat bukti ketidakmatangan sebuah kebijakan. Kebijakan tersebut pun dinilai tidak memiliki nilai efektif.

Hal tersebut ditegaskan Pengamat Perkotaan dan Transportasi Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna. Menurutnya, perubahan kebijakan larangan roda dua bukti lemahnya sebuah kebijakan.

"Kebijakan itu prematur. Nilai efektifitasnya bisa tidak bermanfaat," kata Yayat Supriyatna saat dihubungi Rabu (24/12/2014).

Yayat menjelaskan, untuk memindahkan perubahan perilaku berkendara menggunakan transportasi masal diperlukan transportasi yang murah, cepat dan layak. Apabila itu semua tidak siap, kemungkinan besar pengendara sepeda motor tetap akan menggunakan sepeda motor karena dinilai lebih murah dan cepat. Akibatnya, skenario jalan alternatif semakin tidak menentu.

"Semua kebijakan ini harus benar-benar disampaikan, jangan sekedar dilarang-larang. Apa yang sebetulnya terjadi. Apa karena proyek MRT atau apapaun itu harus dijelaskan," ujarnya.

Larangan melintas sepeda motor di kawasan Jalan MH Thamrin hingga Medan merdeka barat nantinya akan diperpanjang dari Jalan Sudirman hingga Merdeka Barat. Rencana untuk menerapkan diseluruh Jalan Protokol pun akan dilakukan setelah sistem Elektronic Road Pricing (ERP) dilakukan.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, seminggu pasca diberlakukannya larangan melintas sepeda motor di Kawasan MH Thamrin hingga Merdeka Barat, pihaknya melihat banyak hal yang harus dievaluasi.

"Bagaimana agar bus gratis yang disediakan banyak peminatnya, dan bagaimana agar jalan alternatif tidak terjadi kepadatan yang signifikan. Itu yang akan kami kaji," kata Syafrin Liputo saat dihubungi Rabu (24/12). (MP/BMS)

#Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Travel
Unik Tidak Punya Ekor, Ayam Tukong Diakui Unggas Genetik Khas Kalbar
Ayam tukong memiliki ciri khas tidak memiliki tulang ekor, sehingga bulu ekor pun tidak tumbuh.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Unik Tidak Punya Ekor, Ayam Tukong Diakui Unggas Genetik Khas Kalbar
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Olahraga
Ganda Putra Leo/Daniel Cetak Sejarah, Wakil Indonesia Pertama Juara Taipei Open
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mencetak sejarah sebagai wakil Indonesia pertama yang juara Taipei Open 2026. Mereka menundukkan ganda Malaysia Aaron Chia/Aaron Tai dua gim langsung.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Ganda Putra Leo/Daniel Cetak Sejarah, Wakil Indonesia Pertama Juara Taipei Open
Berita Foto
Indonesia Juara Umum World Cup Woodball Championship 2026
Ketua Umum IWbA, Aang Sunadji mendampingi Atlet Woodball Indonesia raih juara umum World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia, Rabu (29/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 29 Juli 2026
Indonesia Juara Umum World Cup Woodball Championship 2026
Berita Foto
Aksi Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dalam Laga Kontra Kamboja di Piala AFF 2026
Aksi pelatih Timnas Indonesia John Herdman pada laga melawan Kamboja dalam ASEAN Championship 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, pada Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Aksi Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dalam Laga Kontra Kamboja di Piala AFF 2026
Indonesia
Indeks Kesiapan Masa Depan Dunia Kerja RI Lampaui Malaysia, Tetapi Lemah di Kualitas Lulusan PT
Indonesia naik ke posisi 32 QS World Future Skills Index 2027, unggul atas Malaysia di kesiapan pasar kerja. Namun, kualitas lulusan perguruan tinggi masih jadi tantangan.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Indeks Kesiapan Masa Depan Dunia Kerja RI Lampaui Malaysia, Tetapi Lemah di Kualitas Lulusan PT
Fun
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Secara sepintas, tampilannya menyerupai tongkat atau kail berukuran besar dengan lengkungan alami yang hampir membentuk huruf 'U'.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Indonesia
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
MUI mengkhawatirkan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus berujung penyerahan ke Israel. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Khawatir Warga Palestina Dideportasi dari Indonesia Ujungnya Diserahkan ke Zionis Israel
Indonesia
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
MUI mengkritik penangkapan dan deportasi warga Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad dari Indonesia ke Siprus. MUI menilai kasus ini bisa merusak reputasi Indonesia sebagai negara pendukung Palestina.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
MUI Kritik Penangkapan dan Deportasi Miqdad dari RI, Reputasi Indonesia Pro-Palestina Taruhannya
Indonesia
RI-Singapura Sepakat Selat Malaka Tetap Jadi Jalur Pelayaran Terbuka, Ajak Malaysia-Thailand Join
Presiden Prabowo Subianto dan PM Singapura Lawrence Wong sepakat menjaga Selat Malaka dan Selat Singapura sebagai jalur pelayaran bebas sesuai UNCLOS
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
RI-Singapura Sepakat Selat Malaka Tetap Jadi Jalur Pelayaran Terbuka, Ajak Malaysia-Thailand Join
Bagikan